Uji Stabilitas Konsentrat Likopen dalam Bentuk Mikroenkapsulasi dengan Penyalut Etil Selulosa

Indry Rahayu, Amila Gadri, Sani Ega Priani

Abstract


Abstract. Lycopene is tomato’s pigment which has antioxidant activity, it has less stability  to oxidation due to light and other oxidizing materials. Microencapsulation process used solvent evaporation method with ethyl cellulose as coating, was done to improve the stability of lycopene concentrate. Concentrate was gained from extract of tomato using n-hexane solvent. The analysis was performed using spectrophotometer UV-Vis at a wavelength of 465nm. Evaluation of microcapsules gained microcapsules yield 55.712%, humid assay 3.59%, encapsulation efficiency 2.34%, and average of microcapsul size was 1,025 µm. Microcapsules stability test was conducted at the site of exposure to light for 5 weeks with decreased concentration percentage of 82.84% with statistical data showed that the result was significantly different between week 1 to week 5. Better than freely likopene concentrate whish has decreased concentration percentage of 95.30%.

Abtsrak. Likopen merupakan pigmen buah tomat yang memiliki aktivitas antioksidan, namun mudah mengalami oksidasi akibat cahaya dan bahan pengoksida lainnya. Proses mikroenkapsulasi menggunakan metode penguapan pelarut dengan etil selulosa sebagai penyalut, dilakukan untuk meningkatkan stabilitas konsentrat likopen. Konsentrat diperoleh dari hasil ekstraksi tomat menggunakan pelarut n-heksan. Analisis dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 465nm. Evaluasi mikrokapsul yang dihasilkan meliputi rendemen mikrokapsul sebanyak 55,712%, penetapan kadar lembab sebesar 3,59%, efisiensi enkapsulasi sebesar 2,34%, penentuan ukuran mikrokapsul sebesar 1,025 µm. Uji stabilitas mikrokapsul dilakukan pada tempat terpapar cahaya selama 5 minggu dengan hasil persentase penurunan kadar sebesar 82,84% dengan data statistik menunjukan hasil berbeda bermakna antara minggu ke-1 sampai minggu ke-5. Berbeda dengan konsentrat likopen bebas hasil persentase penurunan kadar sebesar 95,30%.


Keywords


Lycopene, Microencapsulation, solvent evaporation, ethyl cellulose.

References


Benita, S. (1991). Microencapsulation Methods and Industrial Application. Marcel Dekker Inc. New York

Deasy, P. (1984). Microencapsulation and Related Drug Processes. New York: Marcel Dekker Inc. 1-60, 85-116

Evi Nurul Hidayati. (2015). Pembuatan Mikropartikel Diltiazem Hidroklorida Menggunakan Metode Penguapan Pelarut [Skripsi], UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ghosh, S. K. (2006). Fuctional Coatings and Microencapsulation: A General Perspective. In Functional Coating by Polymer Microencapsulation. Weinheim: WILEY-VCH VerlagGmbH & Co. KgaA.

Rowe,Raymond C; Sheskey,Paul J; and Quinn,Marian E. (2009) Handbook of Pharmaceutical Excipient 6th. London: Pharmaceutical Press.

Sachan K Nikhil, Bhupendra Singh, K Rama Rao. (2006). Controlled Drug Delivery Through Microencapsulation. Malaysian Journal of Pharmaceutical Sciences. Vol 4., (1) 65-81.

Sudardjat SS, Gunawan I. (2003). Likopen (Lycopene). Majalah Gizi Medik Indonesia. Vol. 2., No. 5; 7-8.

Warsiti, Alfa Dwi. (2008). Penggunaan Etil Selulosa Sebagai Matriks Tablet Lepas Lambat Tramadol Hcl : Studi Evaluasi Sifat Fisik Dan Profil Disolusinya [Skripsi]. UMS.

Wenli, Y., Z. Yaping., X. Zhen., J. Hui dan W. Dapu. (2001). The antioxidant properties of lycopene concentrate extracted from tomato paste.




Flag Counter