Isolasi Senyawa Antioksidan dari Ekstrak Bertingkat Daun Mangga Bapang (Mangifera indica L. “Bapang”)

Santi Trisnawati, Kiki Mulkiya, Leni Purwanti

Abstract


Abstract. The one potential has activity antioxidant plant is Manggo leaves Bapang (Mangifera indica L. “Bapang”). This research was done to isolate antioxidant compound of manggo leaves bapang (Mangifera indica L. “Bapang”). The extraction methode was using graded maceration wiht a different polarity solven i.e n- hexane, ethylacetate and methanol. Activity antioxidant was tasted qualitatively, using thin thin laye chromatography methode (TLC) with spray reagent DPPH (1,1 – diphenyl- 2- picryhydrazil). The methanol extract showed better antioxidant activity than n- hexane extract, etylacetat extract. The methanol extract were fractinated using vacum liquid chromatography methode with gradient elution. The all fraction monitoring by thin layer chromatoghraphy methode (TLC)  using mobile phase n- hexane : metylenchlorida (3:7) annd using spray reagent DPPH. The fraction 6 and 7 refined with TLC-preparative using n- hexane: metylenchlorida (3:7) as solvent. The ribbon has antioxidant activity scraped until isolate was obtained. The purity test of isolation using TLC single developer showed 1 spot. Characterization of isolate using spectrophotometer UV-VIS showed absorption at λ 230 nm and using spotting visible FeCl3 showed spotting a green to black colour expected that isolate was a polyphenolat coumpound.

Abstrak. Salah satu tanaman yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan salah satunya adalah daun mangga bapang (Mangifera indica L. “Bapang”). Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi senyawa antioksidan dari ekstrak bertingkat daun mangga bapang (Mangifera indica L. “Bapang”). Ekstrak diperoleh dengan menggunakan metode maserasi bertingkat dengan menggunakan pelarut dengan kepolaran yang berbeda (n- heksana, etilasetat, metanol). Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif, menggunakan metode KLT (Kromatografi Lapis Tipis ) dengan penampak bercak DPPH 0,2%. Pemantauan dilakukan terhadap ekstrak dan fraksi terpilih. Ekstrak metanol daun mangga bapang menunjukkan aktivitas antioksidan lebih baik dibanding ekstrak n- heksana dan ekstrak etil asetat. Ekstraksi metanol difraksinasi secara  kromatografi cair vakum dengan metode elusi landaian. Fraksinat 1 – 11 dipantau dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan campuran eluen n- heksana : metilenklorida (3:7) dan penampak bercak DPPH 0,2% dalam metanol. Fraksi 6 dan 7 yang terpilih kemudian digabungkan, kemudian dimurnikan secara KLT preparatif dengan menggunakan eluen yang sama. Pita yang memiliki aktivitas antioksidan kemudian dikerok sehingga diperoleh isolat. Uji kemurnian isolat menggunakan KLT pengembangan tunggal dan menunjukkan 1 bercak.  Isolat dikarakterisasi menggunakan spektrofotometri UV-VIS, isolat menunjukkan adanya absorbansi maksimum pada λ 230 nm, dan penampak bercak FeCl3. Setelah disemprot dengan penampak bercak FeCl, menunjukkan bercak berwarna hijau kehitaman diduga senyawa berupa  polifenolat.


Keywords


Antioksidan, isolasi, ekstraksi bertingkat, mangga bapang (Mangifera indica L. “Bapang”).

References


Agoes, G.,2007. TeknologiBahan Alam. Institut Teknologi Bandung,. KB Press. Bandung

Crounquist, Arthur.,1981. An Integrated System of Classification of Flowering Plants : Columbia. University Press. New York.

Depkes RI, 1979. Farmakope Indonesia, ed. III. Jakarta ; Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 9. 755. 902

Depkes RI, 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. Jakarta. Departemen Kesehatan. RI. Halaman 10 – 31.

Gritter, Roy, James M. Bobbit dan Arthur E. Scwarting. 1999. Pengantar Kromatografi edisi kedua,terjemahan Kosasih Padmawinata. Bandung : Institut Tenologi Bandung

Harborne,J.B, 1987. Metode Fitokimia, Edisi Kedua,terjemahan Padmawinata,K dan Soediro,I. Institut Teknologi Bandung.

Isnawati, A., dan Arifin K.M., 2006, “Karakterisasi Daun Kembang Sungsang (Gloria superba L) dari aspek Fitokimia” Media Litbang Kesehatan, 16(4), 8-14

Mu;im. et al, Azizahwati dan trastian 2008. Aktivitas Antioksidan Cendawann., Suku Pleurataceae dan polyporaceae dari Hutan. Universitas Indonesia. Jurnal Ilmiah Farmasi

Sukartini dan m. Jawal Anwarudin Syah 2000: Potensi Kandungan Antosianin pada Daun Muda Tanaman Mangga sebagai kriteria seleksi dini ZuriatMangga. Hort. Vol. 9

Winarsi, H,. D. Muchtadi, F.P. Zakarya dan B, Purwantara. 2003. Status Antioksidan Wanita Menoupuse yang diberi Minuman SuplemenSusumene, Yogyakarta 22- 23.

InformasiSpecies Tanaman: Mangifera Indica. (Online):www.Plantamor.com.Diakses: 6 Februari 2016,Pukul : 15.00 WIB




Flag Counter