Perubahan Identitas Diri Para Mualaf di Mualaf Center Bandung

Denny Putra Muliya, Maman Suherman

Abstract


Abstract. Along with the development of the times, beliefs and beliefs are not a barrier to becoming a convert. Currently, converts in Indonesia have increased from year to year. Examples from marriage, faith, and the coming of miracles. This study entitled "Changes in the identity of a convert to Islam" aims to analyze and understand: 1) the meaning of a convert, 2) the motive for becoming a convert, 3) the experience of being a convert. The method used is a qualitative research method with a phenomenological research approach to the Alfred Schuz model. The selection of informants themselves was done using random sampling. The criteria for the informants are, have become a convert, have been a convert for more than 5 years, have joined the Mualaf Center Bandung for more than 5 years, and reside in Bandung. This informant consists of 4 people. Collecting data using observation, in-depth interviews and documentation. The results of this study, the informants are happy with what they experience as a life choice to convert to converts, because converts change their lives for the better.

Keywords: convert, meaning, motive, phenomenology

Abstrak. Seiring berkembangnya zaman, kepercayaan dan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk menjadi Mualaf. Saat ini Mualaf di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Contohnya dari pernikahan, keyakinan, dan datangnya mukjizat. Penelitian ini berjudul “Perubahan Identitas diri mualaf” bertujuan untuk menganalisis dan memahami: 1) Makna seorang Muallaf, 2) Motif menjadi Muallaf, 3)Pengalaman Menjadi Mualaf. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian fenomenologi model Alfred Schuz. Pemilihan informan sendiri dilakukan menggunakan random sampling. Kriteria Informan yaitu, telah menjadi mualaf, sudah menjadi mualaf lebih dari 5 tahun, sudah bergabung di Mualaf Center Bandung lebih dari 5 tahun, dan bertempat tinggal di bandung. Informan ini terdiri dari 4 orang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini, para informan Bahagia dengan apa yang mereka alami sebagai pilihan hidup menjadi mualaf, karena mualaf merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik.

Kata Kunci: mualaf, makna ,motif, fenomenologi



Keywords


mualaf, makna ,motif, fenomenologi

Full Text:

PDF

References


Kuswarno, Engkus. 2009. Metode Penelitian Komunikasi Fenomenologi. Bandung: Widya Padjajaran

Sugiarto, Eko. 2015. Menyusun Proposal Penelitian Kualitatif Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Suaka Media.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

--------. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Usman, Basyiruddin. 2002. Metodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta: Ciputat Pers

Emi Suhaemin.2019. Hidayah Dalam Pandangan Al-Quran. Fakultas Adab dan Humaniora UIN ArRaniry Kopelma Darussalam Kota Banda Aceh

Arief, Armai. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Pers

Diane E. Papalia, et. Al. (2008). Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta.

Erikson,E. (1998). Identitas dan siklus hidup manusia. Jakarta:Gramedia

Novilini, Olga Puspa, Hernawati, Riza. (2021). Opini Member Mengenai Personal Selling Sales Moka Pos dalam Memasarkan Produk. Jurnal Riset Public Relation, 1(1). 1-7




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.30102

Flag Counter