Hubungan antara Word of Mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dengan Keputusan Orang Tua Mengikutsertakan Anak

Raden Tisara Kaulika, Rini Rinawati

Abstract


Abstract. Seeing the importance of early childhood education, in the city of Bandung there are already several non-formal education for early childhood in the form of playgrounds for young children who apply a curriculum that is equivalent to formal education for early childhood. It is not easy for Jejakecil Play Houses as non-formal education that was first present in the city of Bandung to market and promote early childhood education. To market and promote non-formal education, Jejakecil Play House uses word of mouth (mouth-to-mouth communication). The study chose "How the relationship of Word of mouth Play House Jejakecil with parents 'decision to include children." The purpose of this study was to see whether there is a relationship between word of mouth (WOM) and parents' decision to include children. This study used a correlational method, the population in this study were parents who had included children in Jejakecil Play House in July 2018 with a sample of 80 respondents. While the data collection technique of this research was carried out through questionnaires. The results of this study are: (1) Talkers for Word of mouth (WOM) for Small Play Houses are considered good by consumers so that it can lead to the decision of parents to include children, so that there is a relationship between talkers for word of mouth ( WOM) Jejakecil Play House with parents' decision to include children. (2) Topics for word of mouth (WOM) Jejakecil Play Houses are rated very well by consumers so that it can lead to parents' decisions to include children, so there are topics for word of mouth (WOM) Small Play Houses with the parents' decision to include children. (3) Small tools for word of mouth (WOM) Play House is rated very well by consumers so that it can lead to the decision of parents to include children, so there is a relationship between tools for word of mouth (WOM) Small Play House with the parents' decision to include children. (4) Taking part for word of mouth (WOM) for Small Play Homes is considered very good by consumers so that it can lead to parents' decision to include children, so there is a relationship between participant (taking part) for word of mouth (WOM) House Playing Jejakecil with parents' decision to include children. (5) Tracking for word of mouth (WOM) Small Playground is rated very well by consumers so that it can lead to the decision of parents to include children, so there is a relationship between monitoring for word of mouth (WOM) Small Play House with the parents' decision to include children.

Keywords: Word of Mouth, WOM, Mouth to Mouth Communication, Purchasing Decision.

 


Abstrak. Melihat pentingnya pendidikan anak usia dini, di Kota Bandung sudah ada beberapa pendidikan nonformal untuk anak usia dini yang berupa taman bermain untuk anak-anak usia dini yang menerapkan kurikulum yang setara dengan pendidikan formal untuk anak usia dini. Tidak mudah bagi Rumah Bermain Jejakecil sebagai pendidikan nonformal yang hadir pertama kali di kota Bandung untuk memasarkan dan mempromosikan pendidikan usia dini tersebut. Untuk memasarkan dan mempromosikan pendidikan nonformal tersebut, Rumah Bermain Jejakecil menggunakan dengan cara word of mouth (komunikasi dari mulut ke mulut). Penelitian memilih “Bagaimana hubungan Word of mouth Rumah Bermain Jejakecil dengan keputusan orang tua mengikutsertakan anak.” Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah terdapat hubungan antara word of mouth (WOM) dengan keputusan orang tua mengikutsertakan anak. Penelitian ini menggunakan metode korelasional, populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang telah mengikutsertakan anak di Rumah Bermain Jejakecil pada bulan Juli 2018 dengan sampel sebanyak 80 responden. Sedangkan Teknik pengambilan data penelitian ini dilakukan melalui penyebaran angket. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Pembicara (talkers) untuk Word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dinilai baik oleh konsumennya sehingga dapat menimbulkan keputusan orang tua untuk mengikutsertakan anak, sehingga terdapat hubungan antara pembicara (talkers) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dengan keputusan orang tua mengikutsertakan anak. (2) Topik (topics) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dinilai sangat baik oleh konsumennya sehingga dapat menimbulkan keputusan orang tua untuk mengikutsertakan anak, sehingga terdapat hubungan antara topik (topics) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dengan keputusan orang tua mengikutsertakan anak. (3) Alat (tools) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dinilai sangat baik oleh konsumennya sehingga dapat menimbulkan keputusan orang tua untuk mengikutsertakan anak, sehingga terdapat hubungan antara alat (tools) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dengan keputusan orang tua mengikutsertakan anak. (4) Partisipan (taking part) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dinilai sangat baik oleh konsumennya sehingga dapat menimbulkan keputusan orang tua untuk mengikutsertakan anak, sehingga terdapat hubungan antara partisipan (taking part) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dengan keputusan orang tua mengikutsertakan anak. (5) Pengawasan (tracking) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dinilai sangat baik oleh konsumennya sehingga dapat menimbulkan keputusan orang tua untuk mengikutsertakan anak, sehingga terdapat hubungan antara pengawasan (tracking) untuk word of mouth (WOM) Rumah Bermain Jejakecil dengan keputusan orang tua mengikutsertakan anak.

Kata kunci: Word of Mouth, WOM, Komunikasi Mulut ke Mulut, Keputusan Pembelian.

Keywords


Word of Mouth, WOM, Komunikasi Mulut ke Mulut, Keputusan Pembelian.

Full Text:

PDF

References


Amirullah, 2002, Perilaku Konsumen, Jakarta: Graha Ilmu.

Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. 2009. Manajemen Pemasaran, Edisi Ketiga Belas Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Morissan. 2010. Periklanan; Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Prenadamedia Grup.

Ratnasari, Anne. 2007. “Pengaruh Komunikasi Antarpribadi Bermedia Internet terhadap Persahabatan Mahasiswa di Dunia Maya”, dalam MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol. 8, No. 1, Juni 2007 (hal. 165-182)




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.15613

Flag Counter