Hubungan Fanatisme Fanbase K-POP dengan Ujaran Kebencian di Media Sosial

Kharisma Zahid, Moch. Rochim

Abstract


Abstract. The entry of Korean culture in Indonesia, making K-POP music become the most popular culture and much favored by Indonesian people. This raises a new phenomenon, which is the beginning of Indonesian people become a K-pop fans. The K-POP fans with their behavior, start from buying the K-POP  merchandise, a concert tickets, collecting albums, listening to their favorite idol music and also their interactions on social media are able to attract public attention. This has led to many negative stereotypes of K-POP fans that the public sees as fanatical fans.One of the most highlighted K-POP fans is the fans of the idol group, BTS. With the talent and popularity that BTS have, the interaction of the fans is not out from the spotlight. In 2018, BTS become the most talked K-POP account in Indonesia on Twitter. Frequently, there is a behavior that are valued as fanatically arise on social media. One of them is an expression of hatred that often occurs among Indonesian K-Popers. Based on the dimensions of self-concept, this study aims to see the relationship between a K-POP fanbase fanaticism with the utterance of hate on social media. The method used in this study is quantitative with a correlational approach. This research data is obtained from questionnaires distributed to followers of the fanbase account @BTS_Bandung as a population. The sampling technique used is using simple random sampling technique. The results of this study indicate that the first variable, namely Self Ideal has a relationship with the utterance of hatred with a high level. The results of the second study were between the Self Image variable and the utterance of hate having a low but sure relationship. The third research result between Self Esteem and hate speech has a very high relationship. The overall results of this study can be concluded that the utterance of hate can be determined by the dimensions of self-concept consisting of self-ideal, self-image, and self-esteem.

Keywords: Fanaticism, Self-Concept, K-POP Fanbase, Hate Speech

Abstrak. Masuknya budaya Korea ke Indonesia, membuat musik K-POP menjadi budaya paling populer dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Hal tersebut memunculkan fenomena baru,  yaitu mulai menjamurnya penggemar K-POP di Indonesia. Penggemar K-POP dengan segala tingkah lakunya, mulai dari membeli pernak-pernik, membeli tiket konser, mengkoleksi album, mendengarkan musik idola kesukaannya dan interaksinya di media sosial mampu menarik perhatian masyarakat. Hal tersebut yang menimbulkan banyak stereotipe negatif penggemar K-POP yang dianggap masyarakat sebagai perilaku yang fanatik. Salah satu penggemar K-POP yang paling banyak disorot adalah kelompok penggemar dari idol group BTS. Dengan talenta dan popularitas yang di miliki oleh BTS, interaksi para penggemarnya tidak luput dari sorotan. BTS menjadi akun K-POP yang paling banyak dibicarakan di Indonesia tahun 2018 di Twitter. Tak jarang, timbul perilaku-perilaku yang di nilai fanatik di media sosial. Salah satunya ialah adu ujaran kebencian yang sering terjadi di kalangan K-Popers Indonesia. Dengan berlandaskan dimensi konsep diri, penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat hubungan antara fanatisme fanbase K-POP dengan ujaran kebencian di media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data penelitian ini didapatkan dari kuesioner yang disebarkan pada followers dari akun fanbase @BTS_Bandung sebagai populasi. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pertama, yaitu Self Ideal memiliki hubungan dengan ujaran kebencian dengan taraf yang tinggi. Hasil penelitian kedua yaitu antara variabel Self Image dan ujaran kebencian memiliki hubungan yang rendah tapi pasti. Hasil penelitian ketiga antara Self Esteem dengan ujaran kebencian memiliki hubungan yang sangat tinggi. Hasil keseluruhan dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ujaran kebencian bisa ditentukan oleh dimensi konsep diri yang terdiri dari self ideal, self image, dan self esteem.

Kata Kunci: Fanatisme, Konsep Diri, Fanbase K-POP, Ujaran Kebencian

Keywords


Fanatisme, Konsep Diri, Fanbase K-POP, Ujaran Kebencian

Full Text:

PDF

References


Kurnia, Novi dan Santi Indra Astuti. 2017. “Peta Gerakam Literasi Digital di Indonesia: Studi tentang pelaku, ragam kegiatan, kelompok sasaran dan mitra”, dalam Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 47, No. 2, Desember 2017 (hal. 149-166).

Rakhmat, Jalaludin. 2015. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sumantri, Bambang. 2011. “Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Ngawi”, dalam Jurnal Media Prestasi Vol. III, No. 2, Desember 2011 (hal. 131-143).




Flag Counter