Perbaikan Kualitas pada Produk Sandal Kulit Pria Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus CV. Sea Land)

Arif Rahmat Hidayat, Dewi Shofi Mulyati, Hirawati Oemar

Abstract


Abstract. CV. Sea Land is one of the company's manufacturing industry producing leather slippers men and women. Types of leather slippers produced consists of three types of leather namely leather sandal casual sandal leather sandals, flats and sandals leather flip flop. This research focus on casual sandal leather men's casual leather sandal product because this man has a number of orders (order) among the products most casual women's slippers and other leather Sandals product types. The company continues to experience a decline in turnover from June to December 2017 due to the decline of quality products. This can lead to the occurrence of the loss of the consumer. And the average defects exceeding specified tolerance that is 5 percent of the company, product defects that 6.25% increase that exceeds the average of the tolerance i.e. casual leather sandal on a product guy. One of the efforts that must be made company should make improvements to reduce the amount of disability product and find out the causes of the occurrence of the defect of the product. The proper method to be able to solve the problem above that is needed a method that can reduce failure rates. The selected method is by using the method of Fault Tree Analysis (FTA) and the method of Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Based on the results of the data processing the obtained value of the Risk Priority Number (RPN) the highest of any type and cause of the defect. Defective seams are not appropriate because the operator less scrupulous RPN has a value of 280, the new operator and the operator does not have the value of skilled RPN 192 pieces of leather, disability is not appropriate because the operator less scrupulous RPN has a value of 140, new operators and cut tools the manual has the value of the RPN 96, disabled the rope does not fit in the mold because the operator less thorough and the new operator has the value of the RPN 84, defective rubber insoles do not fit the pattern because the value of the RPN slipshod operator 196 and the new operator has the value of the RPN 168. Of the value of the RPN obtained the value of the RPN was used as a reference or consideration to perform the improvements that the company prioritized for more in the future in order to manage the occurrence of the failure of the products or disability that be bad for the company.

Key Words : Quality, Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode And Effect Analysis (FMEA)

Abstrak. CV. Sea Land merupakan salah satu perusahaan industri manufaktur yang memproduksi sandal kulit pria dan wanita. Jenis sandal kulit yang diproduksi terdiri dari tiga jenis sandal kulit yaitu sandal kulit kasual, sandal kulit flat dan sandal kulit flip flop. Penelitian ini fokus pada produk sandal kulit kasual pria dikarenakan produk sandal kulit kasual pria ini memiliki jumlah pesanan (order) paling banyak diantara produk sandal kasual wanita dan jenis produk sandal kulit lainnya. Kondisi perusahaan yang terus mengalami penurunan omset dari bulan juni hingga bulan desember 2017 dikarenakan terjadinya penurunan kualitas produk. Hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya kehilangan konsumen. Dan rata-rata cacat yang melebihi toleransi yang telah ditetapkan perusahaan yaitu 5 persen, produk cacat yang mengalami kenaikan 6,25% yang melebihi rata-rata toleransi yaitu pada produk sandal kulit kasual pria. Salah satu upaya yang harus dilakukan perusahaan yaitu harus melakukan perbaikan untuk mengurangi jumlah kecacatan produk dan mengetahui penyebab-penyebab terjadinya kecacatan produk. Metode yang tepat untuk dapat memecahkan permasalahan diatas yaitu diperlukan suatu metode yang dapat mengurangi tingkat kegagalan. Metode yang dipilih yaitu dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA) dan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasar hasil pengolahan data didapat nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi dari setiap jenis dan penyebab cacat. Cacat jahitan tidak sesuai karena operator kurang teliti memiliki nilai RPN 280, operator baru dan operator tidak terampil memiliki nilai RPN 192, cacat potongan kulit tidak sesuai karena operator kurang teliti memiliki nilai RPN 140, operator baru dan alat potong manual memiliki nilai RPN 96, cacat tali tidak sesuai pada cetakan karena operator kurang teliti dan operator baru  memiliki nilai RPN 84, cacat karet sol tidak sesuai pola karena operator kurang teliti nilai RPN 196 dan operator baru memiliki nilai RPN 168. Dari nilai RPN yang diperoleh maka nilai RPN tersebut dijadikan sebagai acuan atau bahan pertimbangan untuk melakukan langkah perbaikan yang lebih diprioritaskan untuk perusahaan dimasa yang akan datang guna meminimasi terjadinya kegagalan produk atau kecacatan yang berdampak buruk bagi perusahaan.

Kata Kunci : Kualitas, Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode And Effect Analysis (FMEA)


Keywords


Kualitas, Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode And Effect Analysis (FMEA)

Full Text:

PDF

References


Assauri, S., 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Anugrah, Ninda Restu., 2015. Usulan Perbaikan Kualitas Produk Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (Fta) Dan Failure Mode And Effect Analysis (Fmea) Di Pabrik Roti Bariton. [Online] Tersedia Pada :

Bakhtiar, S., 2013. Analisa Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control (SQC). [Online] Tersedia Pada :

Blanchard, B. S., 2004. Logistics Engineering And Management. 6th Edition. New Jersey : Pearson Prentice Hall.

Chrysler, LLC., 2008. Potential Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) : Reference Manual. Edisi Ke-4. United States of America. Ford Motor Company.

Clifton A. Ericson., 2005. Hazard Analysis Techniques for System Safety. John Wiley & Sons, Inc.

https://jabar.bps.go.id/pressrelease/2018/11/01/321/pertumbuhan-produksi-industri manufaktur-provinsi-jawa-barat-triwulan-iii-tahun-2018.html

Joseph A. De Feo., 2015. Juran's Quality Management and Analysis. 6th Edition. McGraw-Hill Education, Singapore

Lauhmahfudz, Mohammad Esa., 2014. Usulan Penerapan Metode Six Sigma Pada Pengendalian Kualitas Sepatu All Star Tipe Chuck Taylor Low Cut Di CV. Cikupa Inti Rubber. [Online] Tersedia Pada :

Montgomery, D. C., 2009. Introduction to Statistical Quality Control. 4th Edition. New York : John Wiley & Sons, Inc.

M. Joseph Gordon., 2010. Total Quality Process Control for Injection Molding. Second Edition. United States of America. A John Wiley & Sons, Inc.

McDermott, Robin.E, dkk., 2009. The Basics of FMEA. 2nd Edition. United States of America. CRC Press.

Nasution, M. N., 2015. Manajemen Mutu Terpadu. Edisi Ke-3, Bogor: Ghalia Indonesia.

Purnama, Mia, 2017. Rancangan Perbaikan Kualitas Produk Pakaian Model Tunik Tipe TE I Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) di CV Nepsindo. [Online] Tersedia Pada :

Rahmanti, Hananingsih Widya., 2017. Analisis Peningkatan Kualitas Pelayanan Menggunakan Metode Service Quality (Servqual) Dan Triz (Studi Kasus Pada “Restoran Ocean Garden” Malang). [Online] Tersedia Pada :

Stamatelatos, Michael, dkk., 2002. Fault Tree Handbook with Aerospace Applications. Washington D.C.

Herawati, Shinta Dewi., 2012. Tinjauan Atas Perlakuan Akuntansi Untuk Produk Cacat Dan Produk Rusak Pada Pt Indo Pacific. [Online] Tersedia Pada :

Tannady, H., 2015. Pengendalian Kualitas. Yogyakarta: Graha Ilmu.




Flag Counter