Pengaruh Natrium Alginat dan Hpmc Sebagai Basis terhadap Karakteristik Fisik Sediaan Film Soap yang Mengandung Serai Wangi (Cymbopogon Winterianus Jowitt.)

Ainun Habibah, Gita Cahya Eka Darma, Amila Gadri

Abstract


Abstract. Film soap is thin sheet detergent in the thickness of 10-500 mm, made of polymer and plasticizer. In this study, natrium alginate and HPMC are used for polymers, and glycerin for plasticizer. While fragrant citronella oil (Cymbopogon winterianus Jowitt) containing citronella compound is used for antibacterial substance. This study is aimed at producing fragrant citronella oil film soap using natrium alginate and HPMC as the base and views the effect as antiseptic on E. coli. Physical characteristics of preparations evaluated cover investigation of organoleptic, uniform weight, thickness, dissolved time, content of water, pH, surface tension, height and stability of foam in water of Municipal Water Corporation (MWC) and hard water. Fragrant citronella oil antibacterial activity (0.5%) suggest blocked diameter at 0.57±0.07 cm, formula at concentration 3% of HPMC produce best results, i.e., uniform weight 0.418±0.011 gram, thickness 0.904±0.021 mm, dissolved time 4.30±0.12 minutes, pH 6.40±0.085, surface tension 30.498 (dyne/cm2), height stability of MWC water foam 4.53±0.152 cm, height stability of hard water 0.23±0.057 cm, and content of water 32.58%.

Abstrak. Film soap adalah sabun berbentuk lembaran tipis mempunyai ketebalan 10-500 µm, terbuat dari polimer dan plastizicer. Pada penelitian ini natrium alginat dan HPMC digunakan sebagai polimer, serta gliserin sebagai plastizicer. Sedangkan minyak serai wangi (Cymbopogon winterianus Jowitt.) mengandung senyawa citronella sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan membuat sediaan film soap minyak serai wangi dengan natrium alginat dan HPMC sebagai basisnya serta melihat pengaruhnya sebagai antiseptik terhadap E.coli. Karakteristik fisik sediaan dievaluasi meliputi pemeriksaan organoleptik, keseragaman bobot, ketebalan, waktu larut, kadar air, pH, tegangan permukaan, tinggi dan stabilitas busa dalam air PAM serta air sadah. Aktivitas antibakteri minyak serai wangi (0,5%) menunjukkan diameter hambat sebesar 0,57±0,07 cm, formula dengan konsentrasi HPMC 3% memberikan hasil yang paling baik yaitu dengan keseragaman bobot 0,418±0,011 gram, ketebalan 0.904±0,021 mm, waktu larut  4,30±0,12 menit, pH 6,40±0,085, tegangan permukaan 30,498 (dyne/cm2), stabilitas tinggi busa air PAM 4,53±0,152 cm, stabilitas tinggi busa air sadah 0,23±0,057 cm, dan kadar air 32,58%.


Keywords


film soap, detergent, Cymbopogonwinterianus Jowitt, Escherichia coli

References


Bronze, Aid. (2011). Sumber Penyakit Berasal dari Tangan Anda. Diambil dari http://www.enesis.com/health/detail/id/58. diakses pada 30 Oktober 2015.

Gennadios, A., C.L. (1992). Edible film, Influence of The Main Process Variable On Properties,Using Response Surface Methodolg, J. Food Tech.

Hariana, DRS. H. Arief. (2013). Tumbuhan Obat dan Khasiatnya. Penebar swadaya, Jakarta.

Harris, D.C. (1987). Tanaman Minyak Atsiri.Penebarswadaya, Jakarta.

Jawetz, E, Melnick, J.L., danadelberg , E.A. (2001). Mikrobiologi Kedokteran, edisi XXII. Salemba Medika, Jakarta.

Ketaren, S., (1985). Pengantar teknologi minyak atsiri. BalaiPustaka : Jakarta.

Krochta JM, Baldwin EA, Nisperos-Carriedo MO, editors. Edible Coating and Film to Improve Food Quality. Pennsylvania :Technomic Publishing Co. Inc. Lancaster, 1994.

Muhardiansyah, Arief. 2008. Pengaruh HPMC dan PEG 6000 sebagai Polimer Terhadap Stabilitas Sediaan Paper Soap dengan Minyak Daun Sirih (Piper Betle L.) sebagai model [skripsi]. Jakarta :fakultas Farmasi Universitas Pancasila.

Spitz, L. (1996). Soap and Detergents, A Theoretical and Practical Review, AOCS Press, Illinois.

Wasiatmadja, Ms. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetik Medik. Universitas Indonesia : Jakarta.




Flag Counter