Komunikasi Lintas Budaya Mahasiswa Internship Indonesia di Luar Negeri

Anzella Syalma Tabitha, Erik Setiawan

Abstract


Abstract. This research was conducted based on the phenomenon of Indonesian internship students experiencing cross-cultural communication in other countries as a place to do internships abroad to gain experience. This study aims to the motives of Indonesian internship students abroad and determine the meaning of cross-cultural communication experiences. This qualitative research uses phenomenological methods and the research paradigm used is constructivism paradigm which is then reviewed using purposive sampling technique. Data were collected through interviews, non-participant observation, literature study and documentation. In the research subject, the authors chose seven Communication Science Faculty Bandung Islamic University abroad students who had been internship students abroad. The results of this study illustrate that there are different motives that Indonesian Internship students have in doing internships abroad as a way to achieve the desired future and the meaning of cross-cultural communication experiences can be classified into three experiences, namely mind experiences, namely by using body language, gestures and google translate. Then in the self-experience, social communication occurs by interacting with fellow co-workers and preparing themselves before leaving abroad. Then on the experience of society that is closely related to its people, namely tolerance, discipline, speech, and manners.

Keywords : Cross-Cultural Communication, motive, meaning of experience, Symbolic Interactionism, Internship Abroad

Abstrak.  Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya fenomena mengenai mahasiswa internship Indonesia yang mengalami komunikasi lintas budaya di negara lain sebagai tempat untuk melakukan magang di luar negeri untuk menambah pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk motif  mahasiswa internship Indonesia di luar negeri dan mengetahui makna pengalaman komunikasi lintas budaya. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi dan paradigma penelitian  yang digunakan adalah paradigma konstruktivisme yang kemudian ditinjau dengan menggunakan Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non – partisipan, studi pustaka dan dokumentasi. Dalam subjek penelitian, penulis memilih tujuh  mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang pernah menjadi mahasiwa internship di Luar Negeri. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa adanya motif berbeda-beda yang dimiliki mahasiswa Internship Indonesia dalam melakukan magang di luar negeri sebagai cara untuk meraih masa depan yang diinginkan dan makna pengalaman komunikasi lintas budaya dapat diklafikasikan kedalam tiga pengalaman yaitu pengalaman mind yaitu dengan cara menggunakan Body language, gesture serta google translate. Lalu pada pengalaman self terjadi komunikasi sosial dengan melakukan interaksi sesama rekan kerja dan melakukan persiapan diri sebelum berangkat ke luar negeri. Kemudian pada pengalaman society yang berhubungan erat dengan masyarakatnya yaitu dengan toleransi, kedisiplinan, tutur kata, dan juga manner.

Kata Kunci : Komunikasi Lintas Budaya, Motif, Makna Pengalaman, Interaksionisme Simbolik, Magang di Luar Negeri




Keywords


Komunikasi Lintas Budaya, Motif, Makna Pengalaman, Interaksionisme Simbolik, Magang di Luar Negeri

Full Text:

PDF

References


UNESCO. 2015. “Global Flow of Tertiary-Level Students”, http://uis.unesco.org/en/uis-student-flow#slideoutmenu. Tanggal akses 1 Februari 2021, pk. 09.00 WIB

Samovar , L., Porter, Richard. Dan McDaniel, Edwin R. 2010. Komunikasi Lintas Budaya. Jakarta: Salemba Humanika.

KKBI. 2021. “Budaya”, https://kbbi.web.id/budaya. Tanggal akses 1 Februari 2021, pk. 09.30 WIB

Sumardiono. 2014. Apa Itu Homeschooling. Jakarta: PT. Gramedia

Suharyanti, C., Murtini, W., & Susilowati, T. 2014. “Pengaruh Proses Pembelajaran dan Program Kerja Praktik Terhadap Pengembangan Soft Skills Mahasiswa,” dalam Nama Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran. Volume 3.

Satriya, D. B., Domai, T., & Suwondo. 2013. “Pengembangan Sumberdaya Aparatur Untuk Meningkatkan Kinerja,” dalam Nama Jurnal Administrasi Publik (JAP). (hlm 168)

Mead, George Herbert. 1932. “Mind, Self, and Society”. Chicago: University of Chicago Press.

Mulayana Deddy.2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung:PT Remaja Rosdakarya.

West, Richard ,Lynn H. Turner. 2008. Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi Edisi 3. Jakarta: Salemba Humanika.

Sobur, A. 2013. Psikologi Umum (Dalam Lintas Sejarah). Bandung: CV Pustaka Setia.

Hidayati, R. 2016. “Ta’aruf Phenomenon Through Marriage in Pekanbaru (Study Phenomenology in Kader PKS)”, dalam Nama Jurnal JOM FISIP Universitas Riau. Volume 3 No.1. (hlm 1–15)

Maghfira, T. A., & Mahadian, A. B. 2018. “Komunitas Matahari Kecil”, dalam Nama Jurnal Komunikasi Global. Volume 7 No. 1. (hlm. 87–104.)

Harvianti, Rahmadhani Ayu , Kurniadi, Oji. (2021). Kampanye Komunikasi Ecotransport dalam Mengurangi Transportasi Pribadi. Jurnal Riset Public Relation, 1(1). 8-14




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.28976

Flag Counter