Tradisi Seni Beluk sebagai Komunikasi Budaya di Kampung Adat Cikondang dalam Melestarikan Kebudayaan

Fikri Nur Jannah, Dede Lilis Chaerowati

Abstract


Abstract. Culture in Indonesia along with the times is increasingly eroded by the presence of foreign cultures. One of them is the Sunda Beluk traditional art which is already threatened with extinction and is something that is rarely found. However, in the Cikondang Traditional Village which is located in Lamajang Village, Pangalengan District, Bandung Regency, West Java Province, the existence of Beluk traditional art is still maintained and is still often carried out by traditions based on the beliefs of the surrounding community. The purpose of this study was to find out how the situations, events and acts of cultural communication carried out in the Beluk traditional art by the Cikondang Traditional Village community in preserving their culture. In this study, the author uses the ethnographic theory of communication proposed by Dell Hymes. Then the method used in this research is qualitative with ethnographic communication approach. The data collection technique used is in-depth interviews with parties considered important by the researcher, field observations and document observations are what the authors do to collect documents that support or are related to research both in writing and photos. Then to determine the informants, the author uses a non-random sampling technique, namely purposive sampling, where the authors seek information related to the Beluk art tradition for newborns in this Cikondang Traditional Village. The data validity test technique used is the Triangulation technique. Sources (data) in it are interviews, observations and documentation. The author also uses data analysis techniques, namely the author's description describes his findings in detail, the analysis is the author recaps the data from his research and the author's interpretation draws conclusions from the research results obtained is the Beluk art tradition for newborns, which is done when the baby is 7,11 or 40 day. Belukpun art has a purpose for education, morality and etiquette. Communicative actions that occur are verbal and non-verbal and the art of Beluk is still being passed down from generation to generation in an effort to preserve culture.

Keywords: Ethnography of Communication, Cultural Communication, Tradition, Outs of Arts, Traditional Village.

Abstrak. Kebudayaan di Indonesia seiring dengan perkembangan zaman semakin tergerus oleh kehadiran kebudayaan luar. Salah satunya seni tradisi Sunda Beluk yang sudah terancam punah dan menjadi sesuatu langka yang jarang ditemui. Namun di Desa Adat Cikondang yang terletak di Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, keberadaan seni tradisi Beluk masih tetap dipertahankan dan masih sering dilakukan oleh tradisi yang dilandasi oleh kepercayaan masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana situasi, peristiwa dan tindak komunikasi budaya yang dilakukan dalam seni tradisi Beluk oleh masyarakat Desa Adat Cikondang dalam melestarikan budayanya. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teori etnografi komunikasi yang dikemukakan oleh Dell Hymes. Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang dianggap penting oleh peneliti, observasi lapangan dan observasi dokumen adalah yang penulis lakukan mengumpulkan dokumen yang mendukung atau terkait dengan penelitian baik secar tulisan maupun hasil foto. Lalu untuk menentukan informan penulis menggunakan teknik non random sampling yaitu purposive sempling, dimana penulis mencari informasin yang bersangkutan dengan tradisi seni Beluk bagi bayi baru lahir di Kampung Adat Cikondang ini. Teknik uji keabsahan data yang digunakan yaitu teknik Triangulasi Sumber (data) didalamnya adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Penulis juga menggunakan teknik analisis data, yaitu deskripsi penulis menggambarkan temuannya secara rinci, analisis adalah penulis merekap data hasil penelitiannya dan interpretasi penulis menarik kesimpulan atas hasil penelitian yang diperoleh adalah Tradisi seni Beluk bagi bayi baru lahir yaitu dilakukan ketika bayi berusia 7,11 atau 40 hari. Seni Belukpun memiliki tujuan untuk pendidikan, ahlaq dan tatakrama. Tindak komunikaitf yang terjadi ada secara verbal maupun non verbal dan seni Beluk masih diturun temurunkan dalam upaya melestarikan kebudayaan.

Kata kunci: Etnografi Komunikasi, Komunikasi Budaya, Tradisi,  Seni Beluk, Kampung Adat.


Keywords


Etnografi Komunikasi, Komunikasi Budaya, Tradisi, Seni Beluk, Kampung Adat.

Full Text:

PDF

References


Anshori, Dadang S. (2017). Etnografi Komunikasi Perspektif Bahasa. Jakarta: Rajawali Pers.

Fasold, Ralph. (1990). Sociolinguistic of Language. London: Basil Blackwell Inc.

Hasanuddin WS dkk. (2009). Ensiklopedia Kebahasaan Indonesia. Jidil 1 A-E. Bandung: Angkasa.

Indriyani, Selvi Nur, Chaerowati, Dede Lilis. (2019). Komunikasi dalam Upacara Siraman Adat Sunda. Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung.

Koentjaraningrat. (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS). (1982). Kamus Umum Basa Sunda. Bandung: Tarate.

O Sullivan, Tim. (1994). Key Concepts in Communication and Cultural Studies. London: Routledge.

Ranjabar, Jacobus. (2006). Sistem Sosial Budaya Indonesia: Suatu Pengantar. Bogor: PT. Ghalia Indonesia.

Sztompka, Piotr. (2007). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media Group.

Sabilillah Mochamad Ismail, Maryani Anne. (2021). Hubungan Channel Youtube Sam Kolder terhadap Minat Membuat Vidio Travelling. Jurnal Riset Manajemen Komunikasi, 1(1), 23-28




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.30651

Flag Counter