Analisis Perbandingan Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Efisiensi Biaya Operasional dan Profitabilitas Sebelum dan Sesudah Penerapan Laku Pandai (Branchless Banking) (Studi Kasus pada 6 Perbankan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan)

Ilma Amaliah, Nurdin Nurdin, Azib Azib

Abstract


Abstract. Financial services without a branch office in the context of financial inclusion hereinafter called Laku Pandai is the activity of providing banking services and / or other financial services that do not throught a network of offices, but throught cooperation with other parties and need to be supported by used information technology insfrastucture. Product that can be provided by institute of financial services which organized Laku Pandai (branchless banking) include savings account, credit or micro financing for micro customers, micro-insurance and other financial product. This study aimed to analyze comparison the growth of Third Party Funds, Operational Cost Efficiency and Profitability before and after the application of Laku Pandai (branchless banking). The sample that used is 6 Banking Registered in Financial Fervices Authority. In this study conducted a comparative method to test pairwise comparison of two samples. The results using paired sample t test and Wilcoxon test showed that Third Party Fund Growth, Operational Cost Efficiency as measured by Operating Cost to Operating Income and Profitability as measured by Return On Assets significantly different after implementation of Laku Pandai (branchless banking). Third Party Fund increased by 16.65% after branchless banking. Efficiency Operating Costs raised by 5.60%, but still in good condition and efficient. Profitability decreased after branchless banking by 16.17%.

 

Abstrak. Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif yang selanjutnya disebut Laku Pandai adalah kegiatan menyediakan layanan perbankan dan/atau layanan keuangan lainnya yang dilakukan tidak melalui jaringan kantor, namun melalui kerjasama dengan pihak lain dan perlu didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi. Produk yang dapat disediakan oleh Lembaga Jasa Keuangan yang menyelenggarakan Laku Pandai diantaranya tabungan, kredit atau pembiayaan untuk nasabah mikro, asuransi mikro dan produk keuangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Efisiensi Biaya Operasional dan Profitabilitas sebelum dan sesudah penerapan laku pandai (branchless banking). Sampel yang diteliti adalah 6 perbankan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Dalam penelitian ini dilakukan metode komparatif dengan menguji perbandingan dua sampel berpasangan.  Hasil penelitian dengan menggunakan uji t dan uji Wilcoxon menunjukan Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga, Efisiensi Biaya Operasional yang diukur dengan BOPO dan Profitabilitas yang diukur menggunakan ROA berbeda signifikan sesudah penerapan laku pandai (branchless banking). Dana Pihak Ketiga naik sebesar 16.65% sesudah laku pandai. Efisiensi Biaya Operasional naik sebesar 5.60% namun tetap dalam kondisi baik dan efisien. Profitabilitas sesudah laku pandai turun sebesar 16.17%.


Keywords


Financial Inclusion, Laku Pandai (Branchless Banking), Third-Party Fund, Operating Cost to Operating Income, Return On Assets

References


Bank Indonesia. 2011. Penerapan Branchless banking di Indonesia. Jakarta : Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan. Preliminary Study.

Hanafi M. Mamduh, & Halim Abdul. 2014. Analisis Laporan Keuangan (edisi 4). Jakarta :UPP STIM YKP.

Juanda B. 2007. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. IPB Press.Bogor.

Kasmir. 2010. Manajemen Perbankan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Otoritas Jasa Keuangan. 2014. Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif. Peraturan OJK Nomor 19/POJK.03/2014. Jakarta.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.




Flag Counter