Ekstraksi Pektin dari Kulit Buah Pisang Nangka ( Musa x paradisiaca L. ‘Nangka’) dan Uji Aktivitas Antibakteri terhadap Escherichia coli dan Propionibacterium acnes

Aisya Qisthi Zulfiani, Kiki Mulkiya Yuliawati, Undang Ahmad Dasuki

Abstract


Pektin merupakan polisakarida kompleks yang bersifat asam dan terdistribusi secara luas dalam jaringan tanaman. Senyawa pektin banyak digunakan dalam industri farmasi, makanan, dan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari pektin dalam kulit buah pisang nangka terhadap bakteri Escherichia coli dan Propionibacterium acnes. Standardisasi simplisia kulit buah pisang yang dilakukan meliputi kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam, susut pengeringan, dan kadar air. Dalam penelitian ini, ekstraksi dilakukan dengan metode refluks menggunakan pelarut akuades yang diasamkan. Kemudian ditambahkan etanol 96% ke dalam filtrat untuk mengendapkan pektin dan dilakukan proses pengeringan dalam oven dengan suhu 40°C untuk mendapatkan pektin kering. Pektin kering dikarakterisasi sesuai dengan standar International Pectin Producers Association (IPPA) meliputi berat ekivalen, kadar metoksil, kadar air, dan kadar abu. Hasil dari standardisasi simplisia kulit buah pisang yaitu, kadar sari larut air 34,82%; kadar sari larut etanol 12,87%; kadar abu total 11,88%; kadar abu tidak larut asam 1,77%; susut pengeringan 12,93%; dan kadar air 7,74%.  Hasil karakterisasi pektin didapat bobot ekivalen pektin sebesar 1946,15 mg, kadar metoksil 2,68%, kadar air 10,3%, kadar abu 7,38%. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan pada konsentrasi 0,25%; 0,5%; 1%; 2%; 3%; dan 4%. Hasil uji aktivitas antibakteri pada konsentrasi 0,25%; 0,5%; 1%; 2%; 3%; dan 4% belum menunjukkan adanya diameter hambat baik pada bakteri Escherichia coli maupun Propionibacterium acnes.

Keywords


Pektin, karakterisasi pektin, aktivitas antibakteri

References


Cronquist, A. (1981). An Integrated System of Classification of Flowering Plants. Columbia University Press, New York.

Espino, R.R.C., Jamaluddin, S.H., Silayoi, B., and Nasution, R.E. (1992). Musa L. (edible cultivars). in E.W.M. Verheij and R.E Coronel (editors). Plant Resources of South-East Asia No.2 Edible fruits and nuts. Bogor, Indonesia. pp. 225-233.

Hasbullah. (2001). Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat-Pektin Jeruk. Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jakarta.

Mohapatra, D., Mishra, S., Sutar, Namrata. (2010). Banana and Its By-Product Utilisation: An Overview. Journal of Scientific & Industrial Research, Vol. 69, May, pp. 323-329.

Rowe, R.C., Sheskey, P.J., Owen, S.C. (2009). Handbook of Pharmaceutical Excipients Sixth Edition. Pharmaceutical Press, London.

Tarigan, M. A., Hanum, F., Kaban, I.M.D. (2012). Ekstraksi Pektin dari Kulit Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca). Jurnal Teknik Kimia, Universitas Sumatra Utara. Article in press. Hal: 49-53.

Yamashita, S., Konishi, Y.S., and Shimizu, M.. (2001). In vitro Bacteriostatic Effects of Dietary Polysaccharides. Food Science Technol. 7 (3): 262-264.




Flag Counter