PERBANDINGAN KADAR PROTEIN PADA TEPUNG BERAS PUTIH (Oryza sativa L.), TEPUNG BERAS KETAN HITAM (Oryza sativa L. Glutinosa), DAN TEPUNG SAGU (Metroxylon sagu Rottb.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL

Arfiah Tuankotta, Nety Kurniaty, Anggi Arumsari

Abstract


Telah dilakukan penelitian perbandingan kadar protein dari tepung beras putih (Oryza sativa L.), tepung beras ketan hitam (Oryza sativa L. Glutinosa), dan tepung sagu (Metroxylon sagu Rottb.) yang diambil dari pasar tradisional Mardika di kota ambon dengan menggunakan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl umum digunakan untuk pengukuran kadar protein dalam berbagai matriks, salah satunya dalam makanan sehingga metode ini dipilih untuk analisis protein dalam tepung beras putih (Oryza sativa L.), tepung beras ketan hitam (Metroxylon sagu Rottb.), dan tepung sagu (Metroxylon sagu Rottb.). Dari hasil penelitian, kadar protein tepung beras putih (Oryza sativa L.) adalah sebesar 7,593%; tepung beras ketan hitam (Oryza sativa L. Glutinosa) adalah sebesar 7,649%; dan tepung sagu (Metroxylon sagu Rottb.) adalah sebesar 0,820%. Hal ini menunjukan kandungan protein dalam tepung sagu jauh lebih sedikit dibandingkan tepung beras putih dan tepung beras ketan hitam. Standar deviasi untuk tepung beras putih (Oryza sativa L.) adalah 0,094%; tepung beras ketan hitam (Oryza sativa L. Glutinosa) adalah 0,469%; dan tepung sagu (Metroxylon sagu Rottb.) adalah 0,280%. Standar deviasi yang diperoleh ≤ 2% menandakan bahwa metode analisis yang digunakan presisinya baik.

Keywords


Tepung beras putih, Tepung beras ketan hitam, Tepung sagu, Metode Kjeldahl.

References


Ade Santika, dan Rozakurniati. (2010). Teknik Evaluasi Mutu Beras Ketan dan Beras Merah Pada Beberapa Galur Padi Gogo, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Bogor.

Achmad Djaeni Sediaoetama. (2000). Ilmu Gizi Untuk Mahasiswa dan Profesi Jilid 1, Dian Rakyat, Jakarta.

Badan Standarisasi Nasional. (2009). Tepung Beras, SNI 3549-2009, BSN, Jakarta.

Bienvenido, OJ. (1993). Rice in human nutrition, Food and Agricultural Organization of the United Nations.

Damardjati, D. S., dan E.Y. Purwani., (1991). Padi Buku 3, Penyunting Edi Soenarjo, D.S. dan Mahyudin Syam, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Bogor.

Damayanthi, E., L., T. Tjing dan L. Arbianto. (2007). Rice Bran. Penerbit Penebar Swadaya, Depok.

Deman, J.M. (1989). Kimia Makanan, Penerjemah K. Padmawinata, ITB-Press, Bandung.

Elysa Qinah. (2010). Pengaruh Konsentrasi Gula Pasir dan Tepung Ketan Terhadap Sifat Kimia, Organoleptik Serta Daya Simpan Dodol Ubi Jalar Ungu, Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumetera Utara.

Erwin Martianis, dan Bustami. (2008). Perancangan Mesin Tepung Beras, Program Studi Teknis Mesin Politeknik Bengkalis, Riau.

E. Whitney, dan Rolfes. (2002). Understanding Nutrition. 9th ed. Belmont: Wadsworth

F.G.Winarno. (1991). Kimia Pangan dan Gizi, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

F.G.Winarno (1992). Kimia Pangan dan Gizi, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Flach, Michiel. (1997). Sago Palm; Metroxylon Sagu Rottb., International Plant Genetic Resources Institute, Italy.

Haryadi. (2006). Teknologi Pengolahan Beras, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Hengky Novarianto, dan Abner Lay. (2003). Makalah Teknologi Pengembangan Sagu., Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Indra. Tangketasik. (2013). Subtitusi Tepung tapioka (Manihot esculenta) Dalam Pembuatan Dodol, Jurusan Teknologi Pertanian, Universitas Samratulangi, Manado.

Koswara. (2006). Teknologi Modifikasi Pati, Sinar Harapan, Jakarta.

Miftahorracman, H., Novarianto, dan D. Allorerung. (1996). Identification of Sago species and rehabilitation to increase productivity of sago (Metroxylon sp.) in Papua. In C. Juse and Asimrasyad (Eds) Sago: The Future Source of Food and Feed, Proceedings of the Swich Int, Sago Symp, Pekanbaru, Riau. P. 73-91.

Muhamad Wirahadikusumah. (1989). Biokimia protein, enzim, dan asam nukleat., Penerbit ITB, Bandung.

Murdijati Gardjito, Anton Djuwardi, dan Eni Harmayani. (2013). Pangan Nusantara Karakteristik dan Prospek untuk Percepatan Diversifikasi Pangan, Kencana Prenada Media Group, Jakarta.

Putri Puji Lestari. (2012). Kajian Imbangan Tepung Beras Terretrogradasi dan Terigu Terhadap Nilai Kalori dan Beberapa Karakteristik Biskuit, Skripsi. Fakultas Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjajaran, Jatinangor.

Riyanto, I. (2006). Analisis Kadar, Daya Cerna dan Karakteristik Protein Daging Ayam Kampung dan Hasil olahannya, Skripsi. Program Studi Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan IPB, Bogor.

Sudarmadji, S. B. Haryono, dan Suhardi. (1989). Analisis Bahan Makanan dan Pertanian, Liberty, Yogyakarta.

Sudarmadji, S. B. Haryono, dan Suhardi. (1997). Prosedur Analisis Bahan Makanan dan Pertanian, Liberty, Yogyakarta.

Tiommanisyah. (2010). Analisis Kadar Protein Kasar dalam Kacang Kedelai, Kacang Tanah dan Kacang Hijau Menggunakan Metode Makro Kjeldahl sebagai Bahan Makanan Campuran. Karya Ilmiah, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, USU, Medan.

Tokedo, M.J. dan V.E. Fere. (1997). Tinjauan teknologi budi daya sagu masyarakat asli Papua. Jurnal Hipere, Fakultas Pertanian Universitas Cendrawasih II: 1-10.

Wirakartakusumah. (1986). Isolation and Characterization of Sago Starch and Its Utilization for Production of Liquid Sugar, Jakarta.




Flag Counter