Preface Study of antibacteria potency from capsule of earth-worm extract (Lumbricus Rubellus) and tape-worm (Pheretima Aspergillum) circulated in markets toward bacteria of Escherichia Coli and Staphylococcus Aureus in accordance with ‘In Vitro’

Leonard Azdarisha Kusumalelana, Suwendar Suwendar, Sri Peni Fitrianingsih

Abstract


This is a preface study that describe antibacteria activity from two supplies of worm capsule circulated in markets. Each capsule contains earthworm extract (Lumbricus rubellus) dan and tape-worm extract (Pheretima aspergillum) toward bacteria of E.coli and S.aureus and to determine KHM. The method used is KHM method with comparator of Amoxicilin antibiotic. The results show that both test supplies provide antibacteria activities toward bacteria E.coli and S.aureus. KHM supply of earthworm is 5% on bacteria E.coli and 1% on bacteria S.aureus, KHM uplly of tape-worm is 10% on bacteria E.coli and 1% on bacteria S.aureus.

Keywords


 L.rubellus, P.aspergillum, S. aureus, E.coli

References


Ambarsari, C. (2004). Aktivitas Antibakteri Daun Bunga telang (Clitoria ternatea Linn) Terhadap Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermis dengan Metode Difusi Agar [Skripsi], Jurusan Farmasi FMIPA, Universitas Padjajaran, Bandung.

Brock & Madigan, (1991). Biology of microorganism, 9th edition. Practice Hall International, incorporated.

Bergey’s, Manual of Systematic Bacteriology 2nd edition, vol 5 (2012). Springer New York Dordrech Heidelberg London.

Chang, Yung-Ming. (2011)b. Schwann Cell Migration Induced by Earthworm Extract via Activation of PAs and MMP2/9 Mediated through ERK1/2 and p38. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. Article ID 395458.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia (1995). Farmakope Indonesia, Edisi

IV, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Dian laila p., (2010). Uji in vitro pengaruh jenis tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus dan Pheretima aspergillum) dengan Variasi suhu pengolahan (50OC, 60OC, dan 70OC) Terhadap penghambatan pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi [skripsi]. JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM, Malang.

Gelu, MF. Deasy, Yoseferta, Riana, Nugroho, Dimas Adi, Kurniasari, Tries, (2005). Pengaruh pemberian ekstrak pheretima aspergillum terhadap perubahan histopatologik ileum, hepar, vesika fellea dan lien pada tikus balb/C yang diinfeksi salmonolla typhimurium. Universitas Diponegoro. Fakultas Kedokteran. Media medika Indonesiana vol 40.

Elizabeth J. Corwin. (2009). Buku saku patofisiologi edisi revisi 3. EGC. Jakarta

Utami, E.R. (2012). ANTIBIOTIKA, RESISTENSI, DAN RASIONALITAS TERAPI. [SKRIPSI] Fakultas Sains dan Tekhnologi UIN Maliki, Malang.

Jawetz. E , Melnick & Adelberg, (1996), “Mikrobiologi Kedokteran”, edisi 20 EGC Jakarta

Hegner, Robert W.(1968). Invertebrate zoology 2nd edition. Macmillan (New York).

http://sovianchoeruman.wordpress.com/2009/12/26/cacing-kalung-obat-tifus/So Chen (2009) diakses pada tanggal 25 Feb 2013

Indriati, G., M.Sumitri, R.Widiana, (2011). Pengaruh Air Rebusan Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli. FMIPA-biologi. Universitas Negeri Medan, Medan.

Istiqomah.L, H.Herdian, E.Damayanti, S.N.Hayati, H.Julendra, (2011). Inhibitory of Encapsulated Earthworm Extract (Lumbricus rubellus) on Pathogenic Bacteria in Vitro. UPT. BPPTK. LIPI. Yogyakarta

Merdikaningsih, T.D. (2002). Efek Antiinflamasi Ekstrak Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) pada Tikus (Rattus rattus Strain Wistar). Tugas Akhir. Tidak Dipublikasikan. Malang: Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.

Mutschler, Ernst (2010). Dinamika Obat, edisi ke-5. Diterjemahkan oleh Mathilda B. Widianto dan Anna Setiadi Ranti. ITB. Bandung

Munaf, Sjamsuir. (1994). Catatan Kuliah Farmakologi Bagian II. Palembang : EGC

Mustakim, (2010) cacing tanah obat kuno untuk tifus, [SKRIPSI] Universitas Brawijaya, Malang

Pertiwi, G.U. (2005). Uji Aktivitas Antijamur dari Sediaan yang Mengandung Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L) pada Kulit Punggung Kelinci [Skripsi], Jurusan Farmasi, Institut Teknologi Bandung, Bandung.

Rukmana R. (1999). Budi daya cacing tanah. Kanisius. Deresan, Yogyakarta.

Sears. B. W, Spear & R. Saenz, (2007), “Intisari Mikrobiologi & Kedokteran”, EGC Jakarta

Suryaningrum, S. (2009). Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Buah Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C) Terhadap Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli [Skripsi], Jurusan Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Siswandono dan Soekardjo. (1995). Kimia Medisinal. Surabaya: Penerbit Airlangga University Press.

Soemantri, D.S. (2001). Pola penyakit penyebab kematian di perkotaan dan pedesaan di Indonesia, Studi Mortalitas Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT). Jurnal Kedokteran Trisakti, Mei-Agustus 2003, Vol.22 No.2, Jakarta.

Tjay, Tan Hoan Dan Kirana Rahardja. (2002). Obat - Obat Penting. Jakarta. Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.

Watkins M.T. (1999). Synthesis of 8-epi-prostaglandin F2 alpha by Human Endothelial Cells: Role of Prostaglandin F2 Synthase. Biochem Jornal.1999 Des 15; 344 Pt 3: 747-54. Departement of Surgery, Boston Veterans Affairs Medical Center.

Wattimena, J.R. (1991). Farmakodinamik dan Terapi Antibiotik, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

www.epharmacognosy.com/2012/04/earthworm-dilong-pheretima-aspergillum.html Nuat Duo Lieu, (2010) diakses pada tanggal 20 Agustus 2013 pukul 22.05

www.bioimages.org.uk/html/p7/p78429.php malcolm storey, (2010) diakses pada tanggal 25 Agustus 2013 pukul 23.10.




Flag Counter