Tinjauan Etika Bisnis Islam dan Undang-Undang No.8 Tahun 1998 tentang Perlindungan Konsumen pada Praktik Jual Beli Produk Pemutih Wajah Tanpa Label

Ayu Saraswati, N Eva Fauziah, Nanik Eprianti

Abstract


Abstract. This research is motivated by the practice of buying and selling in Cosmetic Tawakal Stores, there are facial whitening products that no information about the composition, no expiration date and no halal label. This certainly makes consumers not know the information on these facial whitening products clearly. The purpose of this study is to understand and analyze how Islamic business ethics and UUPK review the practice of buying and selling on labelless face whitening products. This research method is qualitative and data collection uses field research. Data sources used are primary data sources and secondary data. Data collection techniques namely by observation and interview. And the data analysis technique used is normative. The results of this study are that the practice of buying and selling face bleach without labels in the Tawakal Cosmetics Store is not in accordance with the principles of Islamic business ethics including unity and truth. By selling products that are not labeled, it has violated the provisions in UUPK Article 8 and Article 9 regarding acts that are prohibited for businesses that trade goods and / or services that do not put labels.Key: Islamic Business Ethics, Consumer Protection Act, Labelless Face Bleach 

Abstract. Penelitian ini dilatar belakangi adanya praktik jual beli di Toko Tawakal Cosmetics terdapat produk pemutih wajah yang tidak memiliki merk, tidak ada keterangan mengenai komposisi,  tidak ada tanggal kadaluarsa serta tidak ada label halal. Hal ini tentunya membuat konsumen tidak mengetahui informasi pada  produk pemutih wajah tersebut dengan jelas. Tujuan penelitian ini untuk memahami dan menganalisis bagaimana tinjauan etika bisnis Islam dan UUPK terhadap praktik jual beli pada produk pemutih wajah tanpa label. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan pengumpulan data menggunakan field research (lapangan). Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder.Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara observasi dan wawancara. Dan teknik analisis data yang digunakan adalah normatif. Hasil penelitian ini adalah bahwa praktik jual beli pemutih wajah tanpa label di Toko Tawakal Cosmetics tidak sesuai dengan prinsip etika bisnis Islam diantaranya kesatuan dan kebenaran. Dengan menjual produk yang tidak berlabel tersebut maka sudah melanggar ketentuan dalam UUPK Pasal 8 dan Pasal 9 mengenai perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memasang label.

Kunci : Etika Bisnis Islam, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Pemutih Wajah Tanpa Label.


Keywords


Etika Bisnis Islam, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Pemutih Wajah Tanpa Label.

Full Text:

PDF

References


Abdul Aziz, (2013). Etika Bisnis Perspektif Islam. Bandung: Alfabeta

Ahmad Nur Zaroni, (2007). Bisnis Dalam Perspektif Islam (Telaah Aspek Keagamaan Dalam Kehidupan ekonomi), Mazahib, Vol.IV, No. 2, Desember

Muhamad Djakafar. (2012). Etika Bisnis dalam Perspektif Islam. Jakarta: Penebar Plus.

Orin Oktasari, (2018). Bisnis Kosmetik Dalam Etika Bisnis Islam, Jurnal AL-INTAJ, Vol.4, No.1, Maret

Faisal Badroen, (2006). Etika Bisnis Dalam Islam, Jakarta : Prenada Media Group

Republik Indonesia, Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/syariah.v6i2.22125

Flag Counter   Â