Perbaikan Kinerja Rantai Pasok dengan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) di PT. Pindad Enjiniring Indonesia

Luthfi Maulana Taufik, Rakhmat Ceha, Muhammad Dzikron A.M

Abstract


Abstract. PT. Pindad Engineering Indonesia (PEI) is a company engaged in the production of metal components. From observations in the field, it is known that PT. PEI still often experiences problems in the supply chain such as the procurement, production and delivery processes. This company is often late in the arrival of raw materials so that all processes are hampered. Therefore it is necessary to evaluate the performance of the company's supply chain that is currently running, the aim is to determine the performance of the supply chain, identify indicators and provide improvement solutions. The research was conducted on the production of segment balls for 8 periods (2018 – 2020). This study discusses supply chain measurement using the SCOR method which can measure the entire supply chain process. This measurement is carried out based on 5 processes in the SCOR consisting of 3 levels, each of which consists of each attribute and the performance matrix is described in the form of Key Performance Indicators (KPI). In data processing, each matrix is weighted using AHP, from the results of the study, the total value of the company's performance is 77.00 which is included in the good category. Of the 33 KPIs, there are 6 KPIs that are still below the company's target, including: the timeframe for the arrival of raw materials, the accuracy of the entry of raw materials, the lead time of raw materials, the use of SOPs, the ability and accuracy in working on the product.

Keywords: SCM, Performance Measurement, SCOR.

Abstrak.  PT.Pindad Enjiniring Indonesia (PEI) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi komponen logam. Dari observasi di lapangan diketahui PT.PEI masih sering mengalami permasalahan dalam kegiatan rantai pasok seperti proses pengadaan, produksi dan pengiriman. Perusahaan ini sering mengalami keterlambatan datangnya bahan baku sehingga membuat semua proses menjadi terhambat. Oleh karena itu dibutuhkan evaluasi mengenai kinerja rantai pasok perusahaan yang sedang berjalan, tujuanya adalah untuk mengetahui performansi kinerja rantai pasok, mengidentifikasi indikator yang bermasalah serta memberi solusi perbaikan. Penelitian dilakukan pada produksi bola segmen selama 8 periode (2018 – 2020). Dalam penelitian ini dibahas mengenai pengukuran kinerja rantai pasok menggunakan metode SCOR yang dapat mengukur seluruh proses inti rantai pasok. Pengukuran ini dilakukan berdasarkan 5 proses inti dalam SCOR yang terdiri dari 3 Level yang masing-masing dijabarkan dalam setiap atribut dan matriks kinerja di jelaskan dalam bentuk Key Performance Indicator (KPI). Dalam pengolahan data dilakukan pembobotan tiap matriks menggunakan AHP, dari hasil penelitian didapatkan total nilai kinerja perusahaan sebesar 77,00 yang masuk dalam ketegori baik. Dari 33 KPI yang diukur terdapat 6 KPI yang masih dibawah target perusahaan diantaranya : jangka waktu kedatangan bahan baku, ketepatan masuknya bahan baku , Lead Time bahan baku , penggunaan SOP, kemampuan dan ketepatan dalam mengerjakan produk.

Kata Kunci: SCM, Pengukuran Kinerja, SCOR.


Keywords


SCM, Pengukuran Kinerja, SCOR.

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik, (2019). Analisis Perkembangan Industri di Indonesia 2019. Jakarta:

Badan Pusat Statistik.

Ceha, R., Dzikron Am, M., dan Riyanto, S. (2017). Identifikasi Permasalahan Rantai Pasok pada Komoditas Kopi di Jawa Barat. Prosiding SNaPP: Sains, Teknologi, 7(2), 355-362.

Chotimah,R.R., Purwanggono, B., dan Susanty, A. (2018). Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Menggunakan Metode SCOR dan AHP Pada Unit Pengantongan Pupuk Urea PT . Dwimatama Multikarsa Semarang. Ejournal Universitas Diponegoro, 1(1).

Divisi Manufaktur PT Pindad Enjiniring Indonesia. (2020)

Dzikron, M., Ceha, R., dan Muhammad, C.R. (2016). Perbaikan Kinerja Operasional Industri Penyamakan Kulit Dengan Pendekatan Supply Chain Dan Lean Manufacturing (Kasus Industri Kulit Sukaregang). Teknoin, 22(8).

Herjanto, E. (2007). Manajemen Operasi (Edisi 3). Grasindo.

Kozma, D., Varga, P., dan Hegedüs, C. (2019). Supply chain management and logistics 4.0-A study on arrowhead framework integration. In 2019 8th International Conference on Industrial Technology and Management (ICITM) (pp. 12-16). IEEE.

Saaty, T. L., dan Vargas, L. G. (2012). The seven pillars of the analytic hierarchy process. In Models, methods, concepts & applications of the analytic hierarchy process (pp. 23-40). Springer, Boston, MA.

Supply Chain Council.(2010) .Supply Chain Operation Referance Model Revision 12.0. United Statesof America.

Syahid Irsyad Ali, As'ad Nur Rahman, Renosori Puti. (2021). Perancangan Fasilitas Kerja pada Stasiun Kerja Finishing dengan Metode Quality Exposure Checklist (QEC) di CV X Divisi Sarung Tenun. Jurnal Riset Teknik Industri, 1(1), 14-27.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/ti.v0i0.29298

Flag Counter