Usulan Perbaikan Kualitas Produk Kaus Kaki dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus: Home Industry Citra Iqra Pratama)

Poppy Febriyana, Dewi Shofi Mulyati, Iyan Bachtiar

Abstract


Abstract. The ability of the companies producing products with good quality and competitive price is the key to success for the company's position in the competition. Citra Iqra Pratama is one of the companies that manufacture home industry in Bandung socks. The production number of the product with the most namely socks school from April to March 2016 2016 – as many as a dozen 29922. From the resulting product has a number of defects of 8.74%, a percentage that exceeds the tolerance of disability assigned company i.e. by 5%. Production at the company's failure caused by human factors, machines, tools used, the working techniques and the environment. It also results in a defect in the product that consists of a hopelessly flawed flawed broken threads, needles, thread, cut disability disability settings, disabled and deformed som obras. The disability resulted in a decrease in the quality of the product. It is therefore necessary for quality improvements can reduce defects in products with method of Fault Tree Analysis (FTA), to identify and detect the shape of the failure that caused the disability products through the roots of the problem. From the root of the problem so it can be done using the repair Method proposed Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). The result of the method of FMEA is a Risk Priority Number (RPN). Based on the results of the processing and analysis of data obtained the highest cause of disability in the type of break up the threads are less scrupulous operators and the new operator with the value of the RPN amounted to 105. Types of defects piece of yarn is the operator less scrupulous and the new operator with the value of the RPN amounted to 112. Types of disabilities broken needles is the operator less thorough and the new operator with the value of the RPN amounted to 175. This type of defect is the lazy operator settings with the value of the RPN amounted to 112. Types of disability are less scrupulous operators obras, operator new, unskilled operators, and the placement of socks do not fit at the moment are sewn with the value of the RPN amounted to 112. Types of disability are less scrupulous operators som, operator new, unskilled operators, and the placement of the socks did not fit at the moment are sewn with the value of the RPN amounted to 112.

 

Keywords: Quality, Fault Tree Analysis, Failure Mode and Effect Analysis

 

Abstrak. Kemampuan perusahaan menghasilkan produk dengan kualitas baik dan harga yang kompetitif merupakan kunci kesuksesan bagi posisi perusahaan dalam persaingan. Citra Iqra Pratama merupakan salah satu perusahaan home industry yang memproduksi kaus kaki di Kota Bandung. Produk dengan jumlah produksi paling banyak yaitu kaus kaki sekolah dari bulan April 2016 – Maret 2016 sebanyak 29922 lusin. Dari produk yang dihasilkan memiliki jumlah kecacatan sebesar 8,74%, presentase tersebut melebihi toleransi kecacatan yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 5%. Kegagalan  produksi  di  perusahaan  diakibatkan  oleh  faktor  manusia, mesin, alat yang digunakan, teknik kerja dan lingkungan. Hal tersebut menyebabkan kecacatan pada produk yang terdiri dari cacat putus benang, cacat patah jarum, cacat potong benang, cacat setting, cacat obras dan cacat som. Kecacatan tersebut mengakibatkan penurunan kualitas produk. Oleh karena itu diperlukan perbaikan kualitas untuk dapat mengurangi kecacatan pada produk dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA), untuk mengidentifikasi dan mendeteksi bentuk kegagalan yang menyebabkan kecacatan produk melalui akar permasalahan. Dari akar masalah tersebut maka dapat dilakukan usulan perbaikan menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Hasil dari metode FMEA adalah Risk Priority Number (RPN). Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data didapatkan penyebab tertinggi pada jenis cacat putus benang adalah operator kurang teliti dan operator baru dengan nilai RPN sebesar 105. Jenis cacat potong benang adalah operator kurang teliti dan operator baru dengan nilai RPN sebesar 112. Jenis cacat patah jarum adalah operator kurang teliti dan operator baru dengan nilai RPN sebesar 175. Jenis cacat setting adalah operator malas dengan nilai RPN sebesar 112. Jenis cacat obras adalah operator kurang teliti, operator baru, operator tidak terampil, dan penempatan kaus kaki tidak pas pada saat dijahit dengan nilai RPN sebesar 112. Jenis cacat som adalah operator kurang teliti, operator baru, operator tidak terampil, dan penempatan kaus kaki tidak pas pada saat dijahit dengan nilai RPN sebesar 112.

 

Kata Kunci: Kualitas, Fault Tree Analysis, Failure Mode And Effect Analysis


Keywords


Kualitas, Fault Tree Analysis, Failure Mode And Effect Analysis

References


Anugrah, N. R., Fitria L., dan Desrianty A., 2015. Usulan Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Dan Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Di Pabrik Roti Bariton, Jurnal Online Teknik Industri ITENAS, [online] Tersedia pada: [Diakses 01 Maret 2017]

Assauri, S., 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Besterfield, D. H., 2003. Total Quality Management. Third Edition. Ohio: Prentice Hall.

Blanchard, B. S., 2004. Logistics Engineering And Management. 6th Edition. New Jersey : Pearson Prentice Hall.

Carlson, C. S., 2014. Effective FMEAs:Achiving Safe, Reliable, and Economical Products and Processes using Failure Mode and Effects Analysis. New Jersey: John Wiley Sons

Gaspersz, V., 1997. Manajemen Kualitas: Penerapan Konsep-Konsep Kualitas dalam Manajemen Bisnis Total. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Gaspersz, V., 2005. Total Quality Manajemen. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hansen dan Mowen, 2001. Manajemen Biaya, Buku II. Jakarta: Salemba Empat.

Heizer, J., dan Render, B., 2005. Operation Management, 7th ed, Prentice Hall, New Jersey

Kolarik, W. J., 2003. Creating Quality: Process Design for Results. New York: McGraw-Hill.

Kotler, P., 2002. Manajemen Pemasaran. Jilid I, Edisi Indonesia, Edisi Milenium, Edisi Kesepuluh. Jakarta: PT. Prenhallindo.

McDermott, R. E., 2009. The Basic of FMEA. Edisi Kedua. USA: CRC Press.

Montgomery, D. C., 2001. Introduction to Statistical Quality Control. 4thEdition. New York : John Wiley & Sons, Inc.

Nasution, M. N., 2015. Manajemen Mutu Terpadu. Bogor: Ghalia Indonesia.

Pande, P. S., 2003. The Six Sigma Way. Yogyakarta. Andi.

Prawirosentono, S., 2007. Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Abad 21 “Kiat Membangun Bisnis Kompetitif”. Jakarta : Bumi Aksara.

Priyanta, D., 2000. Keandalan dan Perawatan. Institut Teknologi Surabaya. Surabaya.

Purnama, M., 2017. Rancangan Perbaikan Kualitas Produk Pakaian Model Tunik Tipe Te I Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) Dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Di Cv Nepsindo. ST. Universitas Islam Bandung.

Syukron, A., dan Kholil, M., 2013. Six Sigma Quality for Business Improvement. Jakarta: Graha Ilmu.

Tannady, H., 2015. Pengendalian Kualitas. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Tjiptono, F., 2000. Manajemen Jasa. Yogyakarta: Andi

Wahyuni, Sulistiyowati, dan Khamim, 2015. Pengendalian Kualitas: Aplikasi pada Industri Jasa dan Manufaktur dengan Lean, Six Sigma dan Servqual. Jakarta: Graha Ilmu.




Flag Counter