Analisis Perencanaan Agregat (Agreggate Planning) untuk Meminimalkan Biaya Produksi pada Produk Bajigur Kemasan di CV. Cihanjuang Inti Teknik (CINTEK)

Wulan Ningsih, Tasya Aspiranti

Abstract


Abstract. CV. Cihanjuang Inti Teknik (CINTEK) is a company engaged in the production of traditional drinks packaging Bajigur "Hanjuang". In determining the number of demands for the next period, the company does the forecasting of demands based on previous sales data. This study aims to make calculations using the aggregate planning method, with the aim of minimizing production costs on the CV. Cihanjuang Inti Teknik (CINTEK). To fulfill the production demands in the future, the Forecasting method is used by Least Square, and production control planning using three aggregate planning methods, there are : Level Workforce Strategy, Level Workforce Plus Overtime, and Chase Strategy. The most minimal results obtained using these three methods are using the Level Workforce Inventory method with a total cost of Rp. 2,712,004,710, compared to using the Level Workforce Plus Overtime method with a total cost of Rp. 4,679,344,290, and the Chase Strategy method which results in a total cost of Rp. 3,284,396,000.

 

Keywords: Aggregate Planning, Chase Strategy, Forecasting, Level Workforce Plus Overtime, Level Workforce Strategy.

 

 

Abstrak. CV. Cihanjuang Inti Teknik (CINTEK) merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi minuman kemasan tradisional Bajigur “Hanjuang”. Dalam menentukan jumlah permintaan untuk periode berikutnya, perusahaan melakukan peramalan permintaan berdasarkan data penjualan periode sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perhitungan dengan menggunakan metode perencanaan agregat, dengan tujuan untuk meminimalkan biaya produksi pada CV. Cihanjuang Inti Teknik (CINTEK). Untuk memenuhi permintaan produksi di masa mendatang dilakukan metode Forecasting menggunakan Least Square, dan perencanaan pengendalian produksi menggunakan tiga metode perencanaan agregat, yaitu : Level Workforce Strategy, Level Workforce Plus Overtime, dan Chase Strategy. Hasil paling minimal yang diperoleh dengan menggunakan tiga metode tersebut adalah dengan menggunakan metode Level Workforce Strategy dengan total biaya yang diperoleh sebesar Rp. 2.712.004.710, dibandingkan dengan menggunakan metode Level Workforce Plus Overtime dengan total biaya sebesar Rp. 4.679.344.290, dan metode Chase Strategy yang menghasilkan total biaya sebesar Rp. 3.284.396.000.

 

Kata Kunci : Perencanaan Agregat, Chase Strategy, Peramalan, Level Workforce Plus Overtime, Level Workforce Strategy.

Keywords


Perencanaan Agregat, Chase Strategy, Peramalan, Level Workforce Plus Overtime, Level Workforce Strategy

Full Text:

PDF

References


Assauri, Sofjan. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Indonesia

Diana Kairani Sofyan. 2013, Perencanaan & Pengendalian Produksi. Graha Ilmu, Yogyakarta

Erni Tisnawati Sule dan Kurniawa Saefullah. 2010. Pengantar Manajemen, Jakarta, Perdana Media, Edisi Pertama

Fadila, R. (2018). “Analisis-Analisis Perencanaan Agregat (Aggregate Planning) untuk Meminimalkan Biaya Produksi pada Produk Kaus Kaki di CV. Citra Baru Busana Bandung, Prosiding Manajemen, Vol 4. No (2). 1071-1078

Gaspersz, Vincent, 2012, All In One Production and Inventori Management, Edisi 8, Bogor.

Haming, Murdifin & Mahfud Nurjamuddin. 2014. Manajemen Produksi Modern Operasi Manufaktur dan Jasa. Jakarta. Bumi Aksara

Handoko, T. hani. 2016. Manajemen. Edisi 2. Yogyakarta : BPFE

Heizer, J. & Render, B. 2012. Operations Management. Edisi 9 Buku 1. Salemba Empat, Jakarta.

Heizer, Jay and Barry Render, 2015. Manajemen Operasi Keberlangsungan dan Rantai Pasokan, Edisi 11. Jakarta : Salemba Empat

Heizer, Jay dan Render, Barry. 2015. Manajemen Operasi Keberlangsungan dan Rantai Pasokan. Edisi Sebelas. Diterjemahkan oleh : Hirson Kurnia, Ratna Saraswati, David Wijaya. Salemba Empat. Jakarta

http://marketeers.com/peluang-ukm-di-bandung-masih-terbuka-luas/. Diakses pada tanggal 25 Desember 2018

http://www.kemenperin.go.id/artikel/18465/Industri-Makana-dan-Minuman- Masih- Jadi-Andalan. Diakses pada tanggal 12 Desember 2018.

http://www.perpustakaan.bappenas.go.id. Diakses pada tanggal 23 Desember 2018.

Mahmudi. 2010, Manajemen Keuangan Daerah. Penerbit Erlangga. Jakarta

Nasution Arman, H dan Prasetyawan Y. 2008. Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Edisi Pertama. Yogyakarta, Graha Ilmu

Putra, AB (2018). Analisis Perencanaan Agregat Dengan Menggunakan Metode Chase Strategy Dan Level Workforce Untuk Meminimumkan Biaya

Produksi Kaos Di Usaha Menengah Holmes Production Bandung. Skripsi Sarjana pada FEB. UNISBA : tidak diterbitkan

Rahardjo Adisasmita. 2011, Manajemen Pemerintah Daerah. Graha Ilmu, Yogyakarta

Stevenson, W.J., Chuong, S.C. 2014. Manajemen Operasi Presprektif Asia, Edisi 9. Salemba Empat and MC Graw Hill Education, Jakarta.

Sudirman, (2014). Analisis Penerapan Perencanaan Agregat Pada Permintaan Produksi Usaha Kaos Polos Murah Malang. Skripsi Sarjana pada FEB Universitas Muhammadiyah Malang : tidak diterbitkan




Flag Counter