Analisis Kandungan Asam Lemak Keong Mata Lembu (Turbo argyrostoma L.) dan Rumput Laut Coklat (Sargassum sp) dengan Metode KG-SM

Raden Tazkia, Indra Topik Maulana, Leni Purwanti

Abstract


Abstract. Silver mouth turban snail (Turbo argyrostoma L.) is one of the many groups of molluscs taken and used by the community as a food ingredient. Turban snail inhabits coral reef habitat covered with marine plants, a kind of Sargassum sp. The nutritional composition (fatty acid) contained in the turban snail likely to be affected by the nutritional composition (fatty acid) contained in food materials that Sargassum. Therefore, this study aims to determine the nutrient content (fatty acids) in the turban snail and determine the type and amount of fatty acids contained in turban snails and Sargassum seaweed using GC-MS method. Materials that have been obtained in the extract continuous flow method using a soxhlet way the heat is obtained randemen conch meat oil to oil turban snail as much as 2.1% and seaweed Sargassum oil as much as 0.3%. According to analysis by gas chromatography-mass spectroscopy (GC-MS), showed that turban snails containing SFA amounted to 43,60%, 17,61% MUFA, PUFA 8,56% and on oil Sargassum seaweed containing SFA by 33,88%, 23,46% MUFA and PUFA.

Abstrak. Keong mata lembu (Turbo argyrostoma L) merupakan salah satu kelompok moluska yang banyak diambil dan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan makanan. Keong mata lembu ini mendiami habitat rataan terumbu karang yang ditumbuhi tumbuhan laut sejenis Sargassum sp. Adapun komposisi gizi (asam lemak) yang terdapat di dalam keong mata lembu kemungkinan besar terpengaruhi oleh komposisi gizi (asam lemak) yang terdapat pada bahan makanannya yaitu Sargassum. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi (asam lemak) di dalam keong mata lembu serta menentukan jenis dan jumlah asam lemak yang terkandung pada keong mata lembu dan rumput laut Sargassum menggunakan metode KG-SM. Bahan yang telah didapat di ekstrak dengan metode sinambung cara panas menggunakan alat soxhlet diperoleh randemen minyak untuk minyak daging keong mata lembu sebanyak 2,1% dan minyak rumput laut Sargassum sebanyak 0,3%. Berdasarkan hasil analisis dengan Kromatografi Gas-Spektroskopi Massa (KG-SM), memperlihatkan bahwa keong mata lembu mengandung SFA sebesar 43,60%, MUFA 17,61%, PUFA 8,56% dan pada minyak rumput laut Sargassum mengandung SFA sebesar 33,88%, MUFA 23,46%, dan PUFA 12%.


Keywords


Keong mata lembu, asam lemak, KG-SM

References


Abbot R. T, Bos K. J. (1989). A Classification of the Living Mollusca. American Malacologist. Van Nostrand Reinhold, New York.

Angka, L. dan Suhartono M.T. 2000. Bioteknologi Hasil Laut. Bogor: Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institute Pertanian Bogor.

Aslan L. M. (1999). Budidaya Rumput Laut. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Dahuri, R. (2006). Keanekaragaman Hayati Laut. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.

Dharma, B. (1988). Siput dan Kerang Indonesia I (Indonesia Shells). PT. Sarana Graha Jakarta.

Ketaren S. (1986). Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Edisi I, UI-Press.Jakarta.

Kilburn, D. (2000). Shallow-Water “ARCHAEGASTROPODS” of Southeast Asia: An Itroduction. Phuket Marine Biological Center Special Publication 21(3): 595-601.

Romimohtarto K. dan Juwana S. (2009). Ilmu Tentang Pengetahuan Biota Laut. Penerbit Djambatan, Jakarta.

Soekandarsi E. (2010). Kualitas Perairan Habitat Keong Mata Lembu (Turbo argyrostoma Linnaeus 1758). JMI. 1:53-58.

Winarno F.G. (1984). Kimia Pangan Dan Gizi. PT Gramedia Pustaka Utama.Jakarta

Yonge C. M. (1928). Feeding mechanisms in the invertebrates. Biol Rev Biol Proc Cambridge Phil Soc. 3:21-76.




Flag Counter