Opini Khalayak Politik mengenai Film “Sexy Killers”

Hanief Muhammady, M E Fuady

Abstract


Abstract: The movie "Sexy Killers" managed to capture the attention of public opinion. The  documentary about the practice of the coal mining industry, ownership issues, and the use of coal as  steam power plant fuel went viral because it was drawn into the political currents of the Presidential  Election on April 17, 2019. Three currents are contesting each other: supporters 01, supporters 02,  and Golput raised in the discourse that appeared twitter with the keyword "sexy killers". So the film  was widely discussed again on Twitter in the context of Earth Day. The purpose of the research was to  find out the opinions of political audiences of Fikom Unisba students class of 2017 on the beliefs, values,  expectations of political audiences of Students of Fikom Unisba priode 2017-2018 against the  documentary "Sexy Killers" on Social Media YouTube as a political issue after the 2019 presidential  election. Quantitative descriptive research method with data retrieval techniques in the form of poll  dissemination, interviews, observation and using literature studies.

Keywords : Opinions, Documentaries, Sexy Killers.

Abstrak: Film “Sexy Killers” berhasil merebut perhatian opini publik. Film Dokumenter  tentang praktek industri tambang batu-bara, isu kepemilikan, dan penggunaan batu-bara  sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap tersebut menjadi viral karena ditarik  masuk dalam arus politik Pemilihan Presiden 17 April 2019. Tiga arus yang saling  berkontestasi: pendukung 01, pendukung 02, dan Golput mengemuka dalam wacana yang  muncul twitter dengan kata kunci "sexy killers". Sehingga film tersebut ramai diperbincangkan  lagi di twitter dalam konteks Hari Bumi. Tujuan penelitian untuk mengetahui opini khalayak  politik mahasiswa Fikom Unisba angkatan 2017 terhadap kepercayaan, nilai-nilai, ekspektasi  khalayak politik mahasiswa Fikom Unisba priode 2017-2018 terhadap film dokumenter “Sexy  Killers” di media sosial YouTube sebagai isu politik pasca Pilpres 2019. Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data berupa penyebaran angket, wawancara,  observasi dan menggunakan studi kepustakaan.

Kata Kunci : Opini, Film Dokumenter, Sexy Killers


Keywords


Opini, Film Dokumenter, Sexy Killers

References


Arifin, Anwar. 2006. Ilmu Komunikasi : sebuah pengantar ringkas. Jakasrta. PT. Raja Grafindo Persada.

Baksin, Askurifai. 2003. Membuat Film Indie itu Gampang. Bandung: Katarsis. Effendy, Onong Uchjana. 2002. Ilmu Komunikasi Teori Dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Gurnelius, Susan, 2011. 30-minute Sosial Media Marketing, United States: McGraw-Hill Hicks, Jeremy and Vertov, Dziga, 2007, Dziga Vertov. 71. London : Tauris. Junaedi, Fajar. 2013. Komunikasi Massa Pengantar Teoritis. Yogyakarta: Santusta. Mulyana, Deddy. 2007. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya Nimmo, Dan.2010, Komunikasi Politik, Khalayak dan Efek. Bandung. PT Rosda Karya Bandung

Rush, Michael dan Althoff, Philip. 2008. Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta : Rajawali Press Sobur, Alex. 2009. Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v7i1.26920

Flag Counter