Komunikasi Antarbudaya dalam Kegiatan Organisasi Al-Irsyad Bandung

Mubarak Umar Aljaidi, M Husen Fahmi

Abstract


Abstract.The ethnic communication of Saudi with the indigenous in Al- Irsyad run well, overall arab ethnic fit into the culture the indigenous this very obvious in various aspects of economic activity, education, culture, marriage, and religious.But language used in the communication lasting covering the event, Indonesia, and mixed Arabic language, the event is the most commonly used, the prejudice and stereotyped there are only on a small scale and avoid conflict between ethnic universal for a descendant of the Arabs and the indigenous. Research purposes to know communication between culture in terms of language, clothing and appearance, eat and our eating habits, values and norm, trust and attitude for the organization Al-IrsyadBandung.In this study, the use writers a qualitative methodology the case study trying to map the single case analysis on a communication between culture in the organization Al-IrsyadBandung.Engineering data collection, interview, observation, literature review. The conclusion of this research seen from the for the organization Al-IrsyadBandung the process of communication between cultures at the organization Al- Irsyad has three language used in their activities, like the event, Indonesian, and arabic language, in terms of clothing and appearance organization Al-IrsyadBandung wearing a thawb, abaya, pangsi, kebaya on day in which certain function and objectives garments looking organization and because Al-Irsyad wants to create a good relationship between the two culture, in terms of eating and our eating habits any member of better than the Arabs and Sunda required to follow eat and manner of feeding both the cultural, in terms of values and the norm for the organization Al-IrsyadBandung it was reflected from the communication between cultures at Al-Irsyad as a diversity of organization in a show of the diversity of color wide for the culture and language, in terms of trust and attitude for the organization Al-Irsyad bandung the organization Al-Irsyad a member of a descendant of the arabs and indigenous always infuse and having etnosentrisme historically powerful in which each member not wanna follow the influence and foreign way of life, and choose to live with tradition that has been planted by the history.

Abstrak.Hubungan komunikasi etnis dari keturunan Arab dengan masyarakat pribumi yang ada di Al-Irsyad berlangsung dengan baik, secara keseluruhan etnis Arab membaur ke dalam budaya masyarakat pribumi hal tersebut sangat nampak dalam berbagai aspek kegiatan seperti; ekonomi, pendidikan, budaya, perkawinan, dan keagamaan. Adapun bahasa yang digunakan dalam hubungan komunikasi yang berlangsung meliputi bahasa Sunda, Indonesia, Arab serta bahasa campuran, bahasa Sunda adalah bahasa yang paling banyak digunakan, adapun mengenai prasangka dan stereotip yang ada hanyalah dalam skala kecil sehingga tidak menimbulkan konflik universal bagi antara etnis keturunan Arab dan masyarakat pribumi. Tujuan penelitian untuk mengetahui komunikasi antarbudaya ditinjau dari bahasa, pakaian dan penampilan, makan dan kebiasaan makan, nilai dan norma, kepercayaan dan sikap pada kegiatan organisasi Al-Irsyad Bandung. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berupaya memetakan pola Single Case Analysis pada komunikasi antarbudaya dalam kegiatan organisasi Al-Irsyad Bandung. Teknik pengumpulan data, wawancara, observasi, tinjauan kepustakaan. Kesimpulan dari penelitian ini dilihat dari bahasa pada kegiatan organisasi Al-Irsyad Bandung yaitu proses komunikasi antar budaya pada kegiatan organisasi Al- Irsyad mempunyai tiga bahasa yang digunakan dalam kegiatannya, seperti bahasa Sunda, bahasa Indonesia, dan bahasa Arab, ditinjau dari pakaian dan penampilan organisasi Al-Irsyad Bandung memakai pakaian Thawb, Abaya, Pangsi, Kebaya pada hari-hari tertentu di mana fungsi dan tujuan memakai pakaian dan berpenampilan dikarenakan organisasi Al-Irsyad ingin menciptakan jalinan silaturahmi yang baik di antara kedua budaya, ditinjau dari makan dan kebiasaan makan setiap anggota baik dari keturunan Arab dan Sunda diharuskan mengikuti  makan dan cara makan kedua budaya tersebut, ditinjau dari nilai dan norma pada kegiatan organisasi Al-Irsyad Bandung yaitu pembentukkan komunikasi antarbudaya di Al-Irsyad sebagai bentuk kemajemukan organisasi dalam menunjukkan suatu keberagaman warna yang besar dalam hal budaya dan bahasa, ditinjau dari kepercayaan dan sikap pada kegiatan organisasi Al-Irsyad Bandung yaitu di organisasi Al-Irsyad anggota dari keturunan Arab maupun pribumi selalu menanamkan dan memiliki Etnosentrisme Historis yang kuat di mana setiap anggota tidak ingin mengikuti pengaruh dan cara hidup asing, dan memilih untuk hidup dengan tradisi yang telah ditanamkan oleh para leluhurnya.


Keywords


Communication between Culture, Language, Appearance, Value, Attitude.

References


Tubbs, Stewart L. dan Moss. 2005. Makna Interaksi Simbolik. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Mulyana, Deddy. 2010. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Mulyana, Deddy.2014. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.4305

Flag Counter