Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Bertingkat Biji Salak (Salacca zalacca varietas zalacca (gaert.) Voss terhadap Stapylococcus aureus dan Eschericia coli

Lia Wahyuni, Leni Purwanti, Livia Syafnir

Abstract


Buah salak Salacca zalacca varietas zalacca (gaertner) Voss) adalah buah yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat, bagian buaH yang sering digunakan adalah buahnya. Dari penelitian ini bagian yang digunakan adalah biji. Hampir semua limbah biji salak tersebut dibuang karena dianggap sudah tidak bermanfaat lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri biji salak terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan metanol. Setiap ekstrak diuji aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar. Pengujian dilakukan dengan berbagai konsentrasi, kontrol positif tetrasiklin dan kontrol negative DMSO. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada ekstrak etil asetat dan metanol pada semua konsentrasi uji (1500 ppm, 2000 ppm, 2500 ppm, 3000 ppm) tidak terbentuk zona hambat. Sebaliknya, pada ekstrak n-heksan terbentuk zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus ditunjukkan oleh ekstrak n-heksan pada konsentrasi 1500 ppm dengan diameter zona hambat sebesar 1,22 cm dan pada bakteri E.coli ditunjukan pada konsentrasi 1500 ppm dengan diameter zona hambat 1,68 cm dan pada konsentrasi 2000 ppm diameter zona hambat sebesar 1,07.


Keywords


Salak, maserasi , antibakteri, Staphylococcus aureus and Escherichia coli.

References


Depkes. (2000). Parameter Ekstrak Tumbuhan Obat. Departemen Kesehaan Republik Indonesia, Jakarta, 9-11, 16.

Jawetz E., J., Melnick, E., Adelberg, G., Brooks, J., & Butel, L. (1995). Mikrobiologi Kedokteran. Ed 20, Universitas of California: San Francisco.

Juliantina, F., Citra, D., & Nirwani B, e. a. (2009). Manfaat Sirih Merah (Piper Croatum) sebagai Agen Antibakterial terhadap Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif. JKKI.

Lestari, R. (2013). 100 plus Herbal Indonesia-Bukti Alamiah dan Racikan. Penebar

Novita, 2014.Uji efektivitas diuretik ekstrak etanol biji salak (salacca zalacca Etanol Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC25923, Escherichia coli ATCC 25922, Dan Salmonella typhi ATCC 1408.Jurnal ilmu pertanian, Vol.5, h.26 – 37.

Nuria, C.M., Faizatun, A., dan Sumantri, 2009, Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Rangamati of Bangladesh. Res J Aric Biol Sci, 2(6): 268-273.

Sharif, M., & Banik, G. (2006). Status and Utilization of Medical Plants in (Salacca Zalacca (Gaertner)Voss).Skripsi. FMIPA Universitas Islam Bandung.

Sulaksono, Soni .2015. Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Etanol Buah Salak Swadaya, Depok. varietas zalacca (gaert.) Voss) pada tikus putih jantan galur wistar (rattusnorvegicus)[Skripsi].UNSRAT Vol. 3 No. 3, Manado.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.8039

Flag Counter