Telaah Fitokimia Senyawa Antioksidan dari Ekstrak dan Fraksi Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.)

Wahyu Suryadinata, Endah Rismawati Eka Sakti, Reza Abdul Kodir

Abstract


Abstract. The examination of antioxidant activity from ethyl acetate extract and methanol extract of karamunting leaves (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. by DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil) free radical scavenger method. This study begins with the making of simplisia, characterization simplisia, making the extract by maceration using each solvent ethyl acetate and methanol separately for 3 days with replacement of solvent. Fractionated extracts done by liquid-liquid extraction (LLE) uses three types of solvents, ie n- hexane, ethyl acetate and methanol. The results of qualitative analysis of antioxidants by thin layer chromatography (TLC) showed the antioxidant compounds of the ethyl acetate extract and the methanol extract can dampen free radicals DPPH. As for the quantitative analysis of antioxidants with UV-vis spectrophotometer showed that the methanol fraction of methanol extract of leaves of Karamunting have the highest antioxidant activity with IC50 value of 51.95 µg/mL, which belongs to the category of powerful antioxidants.

Abstrak. Telah dilakukan pengujian aktivitas antioksidan terhadap ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol daun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Penelitian ini diawali dengan pembuatan simplisia, karakterisasi simplisia, pembuatan ekstrak secara maserasi menggunakan pelarut masing-masing etil asetat dan metanol secara terpisah selama 3 hari dengan penggantian pelarut. Ekstrak difraksinasi dilakukan dengan cara ekstraksi cair-cair (ECC) menggunakan 3 jenis pelarut, yaitu n-heksana, etil asetat dan metanol. Hasil analisis kualitatif antioksidan dengan kromatografi lapis tipis (KLT) menunjukkan adanya senyawa antioksidan dari ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol yang dapat meredam radikal bebas DPPH. Adapun analisis kuantitatif antioksidan dengan spektrofotometer UV-vis menunjukkan bahwa fraksi metanol dari ekstrak metanol daun karamunting memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 51,95 µg/mL, yang termasuk kategori antioksidan kuat.


Keywords


daun Karamunting; Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.; antioksidan; DPPH

References


Dachriyanus. (2004). Cytotoxic Compounds from Karamunting (Rhodomytus tomentosa). Padang: Universitas Andalas.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000).Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Direktorat Jemdral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Kuncahyo, I. dan Sunardi.(2007). Uji aktivitas antioksidan ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa blimbi, L.) terhadap 1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl (DPPH). Seminar Nasional Teknologi, Yogyakarta.

Sutomo, Arnida, Febri H, Yuwono M. 2010. Kajian Farmakognostik Simplisia Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) Asal Pelaihari Kalimantan Selatan. Program Studi Farmasi FMIPA. Banjarbaru: Universitas Lambung Mangkurat.

Wijayakusuma, H.M.H. (1999). Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia. Jilid 1, Prestasi Insan Indonesia. Jakarta. 8-15

Winarsi, H. (2007). Antioksidan Alami dan Radikal Bebas: Potensi dan Aplikasinya dalam Kesehatan. Kanisius, Yogyakarta.

Youngson, Robert. (1998). Antioksidan : Manfaat Vitamin C & E Bagi Kesehatan. Jakarta : Arcan. Hal. 18




Flag Counter