Pengendalian Pencemaran Udara Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara Dan Implementasinya Di Kota Bandung Dihubungkan Dengan Baku Mutu Udara Ambien Berdasarkan UUPPLH

Muhammad Yazid Muttaqin, Neni Ruhaeni

Abstract


Abstract. Air has an important role for human life and other living things, but human activities such as transportation, industry and other activities result in changes to air quality. Human activities that cause pollution are air pollution that can endanger humans themselves, other living things and the environment. Air pollution control aims to prevent air quality from dropping to a certain level. Efforts to control air pollution both from regulation and practice have been carried out, but so far the implementation has not been carried out comprehensively. This study aims to determine the regulation of air pollution control based on Government Regulation No. 41 of 1999 concerning Air Pollution Control in relation to ambient air quality standards based on UUPPLH and its implementation of regulating air pollution control in Bandung City. The approach method used in this research is juridical-normative and the data collection technique used is the library research method using secondary data consisting of primary, secondary and tertiary legal materials.


Abstrak. Udara memiliki peran yang penting bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, namun kegiatan manusia seperti aktivitas transportasi, industri, dan kegiatan lainnya mengakibatkan perubahan pada mutu udara. Kegiatan manusia yang menimbulkan polusi tersebut merupakan pencemaran udara yang dapat membahayakan manusia itu sendiri, makhluk hidup lainnya serta lingkungan hidup. Pengendalian pencemaran udara bertujuan mencegah turunnya mutu udara ke tingkat tertentu. Upaya pengendalian pencemaran udara baik dari regulasi maupun praktiknya sudah terlaksana, namun sejauh ini implementasinya belum terlaksana secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan pengendalian pencemaran udara berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara dihubungkan dengan baku mutu udara ambien berdasarkan UUPPLH dan implementasinya terhadap pengaturan pengendalian pencemaran udara di Kota Bandung. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah Yuridis-Normatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan data-data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier.


Keywords


udara, mutu udara, pengendalian, polusi udara.

Full Text:

PDF

References


Michael Greenstone dan Qing (Claire) Fan, Kualitas Udara Indonesia yang Memburuk dan Dampaknya terhadap Harapan Hidup, https://aqli.epic.uchicago.edu/wp-content/uploads/2019/03/Indonesia.Indonesian.pdf

Muhammad Akib, Penegakan Hukum Lingkungan Dalam Perspektif Holistik-Ekologis, Graha Ilmu, Yogyakarta. 2015.

Alvin Pratama dan Asep Sofyan, “Analisis Dispersi Pencemar Udara Pm10 Di Kota Bandung Menggunakan Wrfchem Data Asimilasi”, Jurnal Teknik Lingkungan, Vol.26, No.1, April 2020.

Widi Yustiani dan Neni Ruhaeni, Upaya Pengendalian Kerusakan Lingkungan Hidup Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Implementasinya di Kabupaten Garut Pasca Banjir Bandang yang di Akibatkan Alih Fungsi Hutan Lindung, Prosiding Ilmu Hukum, t.t.

UUPPLH

Imran Muhammad, Pengendalian Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor, CV. Dian Tangguh Mandiri, Jakarta. 2008

PP Pengendalian Pencemaran Udara




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v7i1.25052

Flag Counter