Strategi Komunikasi Pemasaran Sneaklin Premium Laundry Shoes (Studi Kasus mengenai Strategi Word of Mouth Sneaklin Premium Laundry Shoes di Kota Bandung)

Ramainda Ady, Udung Noor Rosyad

Abstract


Abstract. Developments in the field of service business can not be separated from various changes in environmental factors that become the trigger, including the increasing consumer needs, and the desires and expectations of consumers who want a service that can provide solutions (problem solving). And in this case with a variety of business brands that have been circulating, one of the new businesses in the service sector is shoe laundry services named Sneaklin Premium Laundry Shoes. The unique thing about the Sneaklin case is that in the last 5 years they have not spent a large marketing fee, they have only maximized word of mouth strategies for their marketing communications, with this strategy they have become one of the well-known shoe laundry in Bandung, with 13 branches spread across Bandung and a total of 33 branches in major cities in Indonesia. The purpose of the research conducted by researchers was to find out the strategy of word of mouth from Sneaklin Premium Laundry Shoes. Specifically, again, to find out Sneaklin's steps in carrying out their word of mouth strategy include, Referral Marketing, Buzz Marketing, and Viral Marketing by using the marketing mix service product concept to identify the content of messages from word of mouth marketing that Sneaklin does. The research method conducted by researchers is qualitative research that emphasizes deep understanding of a particular phenomenon, and uses more analysis and emphasizes the process of meaning. The research approach used in this study is a case study approach, and researchers conduct detailed data collection using various procedures for collecting data and in a continuous time. The main conclusion of this study is that the application of SWOT analysis (strength, weakness, opportunity and threat) and the implementation of STP (Segmentation, Targeting, and Positioning) will optimize the Word of Mouth Strategy and consumer involvement in word of mouth strategies, having a large effect because of the influence obtained from consumers who are satisfied with the service products offered not only are indicated to be able to build brand awareness, which in turn can build interest in other prospective customers to try these service products.

Keywords: marketing communication, word of mouth strategy and  service products

 

Abstrak: Perkembangan di bidang bisnis jasa tidak terlepas dari berbagai perubahan faktor lingkungan yang menjadi pemicunya, di antaranya adalah  meningkatnya kebutuhan konsumen, dan keinginan serta harapan konsumen yang menginginkan suatu jasa yang dapat memberikan solusi (problem solving). Dan dalam kasus ini dengan ragam merek usaha yang telah beredar munculah salah satu bisnis baru di bidang jasa yaitu jasa laundry sepatu bernama Sneaklin Premium Laundry Shoes. Hal unik dari kasus Sneaklin ini adalah dimana mereka dalam 5 tahun terakhir tidak mengeluarkan biaya marketing yang besar, mereka hanya memaksimalkan strategi word of mouth untuk komunikasi pemasaran mereka, dengan strategi tersebut mereka berhasil menjadi salah satu laundri sepatu yang cukup dikenal di kota Bandung, dengan memiliki 13 cabang yang tersebar di Kota Bandung dan total 33 cabang di kota-kota besar di Indonesia.Tujuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran dari Sneaklin Premium Laundry Shoes. Secara spesifik lagi yaitu untuk mengetahui langkah Sneaklin dalam menjalankan strategi word of mouth mereka diantaranya adalah, Refferal Marketing , Buzz Marketing ,dan  Viral Marketing dengan menggunakan konsep marketing mix service product untuk menidentifikasi isi pesan dari word of mouth marketing yang dilakukan Sneaklin. Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian kualitatif yang menekankan pada pemahaman yang mendalam terhadap suatu fenomena tertentu, dan lebih banyak menggunakan analisis serta menekankan pada proses pemaknaan. Pendekataan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus, dan peneliti melakukan pengumpulan data secara mendetail dengan menggunakan berbagai prosedur pengumpulan data dan dalam waktu yang berkesinambungan.Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa penerapan analisis swot (strength, weakness, oppurtunity dan threat) serta impelementasi STP (Segmentation, Targettingng, dan Posisitioning) akan mengoptimalkan Strategi Word Of Mouth dan keterlibatan konsumen dalam strategi word of mouth, berpengaruh besar karena pengaruh tersebut didapatkan dari konsumen yang puas dengan produk jasa yang ditawarkan tidak hanya itu diindikasikan dapat membangun kesadaran merek, yang pada akhirnya dapat membangun ketertarikan calon konsumen lainnyauntuk mencoba produk jasa tersebut.

Kata Kuncikomunikasi pemasaran, strategi mulut ke mulut,  produk jasa


Keywords


komunikasi pemasaran, strategi mulut ke mulut, produk jasa

Full Text:

PDF

References


Aaker, David. 2015. Aaker on Branding; 20 Prinsip Esensial Mengelola dan Mengembangkan Brand. Jakarta: Gramedia.

Hasan, Ali, 2010. Marketing dari Mulut ke Mulut, Yogyakarta : Media Pressindo.

Hermawan, Agus. 2012. Komunikasi Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip dan K. L. Keller. 2009. Manajemen Pemasaran. Jilid I. Edisi ke 13. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip dan K.L. Keller. 2012. Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 2 Jakarta: Erlangga.

Rosyad, Udung Noor. 2010. Pengaruh Komunikasi Pemasaran terhadap Perluasan Pangsa Pasar. Bandung : Prosiding Penelitian SPeSIA 2019.

Sernovitz, Andi. 2009. Word of mouth Marketing. New York: Kaplan.

Shimp, Terence A. 2014. Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Periklanan dan Promosi Edisi 8. Jakarta : Salemba IV.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.14712

Flag Counter