Usulan Pengendalian Kualitas untuk Mengurangi Produk Cacat Handuk Menggunakan Metode Statistical Quality Control dan Metode 5W+1H

Elsa Prasistia, Yan Orgianus, Dewi Shofi Mulyati

Abstract


Abstract. PT. XY is a company that produces various types of towels. The problem within this company was that the number of defects on towels experienced during 2019 in 9 months with an average of 7% to 9% defects which exceed the number set by the company, that was 5%. The research objectives were a) Identifying the category of defects in bath towels at PT. XY; b) Finding the biggest factor that causes the dominant defects in bath towels at PT. XY; c) Proposing quality control to minimize types of defects. The method used was the Statistical Quality Control (SQC) method with the assistance of seven tools. The seven tools used were checking sheets, histograms, Pareto diagrams, U control charts, and causal diagrams. Then, the use of the FMEA method to reduce the risk of causing defects that occurred by looking for the highest RPN (Risk Priority Number). The highest RPN results were used to make a control proposal based on the 5W+1H method. The results of the study identified three types of defects, namely; a) 18% passed yarns defects, 16% flecks, and 11% gross land; b) The biggest factor that causes passed yarns defects was raw materials that were not controlled, the factor that caused flecks defects was the engine cleanliness deficiency, factors that caused gross land defects was the lack of engine cleanliness, inappropriate humidity levels and air temperatures. c) The proposal of quality control according to the 5W+1H method, namely the passed yarns defects with the recommended highest RPN value of 315 was to control the raw materials of towels with the proposed raw materials checking form. The proposal for flecks defects with a recommended RPN value of 180 was a form for checking the engine cleanliness before and after production. The proposal for gross land defects with the recommended highest RPN value of 180 was the installation of an exhaust fan for humidity levels and installation of turbine ventilators for inappropriate air temperatures.

Keywords: Quality Control, Statistical Quality Control (SQC), Seven Tools, 5W+1H

Abstrak. PT. XY merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai jenis handuk. Permasalahan pada perusahaan ini yaitu jumlah cacat (defect) pada handuk tahun 2019 dalam 9 bulan dialami rata-rata cacat 7% hingga 9% yang melebihi jumlah yang ditetapkan perusahaan yaitu sebesar 5%. Tujuan penelitian yaitu a) Mengidentifikasi kategori kecacatan pada produk handuk mandi (bath towel) di PT. XY; b) Menemukan faktor terbesar yang menyebabkan kecacatan yang dominan pada produk handuk mandi (bath towel) di PT. XY; c) Mengusulkan pengendalian kualitas untuk meminimalisasi jenis kecacatan. Metode yang digunakan adalah metode Statistical Quality Control (SQC) dengan bantuan seven tools. Seven tools yang digunakan adalah lembar periksa, histogram, diagram pareto, peta kendali U dan diagram sebab akibat. Kemudian menggunakan metode FMEA untuk mengurangi resiko penyebab cacat yang terjadi dengan mencari RPN (risk priority number) tertinggi. Hasil RPN tertinggi digunakan untuk membuat usulan pengendalian berdasarkan metode 5W+1H. Hasil penelitian a) Mengidentifikasi tiga jenis cacat yaitu cacat benang lolos 18%, flek 16% dan kotor tanah 11%; b) Faktor terbesar yang menyebabkan kecacatan benang lolos adalah bahan baku yang kurang terkontrol, faktor yang menyebabkan kecacatan flek adalah kurangnya kebersihan mesin, faktor yang menyebabkan kecacatan kotor tanah yaitu kurang kebersihan mesin, tingkat kelembapan dan suhu udara yang tidak sesuai. c) Usulan pengendalian kualitas sesuai metode 5W+1H yaitu pada kecacatan benang lolos dengan nilai RPN tertinggi 315 yang disarankan adalah mengendalikan bahan baku handuk dengan formulir pengecekan bahan baku yang telah diusulkan. Usulan untuk kecacatan flek dengan nilai RPN 180 yang disarankan adalah berupa formulir pengecekan kebersihan mesin sebelum dan sesudah produksi. Usulan untuk kecacatan kotor tanah dengan nilai RPN tertinggi 180 yang disarankan adalah pemasangan exhaust fan untuk tingkat kelembapan dan pemasangan turbin ventilator untuk suhu udara tidak sesuai.

Kata Kunci: Quality Control, Statistical Quality Control (SQC), Seven Tools, 5W+1H


Keywords


Quality Control, Statistical Quality Control (SQC), Seven Tools, 5W+1H

Full Text:

PDF

References


Atmaja, L. T., Supriyadi, E. And Utaminingsih, S. (2018) ‘Analisis Efektivitas Mesin Pressing Ph-1400 Dengan Metode Overall Equipment Effectiveness ( Oee ) Di Pt . Surya Siam Keramik’, 1.

Arabian-Hoseynabadi, H., Oraee, H. dan Tavner, P. J., 2010. Failure Modes and Effects Analysis (FMEA) for wind turbines, International Journal of Electrical Power and Energy Systems, 32(7), 817–824.

Heizer, J. dan Render, B., 2015. Manajemen operasi: manajemen keberlangsungan dan rantai pasokan. 11th Edition. Jakarta: Salemba Empat.

Nasution, N. M., 2015. Manajemen mutu terpadu. 3rd Edition. Bogor: Ghalia Indonesia.

Tannady, H., 2015. Pengendalian kualitas. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Yamit, J., 2013. Manajemen kualitas produk & jasa. Yogyakarta: Ekonisia

Nurochim Saeful, As'ad Nur Rahman, Rukmana Asep Nana. (2021). Perancangan Produk Waistbag dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (QFD). Jurnal Riset Teknik Industri, 1(1), 1-13.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/ti.v0i0.30517

Flag Counter