Menentukan Key Performance Indicators (KPI) Menggunakan Metode Performance Prism Pada Smp Negeri 18 Kota Bandung

Rifal Diansyah Nurachman

Abstract


Abstract. School is one of educational institution that required by the community. Good schools of supported by individual which is in it .SMPN 18 need to improve its performance because of the absence the performance indicators that involving stakeholders of being essential or main. Performance is multidimensional that will bias, if is measured using of measurement or single standard. Therefore, performance is generally measured by comparison with various criteria or standards. To find out whether the objectives or performance indicators are achieved, the Performance Indicators (PI) are designed to determine the Key Performance Indicators (KPI). This research aimed to design KPI SMPN 18 by using Performance Prism method and can be proposed as a basic tool of performance measurement. The initial step in establishing KPI is to determine the stakeholders of SMPN 18, which then identify stakeholder satisfaction and stakeholder contributions, as well as the objectives, strategies, processes and capabilities of SMPN 18. Identify the PI based on the objectives of each stakeholder then weighted against the PI using pairwise comparison AHP (Analytical Hierarchy Process). The final step determines the KPI by identifying 10 PI that have the greatest weight.

Keywords: stakeholder, Performance Prism, Analytical Hierarchy Process.

Abstrak. Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang diperlukan oleh masyarakat. Sekolah yang baik tentu didukung oleh individu yang ada didalamnya. SMPN 18 perlu meningkatkan kinerjanya karena tidak adanya indikator kinerja yang melibatkan stakeholder yang penting atau utama. Karena kinerja itu bersifat multidimensional akan bias jika diukur dengan menggunakan pengukuran atau standar tunggal. Oleh karena itu umumnya kinerja diukur berdasarkan perbandingan dengan berbagai kriteria atau standar. Untuk mengetahui apakah tujuan atau indikator kinerja sudah tercapai maka dirancanglah Performance Indicators (PI) untuk menentukan Key Performance Indicators (KPI). Penelitian ini bertujuan merancang KPI SMPN 18 dengan menggunakan metode Performance Prism dan dapat dijadikan usulan sebagai alat dasar pengukuran kinerja. Langkah awal menentukan KPI adalah menentukan stakeholder SMPN 18, yang kemudian mengidentifikasi stakeholder satisfaction dan stakeholder contribution, serta Tujuan, strategi, proses, dan kapabilitas SMPN 18. Mengidentifikasi PI berdasarkan tujuan dari masing-masing stakeholder yang kemudian dilakukan pembobotan terhadap PI menggunakan pairwise comparison AHP (Analytical Hierarchy Process). Langkah terakhir menentukan KPI dengan mengidentifikasi 10 PI yang memiliki bobot terbesar.

Kata Kunci: stakeholder, Performance Prism, Analytical Hierarchy Process.


Keywords


stakeholder, Performance Prism, Analytical Hierarchy Process.

References


Artley, W., dan Stroch, S. 2001. Establishing an Integrated Performance Measurement Systems: Oak Ridge Institude For Science And Education.

Bhargava, M., Dubelaar, C., & Ramaswami, S. 1994. Reconciling Diverse Measure of Performance : A Conceptual Framework and Test of a Methodology. Journal of Business Research. Vol, 31 p. 235-246.

Budi P. S dan Ashari.2005.Analisis Statistik dengan Microsoft Excel dan SPSS.Yogyakarta. : Andi Offset.

Clarkson, M. 1994. “A Risk Based of Stakeholder Theory : Toronto”. Proceedings of the Second Toronto Coference on Stakeholder Theory, Center for Corporate Social Performance and Ethics, University Toronto. Toronto.

Eliza G.C. Collins., Anne D. M. 1992. The Portable MBA. New York: John Wiley and Sons, Inc.

Furtwengler, D, 2002. Penuntun Sepuluh Menit Penilaian Kinerja : Menguasai Keahlian Yang Anda Perlukan Dalam Sepuluh Menit. Andi. Yogyakarta.

Gasperz, V. 2007. GE Way and Malcolm Balridge Criteria for Performance Excellence. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Helfert, E, A. 1996. Teknik Analisis Keuangan. Erlangga. Jakarta.

Istijanto, M. M.,M.Com. 2005, Riset Sumber Daya Manusia, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kaplan, R, S. and David P, N. 2000. Balanced Scorecard Menerapkan Strategi Menjadi Aksi, Terjemahan, Jakarta : Erlangga.

Li, M & Simerly, R.L. 1998. The Moderating Effect of Environmental Dynamism on the Ownership and Performance Relationship. Strategic Management Journal. Vol. 19. p. 169-179.

Mulyadi dan Setyawan, 1999. Sistem Perancangan Dan Pengendalian Manajemen : Sistem Pelipat Ganda Kinerja Perusahaan. Salema. Jakarta.

Mulyadi. 2001 Balanced Scorecard: Alat Manajemen Kontemporer untuk pelipatganda Kinerja Keuangan Perusahaan. (edisi ke-2). Jakarta: Salemba Empat.

Murphy, G.B. Traveler, JW & R.C. Hill. 1996. Measuring Performance in Entrepreneurship Research. Journal of Business Research. Vol. 36.

Narbuko, C., & Achmadi, A. 2002. Metodologi penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, H. 2008. Proses Pengelolaan Sumber Daya Manusia. USU Press. Medan.

Neely, A., and Kennerly, M., 2000, The New Spectrum: How The Performance Prism Frameworks Helps, Centre for Business Performance. Cranfield School of Management, UK.

Neely, A.D., and Adams, C.A, 2000. Perspective on performance : the performance prism. Cranfield School of Management, UK.

Neely, A.D., dan Adams, C.A. 2000a, Perspective on Performances: The Performance Prism, Centre for Business Performance. Cranfield School of Management, UK.

Neely, A.D., and Adams, C.A, 2001. The performance prism in practice. Cranfield School of Management, UK.

Parmenter, D. 2010. Key Performance Indicators. Edisi kedua. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Prabarini, N, A.. 2015. Menentukan Key Performance Indicators (KPI) sebagai Alat Pengukuran Kinerja dengan Menggunakan Metode Performance Prism (Studi Kasus di Batik Agung Wibowo). Surakarta: UNS-F. Teknik Jur. Teknik Industri.

Saaty, T.L. 2008. Decision Making with the analytic hieararchy process. University of Pittsburgh: USA.

Saputra, A, Y. 2008. Evaluasi Kinerja PT. Balai Pustaka (Persero) Menggunakan Pendekatan Malcolm Balridge Criteria for Performance Excellence Sebagai Upaya Perbaikan Kinerja.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : ALFABETA.

Srimindarti, C. 2004. Balanced Scorecard Sebagai Alternatif Untuk Mengukur Kinerja. Fokus Ekonomi, Vol 3 No 1.

Sunarya, Y. 2001. Pencemaran Air, Udara, dan Tanah. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Sekaran, U. 2006, Metodologi Penelitian untuk Bisnis, Edisi 4, Buku 1, Jakarta: Salemba Empat.

Sekaran, U. 2009, Research Methods For Business (Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

Wibisono, D. 2006. Manajemen Kinerja. Erlangga. Jakarta.

Wiklund, J. 1999. The Sustainability of the Entrepreneurship Orientation Performance Relationship. Entrepreneurship Theory and Practice. Fall. p. 37-55.

Zarkasyi, M, W. 2008. Good Corporate Governance Pada Badan Usaha Manufaktur, Perbankan, dan Jasa Keuangan Lainnya. Bandung : Alfabeta.




Flag Counter