UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK BERTINGKAT DAUN SIRIH HITAM (Piper acre Blume.) DENGAN PEREDAMAN RADIKAL BEBAS DPPH (1,1-difenil-2-pikril hidrazil)

Hifdzur Rashif Rija'i, Livia Syafnir, Endah Rismawati

Abstract


Sirih hitam (Piper acre Blume) secara empiris memiliki banyak efek farmakologi namun penelitian ilmiah tanaman ini belum banyak dilakukan. Pada penelitian ini dilakukan penetapan aktivitas antioksidan dengan metoda peredaman radikal bebas DPPH dari daun sirih hitam yang diekstraksi secara bertingkat menggunakan metode maserasi dengan tiga pelarut yang berbeda kepolarannya yaitu n-heksana, etil asetat dan etanol. Tiap ekstrak dianalisis secara kualitatif dengan kromatografi lapis tipis menggunakan DPPH 0,2% dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan metoda spektrofotometri UV sinar tampak pada λ 515 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Rf senyawa berpotensi antioksidan pada ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol berturut-turut sebesar 0,6625; 0,525 dan 0,475. Potensi antioksidan berupa nilai IC50 yang dimiliki oleh ekstrak n-heksana, ekstrak etil asetat dan ekstrak etanol berturut-turut sebesar 72,440; 25,009 dan 8,123 µg/ml. Hasil perbandingan dari seluruh ekstrak menunjukkan ekstrak etanol memiliki aktivitas antioksidan paling kuat diantara ekstrak lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hitam (Piper acre Blume) dengan tiga kepolaran yang berbeda memiliki aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH.

Keywords


daun sirih hitam(Piper acre Blume.), antioksidan, ekstrak bertingkat, DPPH.

References


Ansel H.C. (1989). Pengantar Bentuk sedian Farmasi edisi IV. Jakarta: Universitas Indonesia.

Cronquis, A. (1981). An Intregated System of Classification of Flowering Plant. Columbia University Press, New York.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1977). Materia Medika Indonesia, Jilid V. Direktorat Jendral Pengawas Obat dan Makanan: Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Direktorat Jendral Pengawas Obat dan Makanan: Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Direktorat Jendral Pengawas Obat dan Makanan: Jakarta.

Dröge, W. (2002). Free Radikals in the Physiological Control of Cell Function, Physiol Rev.

Fessenden R.J. (1997). Organic Laboratory Techniques. 2nd ed. University of Montana: Erlangga.

Hadi, K. (2014). Kajian Pemanfaatan Tumbuhan Sirih Hitam (Piper acre Blume) sebagai sumber aktif obat sitotoksik. Samarinda: Universitas Mulawarman.

Harborne J.B. (1987). Metoda Fitokimia Penuntun Cara Modern menganalisis Tumbuhan. Terjemahan Padmawinata K. Soediro I. Edisi II. Bandung: Institut Tekhnologi Bandung.

Heyne. (1987). Tumbuhan Berguna Indonesia. jilid III. Badan litbang Kehutanan, Jakarta.

Krisnandi I.H.E. (2002). Pengantar Analisis Instrumental. Bogor: Sekolah Menengah Analisis Kimia.

Langseth. (1995). Oxidants. antioxidants and disease prevention. ILSI. Washington D. C., 215.

Markham, K.R. (1988). Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Diterjemahkan oleh K. Padmawinata. Bandung: Institut Tekhnologi Bandung.

Mulja M. Dan Suharman. (1995). Analisis Instrumental. Surabaya: Universitas Airlangga Press.

Molyneux, P. (2003). The Use of The Sable Free Radical Diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity. J. Sci. Technol.

Robinson, T. (1995). Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Terjemahan Kosasih Padmawinata. Bandung: Institut Tekhnologi Bandung.

Rohdianan D. (2009). Teh ini Menyehatkan. Jakarta: Alfabeta.

Sthal E. (1985). Analisis Obat Secara Kromatografi dan Mikroskopik. Terjemahan K. Padmawinata dan I. Soedirso. Bandung:Institut Tekhnologi Bandung.

Teyler V. E., L. P. Braddy, and J. E. Robbers. (1988). Pharmacognosy. 9th Edition. Phiadelphia: Lea&Febiger.

WHO. (2011). Quality Control for Herbal Materials, World Health Organization.




Flag Counter