Analisis Pengendalian Persediaan untuk Produk Tas Kulit dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity untuk Meminimumkan Biaya Persediaan pada PT. Elco Garut – Jawa Barat

Rofiqotur Rosyidah

Abstract


Abstract. In the era of globalization that developed at this time, each company is required to be able to compete in the business world through the use of market and obtain maximum profit and minimum cost. This study aims to determine the inventory control of raw materials for leather bag products at PT. ELCO (Endies Leather Company) which will be compared with the supply of raw materials by using EOQ (Economic Order Quantity). From calculations that have been done, the method of EOQ (Economic Order Quantity) generating efficiencies total inventory costs by 7% compared to the total cost of raw material inventory amounted Rp.28.500.000 company policy, - the frequency of purchase of raw materials as much as 30 times. while the total cost of inventories of raw materials according to the method of EOQ (Economic Order Quantity) Rp 26,495,282.06, - the frequency of purchase of 20 times a year and the company can minimize inventory cost is Rp. 2,004,717.04, - then the company can provide the observer or safety stock inventory is at 2284 meters and do a reorder point or reorder point is at 2644 meters. This study was conducted using descriptive analysis and case studies. This study was only done on one company and the data were analyzed and compared with existing theories. Data were compared to the total cost of inventory is the company with the total cost of inventory using the economic order quantity so that the visible difference in the cost of the data.

 

Abstrak. Di era globalisasi yang berkembang pada saat ini, setiap perusahaan dituntut untuk mampu bersaing dalam dunia bisnis dengan cara penggunaan pasar dan mendapatkan laba yang maksimum dan mengeluarkan biaya yang minimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan bahan baku untuk produk tas kulit pada PT. ELCO (Endies Leather Company) yang akan dibandingkan dengan persediaan bahan baku dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, metode EOQ (Economic Order Quantity) menghasilkan efisiensi total biaya persediaan sebesar 7% dibandingkan dengan total biaya persediaan bahan baku kebijakan perusahaan adalah sebesar Rp.28.500.000,- dengan frekuensi pembelian bahan baku sebanyak 30 kali. sedangkan total biaya persediaan bahan baku menurut metode EOQ (Economic Order Quantity) sebesar Rp 26.495.282,06,- dengan frekuensi pembelian 20 kali dalam setahun dan perusahan dapat meminimumkan biaya persediaan adalah sebesar Rp. 2.004.717,04,- maka perusahaan dapat menyediakan persediaan pengamat atau safety stock adalah sebesar 2284 meter dan melakukan titik pemesanan kembali atau reorder point adalah sebesar 2644 meter. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif dan studi kasus. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu perusahaan dan dari data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan teori yang ada. Data yang dibandingkan adalah total biaya persediaan perusahaan dengan total biaya persediaan dengan menggunakan metode economic order quantity sehingga terlihat selisih biaya dari kedua data tersebut.


Keywords


Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point.



Flag Counter