Studi Literatur Tujuh Tanaman dengan Aktivitas Anti Candida albicans dan Formulasinya sebagai Sabun Cair Kewanitaan (Feminine Hygiene)

Putri Nosa Dwiawanda, Gita Cahya Eka Darma, Budi Prabowo Soewondo

Abstract


Abstract. Leucorrhoea is a fluid that comes out of the vagina with relatively little frequency, odorless, and clear color. However, if it has the opposite characteristics, this vaginal discharge can be pathological due to the fungus Candida albicans. Many plants in Indonesia are used in traditional medicine and are believed to have antifungal activity. This study aims to provide information on plants that have antifungal activity and formulation as a good liquid soap preparation (feminine hygiene) with its activity as an anti-candida albicans. This study used literature review method from journals. The results showed that each feminine hygiene preparation gave different inhibitory diameters. The difference in active substances and additives in the formulation affects the inhibitory diameter. Based on results, betel (Piper betle L), garlic (Allium sativum), coastal cottonwood (Hibiscus tiliaceus), torch ginger (Etlingera elatior), white galangal (Alpinia galanga), basil (Ociumum sanctum), and pineapple (Ananas comosus) has activity as an antifungal against Candida albicans, and good liquid soap (feminine hygiene) formulations include active substances, surfactants/emulsifiers, wetting agents, alkalizing agents, antimicrobial preservatives, acidifiers, and solvents.

Keyword: Vaginal discharge, antifungal, Candida albicans, liquid soap

Abstrak. Keputihan adalah suatu cairan yang keluar dari vagina dengan frekuensi yang relatif sedikit, tidak berbau, dan berwana bening. Namun, jika memiliki ciri-ciri yang sebaliknya, keputihan ini dapat bersifat patologis yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Banyak tanaman di Indonesia yang digunakan dalam pengobatan tradisional dan dipercaya memiliki aktivitas sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tanaman yang memiliki aktivitas antifungi serta formulasinya sebagai sediaan sabun cair kewanitaan yang baik dengan aktivitasnya sebagai anti-candida albicans. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelusuran studi pustaka dari berbagai jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing sediaan sabun cair kewanitaan dengan tanaman sebagai zat aktifnya memberikan diameter hambat yang berbeda-beda. Perbedaan zat aktif dan zat tambahan dalam formulasi mempengaruhi diameter hambat yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelusuran, tanaman sirih (Piper betle L), bawang putih (Allium sativum), waru (Hibiscus tiliaceus), kecombrang (Etlingera elatior), lengkuas putih (Alpinia galanga), kemangi (Ociumum sanctum), dan nanas (Ananas comosus) memiliki aktivitas sebagai antifungi terhadap Candida albicans, dan formulasi sabun cair kewanitaan yang baik meliputi zat aktif, surfaktan/pengemulsi, pembasah, pengalkali, pengawet, pengasam, dan pelarut.

Kata kunci: Keputihan, antifungi, Candida albicans, sabun cair


Keywords


Keputihan, antifungi, Candida albicans, sabun cair

Full Text:

PDF

References


Agoes, G., (2007). Teknologi Bahan Alam. Institut Teknologi. Bandung Press, Bandung.

Andelina, Y., (2015). Formulasi Sediaan Sabun Cair Ekstrak Etanol Herba Seledri (Apium Graviolens L) Tanpa Akar, Serta Uji Aktivitas Antifungi Terhadap Candida Albicans Penyebab Keputihan [Skripsi], Universitas Islam Bandung, Bandung.

Anggraini. (2012). Formulasi Sabun Cair dari Ekstrak Batang Nanas (Ananas comosus L) Untuk Mengatasi Jamur Candida Albicans, STIFA Riau, Padang.

Arifianti, L., Oktarina, R.D. dan Kusumawati, I., (2014). Pengaruh jenis pelarut pengektraksi terhadap kadar sinensetin dalam ekstrak daun Orthosiphon stamineus Benth. E-Journal Planta Husada, 2(1), pp.1-4.

Barnes, B. V., Donald, R.Z., Shirley, R.D., and Stephen, H. S. (1997). Forest Ecology. 4th Edition. John Wiley and Sons Inc. New York. 349-588 p.

Basarang, M., Naim, N. and Rahmawati, R., (2018). Perbandingan Pertumbuhan Jamur Pada Media Bekatul Dextrose Agar (Bda) Dan Potato Dextrose Agar (PDA). In Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M).

Corazza S, Gambaretto E, Mundermann L, Andriacchi TP, (2010). Automatic Generation Of A Subject-Specific model for accurate markeless motion capture and biomechanical application. IEE Transactions on Biomedical Engineering, 56(4):806-812

Dalimartha, S., (2000), Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 3, Puspa Swara, Jakarta.

