Konsep Wali Nikah Menurut KHI dan Dewan Hisbah PERSIS

Falah Wahid Muharam, Tamyiez Derry, Ilham Mujahid

Abstract


Abstarct. The background and purpose of the implementation of KHI and the establishment of PERSIS (Islam United) have fundamental implications. KHI is a transformation of typical Indonesian fiqh which is compiled and refers to the koran and Sunnah and 38 books of fiqh from various madzhab (schools of thought) which are known for their validity to be used as guidelines in the Religious Courts in order to realize the unity and harmony of judges' decisions. The background and purpose of the Islam United organization is to provide an understanding of Islam that is in accordance with the originals teaching brought by the Prophet Muhammad with a critical attitude and to study more in the Koran and the Saheeh Hadith. The different backgrounds and objectives will certainly cause differences in istinbat terms and besides that there will be similarities between the two due to the similarity of the origin references, namely the Koran and the Sunnah, especially in the concept of marriage guardian. From the above background, the title is "The Concept of Marriage Guardian According to KHI and Islam United Hisbah Council". With the formulation of the problem; What is the concept of guardian marriage according to KHI; what is the concept of guardian marriage according to the Islam United Hisbah Council; and what the similarities and differences in the concept of guardian marriage according to KHI and the Hisbah Council. To answer all the formulation of the problem, the type method of research using comparative analysis with primary data sources in the form of interviews with IU Hisbah Council figures and secondary data with studies of KHI, books, classical books, journals, decisions of the Hisbah Council and other sources supporting and relating to the concept of guardian in marriage. Technique data collection using observations processed with comparative analysis about Concept of Marriage Guardian According to KHI and ISLAM UNITED HISBAH Council From the results of the comparative analysis found the similarities and differences between the concept of guardian marriage according to KHI and Islam United Hisbah Council. the similarity of concepts is  the law and terms of the guardian in marriage while the difference is namely concerning the systems of guardian, judge's guardian, biological father's law as guardian in the marriage of the child of adultery, the position of KHI and the decision of the Hisbah Council about guardians in marriage.

Keywords: Marriage Guardian, KHI, ISLAM UNITED Hisbah Council.

Abstrak. Latar belakang dan tujuan penyususan KHI dan berdirinya Persatuan Islam (PERSIS) memiliki implikasi yang fundamental. KHI sebagai transformasi fikih khas keindonesiaan yang dihimpun dan merujuk kepada Al-Quran dan Sunnah serta 38 kitab fikih dari berbagai madzhab yang terkenal keabsahannya untuk dijadikan pedoman di lingkungan Peradilan Agama demi terwujudnya kesatuan dan keserasian putusan hakim. Adapun latar belakang dan tujuan terbentuknya organisasi PERSIS, yaitu untuk memberikan pemahaman Islam yang sesuai dengan aslinya yang dibawa oleh Rasulullah Saw dengan sikap kritis dan mengkaji lebih dalam Al-Quran dan Hadits Shahih. Latar belakang dan tujuan yang berbeda itu tentunya akan menimbulkan perbedaan dalam istinbat hukum dan disamping itu akan ada persamaan diantara keduanya karena kesamaan asal rujukan, yaitu Al-Quran dan Sunnah, terutama dalam konsep wali nikah. Dari latar belakang diatas didapatkan judul “Konsep Wali Nikah Menurut KHI dan Dewan Hisbah PERSIS”. Dengan rumusan masalah Bagaimana konsep wali nikah menurut KHI; bagaimana konsep wali nikah menurut Dewan Hisbah PERSIS; dan apa persamaan dan perbedaan konsep wali nikah menurut KHI dan Dewan Hisbah. Untuk menjawab semua rumusan masalah, penelitian ini menggunakan metode analisis komparatif, sumber data primer berupa wawancara (lapangan) terhadap tokoh Dewan Hisbah PERSIS dan data sekunder dengan kajian terhadap KHI, buku-buku, kitab klasik, jurnal, keputusan Dewan Hisbah dan sumber lainnya yang menunjang dan berkaitan dengan konsep wali dalam pernikahan (library). Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi yang diolah dengan analisis komparatif tentang konsep wali nikah menurut KHI dan Dewan Hisbah PERSIS. Hasil analisis komparatif tersebut ditermukan persamaan dan perbedaan antara konsep wali nikah menurut KHI dan Dewan Hisbah PERSIS. Adapun persamaannya: mengenai hukum dan syarat wali dalam pernikahan, sedangkan perbedaannya: mengenai urutan wali, wali hakim, hukum ayah biologis sebagai wali dalam perikahan anak hasil zina, kedudukan KHI dan Keputusan Dewan Hisbah tentang wali dalam pernikahan.

Kata Kunci: Wali Nikah, KHI, Dewan Hisbah PERSIS


Keywords


Wali Nikah, KHI, Dewan Hisbah PERSIS

Full Text:

PDF

References


Abbas, Rafid. 2016, Ijtihad Dewan Hisbah Persatuan Islam dalam Hukum Islam Persi, Al-Daulah: Jurnal Hukum dan Perundangan Islam, V. VI, No. I; ISSN 20890109. Hassan, Ahmad. 2003, Soal Jawab Tentang Berbagai Masalah Agama, Bandung: Cet. XII, Jilid 1-2, CV Diponegoro. Mujahid, Ilham, 2014 , Paradigma Hukum Islam tentang Kawin Hamil dalam KHI dan Implikasinya terhadap Masyarakat di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, Tesis Bidang Ahwal Al-Syakhshiyyah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Bandung. Noer, Delier. 1945, Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1945, Jakarta: LP3ES. Romli M. (2018, Desember 18). Konsep Wali Nikah Menurut Dewan Hisbah. (W.F. Muharam). Tim Redaksi Nuansa Aulia. 2015, Kompilasi Hukum Islam (KHI), Bandung: Nuansa Aulia, Edisi Revisi. Wawa. (2019, Juli 13). Konsep Wali Nikah Menurut Dewan Hisbah. (W.F. Muharam).




Flag Counter