Perancangan Pembagian Aktivitas Kerja Berdasarkan Waktu Baku dengan Menggunakan Peta Proses Kelompok Kerja di PT X

Heddi Nasution, Eri Achiraeniwati, Selamat Selamat

Abstract


Abstract. PT X which is a company engaged in the manufacture of food containers. The purpose of this study was to design workloads for all workers in a food can company. Companies often have problems, namely targets that are not achieved, due to an uneven workload. Therefore, to determine the processing time, the downtime method and the Working Group Process Map are used to analyze the existing work system and the workload of workers in the company at this time. The results of the research that have been carried out show that the percentage of work and waiting for cleaning is 40% and 60%, Painting is 10% and 90%, while for Cutting, Bending and Desoldering it is 100% and 0%. The repair solution was carried out using the Working Group Process Map, namely moving one work activity in the Bending section, namely cutting pieces of cans for the glass list to the Cleaning section and one work activity in the Desoldering section, namely forming and assembling the glass can body list to the Painting section. The results of the calculation of performance improvement show that there is an increase in performance for four work stations, namely the bending section initially used to complete 178 units/day to 229 units/day, Cleaning 178 units to 247 units/day, desoldering and painting 129 units/day to 182 units/day.

Keywords: Downtime, Work Loading, Working Group Process Map.

Abstrak. PT X yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan wadah makanan. Tujuan penelitian ini untuk merancang pembebanan kerja untuk semua pekerja pada perusahaan kaleng makanan. Perusahaan sering kali memiliki permasalahan yaitu target yang tidak tercapai, dikarenakan adanya pembebanan kerja yang tidak merata. Oleh karena itu untuk mengetahui waktu proses digunakan metode jam henti dan Peta Proses Kelompok Kerja untuk menganalisis sitem kerja yang ada dan beban kerja pekerja yang ada diperusahaan saat ini. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan persentasi kerja dan menunggu pembersihan sebesar 40% dan 60%, Pengecatan sebesar 10% dan  90%, sedangkan untuk Pemotongan, Penekukan dan Pematrian sebesar 100% dan 0%. Solusi perbaikan yang dilakukan dengan menggunakan Peta Proses Kelompok kerja yaitu memindahkan satu aktivitas kerja bagian Penekukan yaitu memotong potongan kaleng untuk list kaca ke bagian Pembersihan dan satu aktivitas kerja bagian Pematrian yaitu membentuk dan merakit list kaca kebadan kaleng ke bagian Pengecatan. Hasil perhitungan peningkatan kinerja menunjukkan adanya peningkatan kinerja untuk empat stasiun kerja yaitu bagian Penekukan awalnya biasa menyelesaikan 178 unit/hari menjadi 229 unit/hari, Pembersihan 178 unit menjadi 247 unit/hari, Pematrian dan pengecatan  129 unit/hari menjadi 182 unit/hari.

Kata Kunci: Jam Henti, Pembebanan Kerja, Peta Proses Kelompok Kerja.

Keywords


Jam Henti, Pembebanan Kerja, Peta Proses Kelompok Kerja.

Full Text:

PDF

References


Afiani, R., dan Pujotomo, D. (2017). Penentuan Waktu Baku dengan Metode Stopwatch Time Study Studi Kasus Cv.mans Group. None.

Aripin, M. I. Z., Hardjomidjojo, H., dan Darmawan, M. A. (2016). Aplikasi Teknik Tata Cara Kerja Dalam Penentuan Waktu Standar Proses Pembuatan Sari Kurma Di Cv. Ams.

As' ad, N. R., Achiraeniwati, E., dan Rezeki, Y. S. (2016). Perbaikan Sistem Kerja pada Industri Rumah Tangga Sepatu di Cibaduyut Bandung untuk Meminimasi Beban Kerja Mental. ETHOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 311-317.

Meutia, S., dan Maryana. (2015). Perbaikan Metode Kerja Pada Bagian Produksi Dengan Menggunakan Man and Machine Chart. Teknovasi, 02, 15–26.

Priambodo, K. A., dan Andriyanto, A. (2018). Analisis Penentuan Waktu Standar Kerja Pada Proses Outbound Ekspor di Gudang PT Mitsubishi Electric Automotive Indonesia Dengan Menggunakan Metode Time And Motion Study. Jurnal Logistik Bisnis, 8(2), 97-101.

N Krida Cipta, Aviasti, Mulyati Dewi Shofi. (2021). Usulan Perbaikan Kualitas Produk Labu Ukur Menggunakan Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) di CV. X. Jurnal Riset Teknik Industri, 1(1), 36-42.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/ti.v0i0.29826

Flag Counter