Penjadwalan Ulang Produksi Berdasarkan Penyeimbangan Beban Kerja Untuk Meningkatkan Produktivitas Pada Departemen Pola dan Cutting Di PT. Multi Garmenjaya

Onny Setia Yulianti, Endang Prasetyaningsih, Chaznin R Muhammad

Abstract


Abstract.  PT. Multi Garmenjaya is a company that produces garments with a Cardinal trademark. Problems that occur in the Departement of  Pattern and Cutting at PT. Multi Garmenjaya is unbalanced workload between production lines. This causes overtime on overload lines while the same time there are idle on the underload lines. Although the machines used are identical, but the company still doesn’t share resources between lines, causing low productivity in the Departement of Pattern and Cutting. Therefor, to increase productivity will be carried out balancing work between lines with the Stopwatch Method, Workload Analysis Method and ECRS Method (Eliminate, Combine, Rearange, Simpfly) with the concept of combine. Observations and calculations will be usd as a reference in rescheduling production to increase productivity. From the results of balancing workload and rescheduling of production there is a decrease in workload interval. Pattern and Cutting from 95.86 to 31.21, this shows that the difference in workload between lines is smaller., as well as an increase in productivity from 79,40% to 93,97%. Comparison of cycle time and takt time is also not found in the production line which has a cycle time value greater than takt time, meaning that demand can be accomplished.

Keywords: Workload Analysis Method, ECRS Method, Productivity.

Abstrak. PT. Multi Garmenjaya adalah perusahaan yang memproduksi garmen dengan merek dagang Cardinal. Permasalahan yang terjadi pada Departemen Pola dan Cutting di PT.Multi Garmenjaya adalah tidak seimbangnya beban kerja antar lini produksi. Hal ini menyebabkan jam lembur pada lini overload sedangkan disaat yang bersamaan terjadi idle pada lini underload. Walaupun mesin yang digunakan identik, tetapi pihak perusahaan tetap tidak melakukan sharing sumber daya antar lini sehingga menyebabkan produktivitas pada Departemen Pola dan Cutting rendah. Oleh karena itu, untuk mengingkatkan produktivitas akan dilakukan penyeimbangan beban kerja antar lini dengan Metode Jam Henti, Metode Workload Analysis dan Metode ECRS (Eliminate, Combine, Rearange, Simpfly) dengan konsep combine. Pengamatan dan perhitungan akan dijadikan acuan dalam penjadwalan ulang produksi untuk meningkatkan produktivitas. Hasil dari penelitian ini adalah penjadwalan ulang produksi yang telah diseimbangkan. Dari penjadwalan ulang produksi terjadi penurunan interval beban kerja Departemen Pola dan Cutting  dari 95,86  menjadi 31,21, hal ini menunjukan bahwa selisih beban kerja antar lini lebih kecil. Penjadwlan ulang produksi juga meningkatan rata-rata produktivitas dari 79,40% menjadi 93,97%.tanpa menambah kapasitas berupa jam lembur. Perbandingan cycle time dan takt time juga tidak ditemukan lini produksi yang memiliki nilai cycle time lebih besar dari takt time, artinya permintaan dapat dipenuhi. 

Kata Kunci: Metode Beban Kerja, Metode ECRS, Produktivitas.


Keywords


Metode Beban Kerja, Metode ECRS, Produktivitas.

Full Text:

PDF

References


Lin, Yi-Kuei., Tsao, You-Chong dan Lin, Shi Woei, 2013. Proceedings of the Institute of Industrian Engineers Asian Conference 2013. h [Online] Google book. Tersedia di :

https://books.google.co.id/books?id=RJ7FBAAAQBAJ&pg=PA384&lpg=PA384&dq=YI+KUEI+LIN+YOU+CHUNG+TSAO&source=bl&ots=_U8C34mhbw&sig=FRaLRDlIV1KnH_NQuaSsVL1Y5Gs&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwiGqbbhoMrcAhVYT30KHZjLDmIQ6AEwAHoECAIQAQ#v=onepage&q&f=false [Diakses pada 1 April 2018].

Sutalaksana, I. Z., Anggawisastra, R., dan Tjakraatmadja, J. H., 2006. Teknik perancangan sistem kerja. Bandung : Departemen Teknik Industri-ITB.

Tarwaka., Bakri, S., Sudiajeng, L., 2004. Ergonomi untuk keselamatan kesehatan kerja dan produktivitas. Surakarta: Uniba Press.




Flag Counter