PENGARUH PERBEDAAN PELARUT EKSTRAKSI TERHADAP KADAR SENYAWA YANG BERPOTENSI MEMILIKI AKTIVITAS ANALGETIK DARI EKSTRAK DAUN DAN BUAH KARAMUNTING ( Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. )

Ayu Linda Putri, Kiki Mulkiya Yuliawati

Abstract


Abstrak: Dalam penelitian ini, dilakukan pengujian pengaruh perbedaan pelarut ekstraksi terhadap kadar senyawa yang berpotensi sebagai analgetik dari ekstrak daun dan buah karamunting ( Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. ). Ekstraksi senyawa dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Pengujian kadar dilakukan terhadap senyawa flavonoid dan tanin. Pengukuran kadar senyawa yang berpotensi analgetik pada sampel dilakukan dengan metode spektrofotometer UV-Sinar tampak. Dari hasil penapisan fitokimia pada daun dan buah karamunting diketahui positif mengandung senyawa tanin dan flavonoid yang merupakan senyawa yang akan diukur kadarnya sebagai senyawa yang berpotensi analgetik. Kadar senyawa flavonoid yang diperoleh menunjukkan bahwa senyawa flavonoid banyak terdapat baik pada ekstrak daun dan buah dalam pelarut semi polar. Hasil penetapan kadar flavonoid dalam ektrak daun adalah 0,059% (n-heksan), 0,463% (etil asetat) dan 0,114% ( metano)l, sedangkan dalam ekstrak buah 0,129% (n-heksan), 0,423% (etil asetat) dan 0,174% (metanol). Hasil penetapan kadar memperlihatkan bahwa tanin banyak terdapat dalam pelarut polar baik pada ekstrak daun maupun buah. Hasil penetapan kadar tanin dalam ektrak daun dalam ekstrak daun dalam pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol berturut-turut adalah 0,038%; 0,061%; dan 0,089%. Sedangkan kadar tanin dalam ekstrak buah dalam ekstrak daun dalam pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol berturut-turut adalah 0,048%; 0,058%; dan 0,076%.


Keywords


Rhodomyrtus tomentosa, Flavonoid, Tanin, Kersetin, Asam Tanat

References


Pudjiastuti dan Hendarti, N., (1999), Penelusuran beberapa tanaman obat berkhasiat sebagai analgetik, Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Cronquist, A., (1891), An Itegrated System of Classification of Flowering Plants, The New York Botanical Garden.

Fahmi, R., Rullah K., Rahmat R.D., Lucida H., Manjang Y., Nordin L., Dachriyanus, (2012), Pengembangan Potensi Rhodomyrtone Sebagai Bahan Aktif Sediaan Topikal, Jurusan Kimia FMIPA Universitas Andalas, Fak. Farmasi Universitas Andalas, cInstitute of Bioscience, University Putra Malaysia.

Lattiff, A.M., (1992), Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. In Verheij, E. W. M. and Coronel, R. E. (Editors), Plant Resources of South-East Asia No.2, Edible Fruits and Nuts, PROSEA, Bogor Indonesia.

Sovia, L., (2006), Senyawa Flavonoida, Fenilpropanoida dan Alkoloida, Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatra Utara, Medan.

Pudjiastuti dan Hendarti, N., (1999), Penelusuran beberapa tanaman obat berkhasiat sebagai analgetik, Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Samah, Harun, Djamal, Ratnawilis, Abbas, Ginting dan Rasyid. (2008). Penentuan Kadar Fe dan Senyawa Aktif Lainnya Dalam Buah Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa W. Ait) Yang Digunakan Sebagai Obat Anemia Pada Wanita Hamil. Project Report. Universitas Andalas. (Unpublished)

Harborne, J.B. (1996). Metode Fitokimia : Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Terbitan kedua, terjemahan Padmawinata. K dan Soediro,I., Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Sulistiawati dan Yasmiwar. (2007). Flavonoid Tanin-Polifenol. Fakultas Farmasi, Universitas Padjajaran, Bandung.

Juniartis. (1998). Optimasi Ekstraksi Gambir untuk mendapatkan kadar tanin yang Maksimal, Jurnal Kimia Analisis 49; Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas, Padang.

Widy, U.A. (2008). Uji Toksisitas Akut Ekstrak Alkohol Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) pada Tikus Webster. Artikel Karya Tulis Ilmiah, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro, Semarang.




Flag Counter