Perancangan Fasilitas Meja Kerja yang Ergonomis pada Stasiun Kerja Polishing di PT. Helie Furniture Indonesia

Restu Dwi Pangestu, Nur Rahman As'ad, Iyan Bachtiar

Abstract


Abstract. The company where this research was conducted is a company engaged in furniture. The products produced are outdoor chairs with various types. The company's current problem is that there are no ideal and ergonomic work facilities at the polishing work station. The impact of these problems has resulted in operators working at polishing work stations complaining of pain in several parts of the body. Based on the results of preliminary research, the most risky work attitude among other operators is at the polishing work station. This is because the polishing work station still does not use adequate work facilities. At this polishing work station, the operator works with a bent back, a neck that always bends forward, and hands that are always moving dynamically. The methods used in this research are Nordic Body Maps (NBM), Ovako Work Posture Analysis System (OWAS), and Anthropometry. The results of the Nordic Body Maps questionnaire, showed that polishing operators experienced complaints of pain which included pain in the upper back, lower back, and knees categories. The results of the identification of work risks using the OWAS method show a value of 2. This value indicates that the work carried out can be at risk of injury to the operator's body, so that improvements are needed. Improvements made to minimize the magnitude of the work risk are by designing a work facility in the form of a workbench that can hang a chair to be polished. The design size of the work facility is 176 cm long, 68 cm wide, and 98 cm high.

Keywords: Nordic Body Maps (NBM), Ovako Work Posture Analysis System (OWAS), Anthropometry

Abstrak. Perusahaan tempat dilakukannya penelitian ini merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang furniture. Produk yang dihasilkan yaitu kursi outdoor dengan berbagai macam jenis. Permasalahan perusahaan saat ini belum adanya fasilitas kerja yang ideal dan ergonomis pada stasiun kerja polishing. Dampak yang ditimbulkan dari permasalahan tersebut, mengakibatkan operator yang bekerja pada stasiun kerja polishing mengeluhkan rasa sakit pada beberapa bagian tubuh. Berdasarkan hasil penelitian awal, sikap kerja yang paling berisiko diantara operator yang lain yaitu pada stasiun kerja polishing. Hal ini dikarenakan pada stasiun kerja polishing masih belum menggunakan fasilitas kerja yang memadai. Pada stasiun kerja polishing ini operator bekerja dengan posisi punggung yang membungkuk, leher yang selalu menekuk kedepan, dan tangan yang selalu bergerak dinamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Nordic Body Maps (NBM),  Ovako Work Posture Analysis System (OWAS), dan Antropometri. Hasil dari kuesioner Nordic Body Maps, menunjukkan operator polishing mengalami keluhan rasa sakit yang termasuk kategori sakit pada bagian punggung atas, punggung bawah, dan lutut. Hasil identifikasi risiko kerja dengan menggunakan metode OWAS menunjukkan nilai 2. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan dapat berisiko terjadinya cedera pada tubuh operator, sehingga perlunya dilakukan perbaikan. Perbaikan yang dilakukan untuk meminimalisir besarnya risiko kerja tersebut yaitu dengan merancang sebuah fasilitas kerja berupa meja kerja (Workbench) yang dapat mengantung sebuah kursi yang akan dipolish. Ukuran rancangan fasilitas kerja tersebut dengan panjang 176 cm, lebar 68 cm, dan tinggi 98 cm.

Kata Kunci: Nordic Body Maps (NBM), Ovako Work Posture AnalysisSystem (OWAS), Antropometri


Keywords


Nordic Body Maps (NBM), Ovako Work Posture AnalysisSystem (OWAS), Antropometri

Full Text:

PDF

References


Karhu, O., dkk (1981) Observing Working Posture in Industry: Example of OWAS Application,. Applied Ergonomics.

Kroemer K.H.E. (2004) Ergonomic : How to Design for Ease and Efficiency, New Jersey: Prentince Hall International, Inc.

Kuswana, Wowo S. (2015) Antropometri Terapan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Pramestari, D. (2017). Analisis Postur Tubuh Pekerja Menggunakan Metode Ovako Work Posture Analysis System (Owas). Ikraith Teknologi, 1(2), 22–29.

]Widanarko, B., Kusmasari W., Yassierli., dan Iridiastadi, H., 2016. Instrumen Survey Gangguan Otot Rangka. Jakarta: Perhimpunan Ergonomi Indonesia.

Wignjosoebroto, S, W. (2000) Prinsip-Prinsip Perancangan Berbasiskan Dimensi Tubuh (Antropometri) Dan Perancangan Stasiun Kerja. Surabaya: ITS.

Salimatusadiah Shifa, As'ad Nur Rahman, Renosori Puti. (2021). Perancangan Fasilitas Kerja pada Operator Pemasangan Accesories di CV. X untuk Mengurangi Risiko Musculoskeletal Disorders (MSDs). Jurnal Riset Teknik Industri, 1(1), 28-35.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/ti.v0i0.29209

Flag Counter