Manajemen Krisis Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat dalam Menghadapi Krisis Wisatawan

Sabrina Nurul Irawan, Husen Fahmi

Abstract


AbstractThe development of tourism in the past few decades has continued to experience deep growth and variety which aims to become one of the fastest growing economic sectors in the world. In this study, researchers took the object of research, namely the tourism sector in the province of West Java. The Covid-19 pandemic has caused a crisis such as an economic emergency which has impacted the tourism sector.One of the crises that occurred during the COVID-19 pandemic was the tourist crisis. In dealing with crisis risks and threats, the government designs crisis management by covering the time dimension which consists of three stages, namely: Emergency Response Stage, Recovery Stage and Normalization Stage. This can be related to the theory put forward by WT Coombs regarding the "theory of crisis management Three Stage Approach". In addition, this research uses the supporting theory of Image Restoration & the theory of diffusion of innovation. This study uses a constructivist paradigm and uses a qualitative method with a case study approach. The subjects in this study were Public Relations of West Java Tourism and Culural. Head of Data Analysis Section for Marketing, and Head of Tourism Destinations. Data collection techniques in this study include interviews, observation, documentation and literature study.The results of this study are, the crisis management carried out by the West Java Disparbud includes three stages, namely: the Emergency Response Stage, the Recovery Stage and the Normalization Stage. Public Relations has a role in crisis management, namely publishing crisis mitigation programs through social media. The crisis management steps taken were aimed at restoring the image of West Java tourism. The obstacle in this research is that it is difficult to find sources.

KeywordsTourism, Covid-19 pandemic crisis, Crisis Management, Tourist Crisis.

Abstrak—Perkembangan Pariwisata dalam beberapa dekade terus mengalami pertumbuhan dan varietas mendalam yang bertujuan menjadi salah satu bagian dari sektor ekonomi yang berkembang pesat di dunia. Dalam penelitian ini peneliti mengambil objek penelitian yaitu sektor pariwisata di Provinsi Jawa Barat. Pandemi Covid-19 menimbulkan krisis seperti darurat ekonomi yang mengakibatkan sektor parawisata  ikut terdampak. Salah satu krisis yang terjadi selama pandemi covid-19 ini adalah krisis wisatawan. Dalam menangani resiko serta ancaman krisis, pemerintah merancang manajemen krisis dengan mencakup dimensi waktu yang terdiri dari tiga tahap yaitu: Tahap Tanggap Darurat, Tahap Pemulihan dan Tahap Normalisasi. Hal tersebut dapat dikaitkan dengan Teori yang di kemukakan oleh W.T Coombs mengenai pendekatan teori manajemen krisis “Three Stage Approach”. Selain itu penelitian ini menggunakan teori pendukung Image Restoration & Teori difusi inovasi. Penelitian ini menggunakan paradigma konstrukutivisme dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah Humas Disparbud Jabar, Kepala Seksi Analisis Data Bidang Pemasaran, dan Kepala Bidang Industri Pariwisata. Teknik Pengumpulan Data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi, dokumentasi lalu studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah, manajemen krisis yang dilakukan oleh Disparbud Jabar meliputi tiga tahap yaitu: Tahap Tanggap Darurat, Tahap Pemulihan dan Tahap Normalisasi. Dalam hal ini, Humas memiliki peran dalam manajemen krisis ini yaitu mempublikasikan program mitigasi krisis melalui media sosial. Langkah manajemen krisis yang dilakukan tersebut bertujuan untuk merestorasi citra pariwisata Jawa Barat. Hambatan dalam penelitian ini adalah sulit ditemukannya narasumber.

Kata Kunci—Pariwisata, Krisis pandemi covid-19, Manajemen Krisis, Krisis Wisatawan

 


Keywords


Pariwisata, Krisis pandemi covid-19, Manajemen Krisis, Krisis Wisatawan.

Full Text:

PDF

References


Bundy, Jonathan, dkk. 2017. “Crises and Crisis Management: Integration, Interpretation, and Research Development”. Dalam Sage Journals: Journal of Management. Vol. 43 No. 6 (July 2017) 1661-1692

Coombs, W. T. 2015. Ongoing Crisis Communication, Planning, Managing and Responding. Edisi ke-4. Florida: Sage

Kriyantono, Rachmat. 2017. Teori Public Relations Perspektif Barat & Lokal: Aplikasi Penelitian dan Praktik .Cetakan ke-2. Jakarta: Prenadamedia Group

Mulyana, Deddy. 2016. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Cetakan ke-15. Bandung: PT. REMAJA ROSDAKARYA

Panjaitan, Roimanson. 2017. Metodologi Penelitian. Cetakan ke-1. Kupang: Jusuf Aryani Learning

Siyoto, Sandu., Ali Sodik. 2015. Dasar Metodologi Penelitian. Cetakan ke-1. Yogyakarta: Literasi Media Publishing

Utama, I. G. B. R. 2014. Pengantar Industri Pariwisata. Cetakan ke-1. Yogyakarta: Dee Publish

Yulianita, Neni. 2012. Dasar-Dasar Public Relations. Cetakan ke-5. Bandung: P2U, LPPM UNISBA

Weninggalih, Laras, Fuady, M E. (2021). Hubungan Kampanye Politik Calon Presiden 2019 melalui Media Sosial Instagram dengan Keputusan Memilih Mahasiswa Indonesia di Thailand. Jurnal Riset Public Relation, 1(1). 22-32




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.29586

Flag Counter