Perbaikan Kualitas Sabuk Haji Untuk Mengurangi Kecacatan Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Failure Mode and Effect Analysis ( FMEA) (Relation Of Home Industry Arafah)

Indira Fabio Rachman, Asep Nana Rukmana, Iyan Bachtiar

Abstract


Abstract. In the face of competition between companies, good quality of products made by the company is needed in order to outperform other companies. Home Industry Arafah is one of the home industry companies that produce Hajj belts in the city of Bandung. In February 2018 - March 2018 the total production of the Hajj belt is 5312 pcs. Of the products produced have a number of failures of 5.63%, it is clear that the percentage of disability exceeds the tolerance or disability limit set by the company by 2%. This failure is caused by several factors including human factors, machines, tools used, work techniques and the environment. This causes defects in the product which consist of bent button defects, torn sponges, perforated sponges and reverse buckles. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) What are the types of disabilities caused by the process of making a Hajj Belt? (2) What are the factors that cause disability in the process of making a Hajj belt? (3) How is the solution to uncover disability in the process of making a Hajj belt? Quality control methods that can be used are the Fault Tree Analysis (FTA) method to identify and detect forms of failure that cause defects in products through the root causes of problems that have been identified. From the results or output identification of the Fault Tree Analysis (FTA) method proposed improvement using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. The results of the FMEA method generate a Risk Priority Number (RPN) value. The RPN value obtained will be a priority reference for taking corrective action. Based on the results of processing and data analysis, the highest cause of the bent button defect type is the less accurate operator and the new operator with an RPN value of 175. Inaccurate operators and new operators with RPN values of 175 and types of reverse buckle defects are less accurate operators, new operators with RPN values of 105

Keywords: Quality, Fault Tree Analysis, Failure Mode And Effect Analysis.

Abstrak Dalam menghadapi persaingan antar perusahaan dibutuhkan kualitas yang baik pada produk yang dibuat perusahaan agar dapat mengungguli perusahaan lain. Home Industy Arafah merupakan salah satu perusahaan home industry yang memproduksi sabuk haji di Kota Bandung. Pada bulan Februari 2018 – Maret 2018 jumlah produksi sabuk haji yaitu sebanyak 5312 pcs. Dari produk yang dihasilkan memiliki jumlah kegagalan sebesar 5,63%, terlihat jelas bahwa persentase kecacatan melebihi toleransi atau batas kecacatan yang ditetapkan oleh perusahaan sebesar 2%. Kegagalan tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor  manusia,  mesin, alat yang digunakan, teknik kerja dan lingkungan. Hal tersebut menyebabkan kecacatan pada produk yang terdiri dari cacat kancing bengkok, spon sobek, spon berlubang dan gesper terbalik. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Apa saja jenis-jenis kecacatan yang ditimbulkan dari proses pembuatan Sabuk Haji? (2) Apa saja faktor – faktor penyebab terjadinya kecacatan di proses pembuatan sabuk haji? (3) Bagaimana solusi unutk menguarangi kecacatan di proses pembuatan sabuk haji? Metode pengendalian kualitas yang dapat digunakan yaitu metode Fault Tree Analysis (FTA) untuk mengidentifikasi dan mendeteksi bentuk kegagalan yang menyebabkan kecacatan pada produk melalui akar permasalahan yang telah diidentifikasi. Dari hasil atau output identifikasi metode Fault Tree Analysis (FTA) dilakukan usulan perbaikan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Hasil dari metode FMEA menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN). Nilai RPN yang didapat akan menjadi acuan prioritas pengambilan tindakan perbaikan. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data didapatkan penyebab tertinggi pada jenis cacat kancing bengkok adalah operator kurang teliti dan operator baru dengan nilai RPN sebesar 175. Jenis cacat spon sobek adalah operator kurang teliti dan operator baru dengan nilai RPN sebesar 196. Jenis cacat spon berlubang adalah operator operator kurang teliti dan operator baru dengan nilai RPN sebesar 175 dan jenis cacat gesper terbalik adalah operator kurang teliti, operator baru dengan nilai RPN sebesar 105.

Kata Kunci: Kualitas, Fault Tree Analysis, Failure Mode And Effect Analysis.


Keywords


Kualitas, Fault Tree Analysis, Failure Mode And Effect Analysis

Full Text:

PDF

References


Wijaya T., 2011. MANAJEMEN KUALITAS JASA. Jakarta: PT Indeks.

Hansen dan Mowen, 2001. Manajemen Biaya, Buku II. Jakarta: Salemba Empat

Priyanta, D., 2000. Keandalan dan Perawatan. Institut Teknologi Surabaya. Surabaya

Tannady, H., 2015. Pengendalian Kualitas. Yogyakarta: Graha Ilmu

McDermott, R. E., 2009. The Basic of FMEA. Edisi Kedua. USA: CRC Press.




Flag Counter