Usulan Perbaikan Pengendalian Kualitas Produk Kain Gorden (Vitrage) di PT.Wiska dengan Menggunakan Metode Six Sigma

Ahmad Dwi Afriansyah, Iyan Bachtiar, Asep Nana Rukmana

Abstract


Abstract. The defective product is one of the problems faced by the company-which is engaged in manufacturing, because with the defective product, the company's profits will decrease, the production cost will increase and the consumer's judgment on the service given by the company will decrease, causing the consumer not to believe company. PT. Wiska is one of the garment companies that produce various kinds of products such as curtain and towel, where the market share of PT. Wiska itself is local and international. The market demand especially for curtain fabrics is very high, requiring companies to increase their production quantities, in this production process there is a very crucial problem where there are still many defective products that exceed the maximum standards of the company. This Final Research aims to be able to identify and provide Proposed Improvement of Product Quality of Curtain Fabrics (Vitrage) Using Six Sigma Method. Six sigma is a business process improvement method that aims to find and reduce the factors that cause disability, reduce cycle time and operating costs, improve productivity, meet customer needs better and get a better return on investment in terms of production and service (Evan and Lindsay, 2005), in this case the sigma value for towel products is 3.81-sigma with DPOM value of 10328.68, and the target that the company wants to achieve is 4.50-sigma with DPOM value of 1350. The final results obtained from the research in the form of proposed improvements on quality management from quality boards to team members who are directly involved in the production process in order to target companies to reduce the number of defective products can be achieved and can continue to be applied in a sustainable manner as an operating standard for both the production of towel products or other products that exist in the company.

Keywords: Fishbone, FMEA, six sigma, DPMO and quality

 

Abstrak. Produk cacat merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi oleh perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur, karena dengan adanya produk cacat maka keuntungan perusahaan akan menurun, biaya produksi akan meningkat dan penilaian konsumen atas pelayanan yang diberikan oleh pihak perusahaan akan menurun, sehingga menimbulkan ketidak percayaan konsumen terhadap perusahaan.  PT. Wiska merupakan salah satu perusahaan garmen yang memperoduksi berbagai jenis produk seperti kain gorden dan handuk, dimana pangsa pasar PT. Wiska sendiri yaitu lokal dan internasioal. Permintaan pasar terutama untuk produk kain gorden sangat tinggi, sehingga mengharuskan perusahaan untuk meningkatkan kuantitas produksi mereka, dalam proses produksi ini terdapat sebuah masalah yang sangat krusial dimana masih banyak terdapat produk  cacat yang melebihi standar maksimal perusahaan. Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan untuk dapat mengidentifikasi dan memberikan Usulan Perbaikan Kualitas Produk Kain Gorden (Vitrage) Dengan Menggunakan Metode Six Sigma. Six sigma merupakan metode peningkatan proses bisnis yang bertujuan untuk menemukan dan mengurangi faktor–faktor penyebab kecacatan, mengurangi waktu siklus dan biaya operasi, meningkatkan produktifitas, memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik serta mendapatkan hasil atas investasi yang lebih baik dari segi produksi maupun pelayanan (Evan dan Lindsay, 2005), dalam kasus ini nilai sigma untuk produk handuk yaitu 3,81-sigma dengan nilai DPOM sebesar 10328,68, dan target yang ingin di capai perusahaan sebesar 4,50-sigma dengan nilai DPOM sebesar 1350.  Hasil akhir yang diperoleh dari penelitian berupa usulan perbaikan mengenai manajemen kualitas mulai dewan kualitas hingga anggota tim yang terlibat langsung dalam proses produksi agar target perusahaan untuk mengurangi jumlah produk cacat dapat tercapai dan dapat terus diterapkan secara berkelanjutan sebagai standar oprasional perusahan baik untuk produksi produk handuk maupun produk-produk lain yang ada di perusahaan.

Kata Kunci : Fishbone, FMEA, six sigma, DPMO dan quality


Keywords


Fishbone, FMEA, six sigma, DPMO dan quality

Full Text:

PDF

References


Ahyari, 1992, pengertian pengendalian kualitas, jurnal hasil riset, [online] tersedia pada:http://www.e-jurnal.com/2014/02/pengertian-pengendalian kualitas.html

februari 2018]

Assauri, 1993, pengertian pengendalian kualitas, jurnal hasil riset, [online] tersedia pada:http://www.e-jurnal.com/2014/02/pengertian-pengendalian kualitas.html

februari 2018]

Buffa, E. dan Sarin, R. 1996. Manajemen Operasi dan Produksi Modern, Jilid 1. Edisi ke- 8. Jakarta : Binarupa Aksara.

Garvin & Davis. 2005. Manajemen Mutu Terpadu. Terjemahan M.N. Nasution.

Erlangga.

Gaspersz, Vincent,2005. Total Quality Management. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Harry M and Schroeder R (2000). Six Sigma-The Break-through Management StrategyRevolutionizing the World’s Top Corporations. Doubleday. New York, USA.

Jay Heizer, Barry Render, 2005, Operation Management, 7th ed, Prentice Hall, New Jersey.

Pande, Peter S. and Larry Holpp. 2003. Berfikir CepatSix Sigma. Terjemahan. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Sukanto Reksohadiprodjo. 2000. Kasus Manajemen Perusahaan. Yogyakarta : BPFE.

Suyadi Prawirosentono, 2001. Manajemen Operasi : Analisis dan Studi Kasus, edisi ke 3 cetakan ke 1, Jakarta ; PT Bumi Aksara.




Flag Counter