Penentuan Jumlah Operator Optimal dengan Pengukuran Beban Kerja pada Stasiun Pembakaran (Studi Kasus : PD Sri Rejeki)

Septiandi Septiandi, Nur Rahman As'ad, Yanti Sri Rejeki

Abstract


Abstract. PD Sri Rejeki is a company engaged in bread food. In the bread production process it is not always going well because there are a large number of defects, especially in the combustion station with the number of operators of 1 morning shift and 1 night shift. The disability is caused by a work error that is done in the combustion section because it does not correspond to the combustion time and heat temperature regulation that exceeds 200 ° C or less. In addition, this work error is due to decreased work concentration due to the many work activities. Therefore, to find out the level of operator mental workload, the Nasa-TLX method is used, while to know the productive time using the Work Sampling method. The results of the study were obtained from the Nasa-TLX method, namely the mental load obtained from operator 1 was 81.3 in the very high category and operator 2 was 63.0 in the high category. Meanwhile, the results of the Work Sampling method showed that the percentage of productive time for the first operator was 93% and the second 94%, after the adjustment and looseness factors were added, the physical workload on shift operator 1 was 1.41 and the shift 2 operator was 1.33. The addition of the proposed operator is 1 person in each shift, so that the physical workload obtained is 0.71 and 0.67.

Keywords: Workload, Nasa - TLX, productive time.

 

Abstrak. PD Sri Rejeki merupakan perusahaan yang bergerak dibidang makanan roti. Pada proses produksi roti tidak selalu berjalan baik karena terdapat jumlah kecacatan yang cukup banyak, terutama pada stasiun pembakaran dengan jumlah operator 1 orang shift pagi dan 1 orang shift malam. Kecacatan tersebut diakibatkan oleh kesalahan kerja yang dilakukan pada bagian pembakaran karena durasi pembakaran yang tidak sesuai dan pengaturan temperatur panas yang melebihi atau kurang 200°C. Selain itu, kesalahan kerja ini disebabkan konsentrasi kerja yang menurun karena aktifitas kerja yang banyak. Oleh karena itu, untuk mengetahui tingkat beban kerja mental operator digunakan metode Nasa – TLX, sedangkan untuk mengetahui waktu produktif menggunakan metode Work Sampling. Hasil penelitian yang didapatkan dari metode Nasa – TLX yaitu beban mental yang diperoleh dari operator 1 sebesar 81,3 dalam kategori sangat tinggi dan operator 2 sebesar 63,0 dalam kategori tinggi. Sementara itu, hasil dari metode Work Sampling didapatkan persentase waktu produktif untuk operator pertama 93% dan kedua 94%, setelah ditambahkan faktor penyesuaian dan kelonggaran maka didapatkan beban kerja fisik pada operator shift 1 sebesar 1,41 dan operator shift 2 sebesar 1,33. Penambahan operator yang diusulkan yaitu 1 orang pada masing – masing shift, sehingga beban kerja fisik yang didapatkan menjadi 0,71 dan 0,67.

Kata kunci: Beban kerja, Nasa – TLX, waktu produktif.


Keywords


Beban kerja, Nasa – TLX, waktu produktif

Full Text:

PDF

References


Hancock, P.A and Meshkati, N. 1988. Bibliographic Listing of Mental Workload Research. North Holland: Elsevier Science Publishers B.V

Haryono, 2004, Manajemen Sumber Daya Manusia Lanjutan, Jakarta.

Manuaba, A. 2000. Ergonomi Kesehatan Keselamatan Kerja. Dalam Wygnyosoebroto & Wiranto, S.E:Eds. Processing Seminar Nasional Ergonomi PT. Guna Widya Surabaya.

Muchdrasah Sinungan, Pruduktitas, Apa Dan Bagaimana, Bumi Aksara, Jakarta, 2000.

Nurmianto, Eko.,2005. Ergonomi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: Guna Widya.

Sunyoto, Danang. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: CAPS

Sutalaksana., I. Z, Anggawisastra., R, Tjakraatmadja., J. H. 2006. Teknik Tata Cara Kerja, Departemen Teknik Industri. ITB: Bandung.




Flag Counter