Fitriana, R.M.A., Estikomah, S.A. and Marfu'ah, N., (2018). Formulasi Sediaan Sabun Cair Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Battle Folium L.) Dan Ekstrak Bawang Putih (Allium Sativum L.) Sebagai Antijamur Candida albicans. Pharmaceutical Journal of Islamic Pharmacy, 2(2), pp.23-30.

Guertechin, L.O. (2009), ‘Surfactants: Classification’, in Barel, A.O., Paye, M. and Maibach, H.I., Handbook of Cosmetic Science and Technology, 3 rd ed., Informa Healthcare USA Inc., New York, USA

Hanna, N. dan Wozniak, R. (2001) Consumer Behavior: An Applied Approach. (2th Edition. Prentice Hall, New Jersey.

Kurdi, A. (2010). Tanaman Herbal Indonesia Cara Mengolah dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Rineka cipta, Jakarta.

Kusuma, I.W., Edi, S., dan Yongung, K.,(2009). Antifungal Activity and Phytochemical Study of Selected Medicinal Plants in East Kalimantan. Departemen Farmasi Herbal Rekayasa, College of Herbal Bio-industri, Daegu Haany University, Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan.

Lolok, N., Awaliyah, N. and Astuti, W., (2020). Formulasi Dan Uji Aktivitas Sediaan Sabun Cair Pembersih Kewanitaan Ekstrak Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) Terhadap Jamur Candida albicans. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, 6(01), pp.59-80.

Londhe V, Gavasane A, Nipate S, Bandawane D, Chaudhari P. (2011). Role of garlic (Allium sativum) in various disease: an overview. J Pharm Res Opin

Lusiana, K., Hartati, S., dan Dewi K.A.K.H., (2013). Aktivitas Antibakteri dan Kandungan Fitokimia Ekstrak Daun Waru Lengis (Hibiscus tiliaceus L.) Sebagai Bahan Dasar Pembuatan Sampo. Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga.

Mardlyani, D. (2012). Uji aktivitas sediaan sabun cair yang mengandung ekstrak etanol kulit buah delima putih (Punica granatum L.) terhadap Candida albicans [Skripsi], Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia, Yayasan hazanah, Bandung.

Mayer, F.L., Wilson, D. dan Hube, B., (2013). Candida albicans pathogenicity mechanisms. Virulence, 4(2), pp.

Maytasari. (2010). Perbedaan Efek Antifungi Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau, Minyak Atsiri Daun Sirih Merah dan Resik-V Sabun Sirih terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro. (Skripsi). UNS, Solo.

Mitsui, T. (1997). New Cosmetic Science. Edisi Kesatu. Elsevier Science B.V, Amsterdam.

Ningsih, W., Diana, A., Putri, S., (2019) Formulasi Sabun Pembersih Kewanitaan (Feminime Hygiene) Dari Minyak Atsiri Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galanga L) dan Uji Aktifitas Antiseptik Terhadap Candida albicans, Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol. 16, No. 1

Prayoga E. (2013). Perbandingan Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dengan Metode Difusi Disk dan Sumuran terhadap Pertumbuhan Bakteri 42 Staphylococcus aureus, [Sripsi]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Ratnah, S. and Salasa, A.M., (2019). Formulasi Sabun Cair Ekstrak Daun Kecombrang Sebagai Antikeputihan. Media Farmasi, 15(2), pp.132-139.mard

Rowe, C., Paul, J. S., dan Marian, E.Q., (2009). Handbook Of Pharmaceutical Exipients. RPS Publishing, USA.

Sari, E.R. and Nugraheni, E.R., (2013). Uji aktivitas antifungi ekstrak etanol daun cabai jawa (Piper retrofractum) terhadap pertumbuhan candida albicans. Biofarmasi Journal of Natural Product Biochemistry, 11(2)

Sibagariang, E. E, Pusmaika, R & Rismalinda (2010). Kesehatan Reproduksi Wanita. Trans Info Media, Jakarta.

Toding, L.G. and Zulkarnain, A.K., (2015). Optimasi Formula Dan Uji Iritasi Primer Kualitatif Pada Kelinci Putih Betina Dengan Krim w/o Ekstrak Etanolik Buah Mahkota Dewa [Phaleria Macrocarpa (Scheff.) Boerl.]. Majalah Farmaseutik, 11(2), pp.321-327.

Trilestari, Ismiyati, Deddy, G. S., (2016), Formulasi Sabun Cair Wanita Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum Sanctum L) Dan Aktivitasnya Terhadap Candida Albicans, Poltekkes Bhakti Setya Indonesia, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v6i2.24282

Flag Counter