Pengukuran Beban Kerja Fisik pada Stasiun Kerja Quality Control

R. Aldi Rifan A.K, Eri Achiraeniwati, Yanti Sri Rejeki

Abstract


Abstract.  Workload is one of the important things that need to be considered in the aspect of ergonomics. Excessive workload can be done by correcting errors while working. PT. Syansu Precision Indonesia is a company engaged in manufacturing. The problem at this company is part of complaints by consumers of products issued by the wrong operator at the quality control work station in the discussion of defective products. The error occurred because the operator decided to eliminate pain or pain in certain parts of the body while working. Therefore, the purpose of this study was to measure operator workload at a quality control work station using the 10 beat method. Measurements were made by measuring the operator's pulse 8 times a day for 25 working days to measure 32 operators at a quality control work station, then measure workload based on % CVL, energy consumption and oxygen consumption. The results of the workload measurement using the method 10 Obtained operators 32 operators enter the weight category and need to be repaired.

Keywords: Ergonomics, Physical Workload, 10-beat method

Abstrak. Beban kerja merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam aspek ergonomi. Beban kerja berlebih dapat menyebabkan kelelahan sehingga mengakibatkan kesalahan pada saat bekerja. PT. Syansu Precision Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufakturing. Permasalahan pada perusahaan ini yaitu banyak terjadinya komplain oleh konsumen terhadap produk yang diproduksi yang disebabkan kesalahan operator pada stasiun kerja quality control dalam mengidentifikasi produk cacat. Kesalahan tersebut terjadi karena operator mengalami kelelahan disertai rasa sakit atau nyeri dibagian tubuh tertentu saat pada bekerja.  Maka dari itu, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengukur beban kerja operator pada stasiun kerja quality control menggunakan metode 10 denyut. Pengukuran dilakukan dengan cara mengukur denyut nadi operator sebanyak 8 kali dalam sehari selama 25 hari kerja untuk pengukuran 32 operator pada stasiun kerja quality control, lalu mengukur beban kerja berdasarkan %CVL, konsumsi energi dan konsumsi oksigen. Hasil dari pengukuran beban kerja menggunakan metode 10 Denyut didapatkan bahwa 32 operator masuk kedalam kategori berat dan perlu dilakukan perbaikan.

Kata Kunci : Ergonomi, Beban Kerja , Metode 10 Denyut

Keywords


Ergonomi, Beban Kerja , Metode 10 Denyut

Full Text:

PDF

References


Andrianto dan Choirul Bariyah., 2012. Perancangan Peralatan Secara Ergonomi Untuk Meminimalkan Kelelahan Di Pabrik Kerupuk Jurnal Ilmiah Teknik Industri,. Jurusan Teknik Industri Universitas Samudra, 11(2), h.137-143.

Priadana Sidik., 2013. ¬Pengaruh Kemampuan Kerja dan Motivasi Terhadap Kepuasan Kerja Serta Implikasinya pada Kinerja Pegawai Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Jawa Barat. Jurusan Manajemen Fakultasi Ekonomi Universitas Pasundan Bandung, 7(2), h.52-63

Rejeki Yanti, S., Achiraeniwati, E., dan Taufiq, A. 2001 Evaluasi Pengaruh Sistem Gilir Kerja Terhadap Beban Kerja Fisik Karyawan Di PT. Primarindo Asia Infrastructure, Tbk. Pada : Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan PKM Sains Teknologi Kesehatan. Universitas Islam Bandung. Bandung : Seminar Nasional.

Suma’mur. 2009. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes).Jakarta: CV Sagung Seto.

Tarwaka, Solichul HA., 2004. Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta : Harapan Press

Tarwaka. 2015. Ergononi Industri Dasar-Dasar Pengetahuan dan Aplikasi di Tempat Kerja. Surakarta : Harapan Press




Flag Counter