Komunikasi Antarpribadi Guru dan Siswa Tunarungu dalam Progra Vokasional Pantomim sebagai Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri

Fhanya Nurfitriany, Maya Amalia Oesman Palapah

Abstract


Abstract: SLB ABC Permata is a special school located on Jalan Raya Ciranjang, Kaum Kaler, RT 01/RW 15 Ciranjang, Ciranjang sub-district, Cianjur Regency, West Java. Not all human are perfectly born. Students at SLB ABC Permata are disabled children. One of them is the deaf. Deaf children were born with hearing disorder so that they cannot receive an information perfectly. Deaf students in SLB ABC Permata were lack of confidence because they were disabled and had a negative thinking attitude. The school were trying to increase deaf students’ confidence using vocational pantomime program. This study aimed to understand how interpersonal communication between teachers and deaf students at SLB ABC Permata through vocational pantomime program can increase students’ confidence. This study employed qualitative method with case study approach. The data were collected using direct interviews at SLB ABC Permata. The results of this study found that interpersonal communication between teachers and students was very effective. They had closeness, openness, and equality in conveying their messages. Deaf students enrolled in vocational pantomime program had more confidence because they received more motivation from their teachers and environment.  Moreover, they had confidence in themselves, objective, responsible, and rational.  

Key words: interpersonal communication, the deaf, vocational pantomime

Abstrak: SLB ABC Permata adalah sekolah luar biasa yang terletak di Jalan Raya Ciranjang, Kaum Kaler, RT 01 / RW 15 Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tidak semua manusia lahir sempurna. Siswa di SLB ABC Permata adalah anak-anak cacat. Salah satunya adalah tuna rungu. Anak tunarungu terlahir dengan gangguan pendengaran sehingga tidak dapat menerima informasi dengan sempurna. Siswa tunarungu di SLB ABC Permata kurang percaya diri karena difabel dan memiliki sikap berpikir negatif. Pihak sekolah berusaha meningkatkan kepercayaan diri siswa tunarungu dengan menggunakan program pantomim kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal antara guru dan siswa tunarungu di SLB ABC Permata melalui program pantomim SMK dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung di SLB ABC Permata. Hasil penelitian ini menemukan bahwa komunikasi interpersonal antara guru dan siswa sangat efektif. Mereka memiliki kedekatan, keterbukaan, dan persamaan dalam menyampaikan pesannya. Siswa tunarungu yang mengikuti program pantomim kejuruan lebih percaya diri karena mendapat motivasi lebih dari guru dan lingkungannya. Apalagi mereka memiliki kepercayaan diri, obyektif, bertanggung jawab, dan rasional.

Kata kunci: komunikasi interpersonal, tunarungu, vokasi pantomim


Keywords


komunikasi interpersonal, tunarungu, vokasi pantomim

References


Arni, M. (2001) Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi AKsara.

Mulyana, D. (2012) Pengantar Ilmu Komunikasi. rosda.

Ngainun Naim (2011) Dasar - Dasar Komunikasi Pendidikan. Yogjakarta: Ar- Ruzz Media.

Ngalimun (2018) Komunikasi Interpersonal. Pustaka Pelajar.

Pt, K. and Multikarya, A. (2014) ‘Pengaruh Pelatihan Komunikasi Interpersonal Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Terhadap Pelanggan Pada’, 5.

Rica Wijaya (2018) ‘Pola Komunikasi Antar Pribadi Guru dan Siswa dalam Meningkatkan Minat Belajar (Studi Kasus pada Siswa Penyandang Tunarngu di SLB B/C Bina Karya Insani)’, 53(9), pp. 1–15.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v7i1.26590

Flag Counter