Penetapan Kadar Flavonoid Total dan Polifenol Total dari Ekstrak Etanol Buah Bisbul (Diospyros blancoi A. DC.) dengan Perbedaan Kematangan

Ira Khumaira Sukmana, Yani Lukmayani, Reza Abdul Kodir

Abstract


Buah bisbul (Diospyros blancoi A. DC.) merupakan buah yang jarang ditemukan di Indonesia. Di kota Bogor terdapat buah bisbul yang biasa dijual sebagai buah konsumsi pasar tradisional. Umumnya buah bisbul dikonsumsi secara segar ataupun diolah menjadi salad. Dalam buah bisbul terkandung 24 senyawa minyak atsiri, flavonoid, tanin, saponin, dan fenol. Tujuan dari penelitian yang telah dilakukan adalah menetapkan kadar flavonoid total dan polifenol total dari ekstrak buah bisbul dengan kematangan yang berbeda. Pelarut ekstraksi yang digunakan adalah etanol 96% dengan metode maserasi selama 3x24 jam. Rendemen ekstrak yang dihasilkan dari buah matang dan buah mentah sebanyak 53.34 % dan 42,49 %. Metode yang digunakan pada penetapan kadar ini adalah metode kolorimetri dengan spektrofotometer UV-Sinar tampak. Penetapan kadar flavonoid total menggunakan metoda Chang dengan quersetin sebagai pembanding. Untuk penetapan kadar polifenol total menggunakan metoda folin-ciocalteu dengan pembanding asam galat. Hasil penetapan kadar flavonoid total untuk buah matang dan buah mentah sebanyak 0,56% dan 0,55%. Sedangkan hasil penetapan kadar polifenol total adalah 25,09% dan 25,34%.


Keywords


Bisbul, Diospyros blancoi A. DC., Flavonoid total, polifenol total.

References


Akter, S,. Tomal Majumder,. Rezaul Karim,. Zannatul Ferdous,. Dan Mohasin Sikder. (2013). Analgesic activities of Geodorum densiflorum, Diospyros blancoi, Baccaurea ramiflora and Trichosanthes dioica. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry: 209-214

Alfian, Riza., dan Hari susanti. (2012). Penetapan Kadar Fenolik Total Ekstrak Metanol Kelopak Bunga Rosella Merah (Hibiscus Sabdariffa Linn) Dengan Variasi Tempat Tumbuh Secara Spektrofotometri. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, Vol. 2, No. 1, 2012 : 73 - 80

BPOM. (2005). Teknologi Pasca Panen Tanaman Obat. BPOM, Jakarta.

Coronel RE. 1992. Edible fruits and nuts. In Plant Resources of South-East Asia 2.Prosea Foundation, Bogor (ID)

Howlader, MD Sariful Islam,. Rahman, M. M,. Khalipha, A.B.R,. Ahmed, F,. dan Rahman, M. M. (2012). Antioxidant and Antidiarrhoel Potentiality of Diospyros blancoi. International Journal of Pharmacology 8 (5): 403-409.

Johanes, BYR dan Yohanes D. Penetapan Kandungan Fenolat Total Dan Uji Aktivitas Antioksidan Menggunakan Radikal Dpph Fraksi Etil Asetat Sari Buah Apel Beludru (Diospyros blancoi A. Dc.). Jurnal Farmasi Sains Dan Komunitas, Hlm. 101-110 Vol. 10 No. 2.

Ningsih, D. R,. Kartini Kramadibrata,. dan Agustin Wydia Gunawan. (2013). Arbuscular Mycorrhizal Fungi Associated With Bisbul (Diospyros blancoi). Biotropia Vol. 20 No. 2, hal: 112 – 121

Putri, W. U. dan Popi, aprilianti. (2010). Karakteristik Buah Dan Perkecambahan Biji Bisbul (Diospyros blancoi A. Dc) Koleksi Kebun Raya Bogor. Seminar nasional bioloogi, Lustrum Fakutas biologi UGM.

Rohman, A. (2009). Kromatografi Untuk Analisis Obat. Graha Ilmu, Yogyakarta.




Flag Counter