Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Angsana (Pterocarpus Indicus Willd) sebagai Biolarvasida terhadap Larva Nyamuk Culex SP.

Ihsan Abdurrozak, Livia Syafnir, Esti Rachmawati Sadiyah

Abstract


Abstract. Mosquitoes are often associated with health problems because mosquito bites not only cause itching but some species can also transmit various types of parasites that are harmful to human health. One of them is Culex sp mosquito which is a class of infectious insects (vectors). This study aimed to test the activity of compounds in angsana leaf extract (Pterocarpus indicus Willd) as biolarvasides on Culex sp. mosquitoes and determine the concentration of LC50 value needed. Extraction was carried out by maceration method using 70% ethanol solvent. The extract collected was then tested biolarvaside activity on Culex sp. The study subjects were divided into 8 treatment groups, namely aquades (negative control), 0.05%, 0.1%, 0.2%, 0.5%, 1%, 2% and ABATE 0.1% (positive control). Each group contained 20 mosquito larvae with three replications (triplo). Observations were made for 24 hours at intervals of 1 hour, 4 hours, 8 hours, 12 hours and 24 hours. The biolarvaside activity of angsana leaf extract was analyzed using the probit method. Based on the results of the Probit analysis, the LC50 value was 0.83%. These results indicate that the angsana leaf extract (Pterocarpus indicus Willd) was effective as a biolarvaside.

Keywords: Angsana leaves, biolarvaside, LC50, Culex Sp

Abstrak. Nyamuk sering dikaitkan dengan masalah kesehatan karena gigitan nyamuk tidak hanya menimbulkan gatal saja tetapi beberapa spesies nyamuk juga dapat menularkan berbagai jenis parasit yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Salah satunya yaitu nyamuk Culex sp yang merupakan golongan serangga penular (vektor). Penelitian ini bertujuan untuk pengujian aktivitas senyawa dalam ekstrak daun angsana (Pterocarpus indicus Willd) sebagai biolarvasida pada nyamuk Culex sp dan penentuan nilai LC50. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, Ekstrak yang diperoleh kemudian diuji aktivitas biolarvasida pada nyamuk Culex sp. Subjek penelitian dibagi menjadi 8 kelompok perlakuan, yaitu akuades (kontrol negatif), 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,5%, 1%, 2% dan ABATE 0,1% (kontrol positif).Setiap kelompok berisi 20 ekor larva nyamuk dengan tiga kali pengulangan (triplo) . Pengamatan dilakukan selama 24 jam dengan interval 1jam, 4jam, 8jam, 12jam dan 24jam. Aktivitas biolarvasida ekstrak daun angsana dianalisis dengan menggunakan metode probit. Berdasarkan hasil analisis Probit didapatkan nilai LC50 berada pada konsentrasi 0,83%.Hasil tersebut menunjukkan bahwa Ekstrak daun angsana (Pterocarpus indicus Willd) efektif sebagai biolarvasida.

Kata kunci : Daun angsana, biolarvasida, LC50, Culex Sp

 


Keywords


Daun angsana, biolarvasida, LC50, Culex Sp

Full Text:

PDF

References


Ansel, H. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi.Terjemahan Farida Ibrahim.Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Direktorat Pembenihan Tanaman Hutan.(2002). Pterocarpus indicus Willd. Dorthe Joker.Bandung. No.22

Gholivand, K., Valmoozi, A.A.E., and Bonsali, M. 2014. Synthesis and crystal structure of new abate analogue as cholinesterase inhibitor: molecular docking, QSAR Study, and hydrogen bonding analysis of solid state. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 62(25), p.5761-5771.

Haeni, I. N. 2008. Uji Laboratorium Pemberian Insect Growth Regulator Pyriproxyfen terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Larva Aedes aegypti dan Aedes albopictus Asal Bantul. Daerah Istimewa Yogyakarta.[Tesis]. Universitas Gajah Mada: Yogyakarta.

Ismatullah, A. 2014. Uji Efektivitas Larvasida Ekstrak Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) terhadap Larva Aedes Aegypri Instar III. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Lampung

Junanto, T., Sutarno, dan Supriyadi 2008. Aktivitas Antimikroba Ekstrak Angsana (Pterocarpus indicus Willd) terhadap Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumonia. Bioteknologi 5(2): 63-69. ISSN: 0216-6887.

Nofyan Erwin, Hanifa Marisa, dan Mustafa Kamal. 2013. Eksplorasi Biolarvasida Dari Tumbuhan Untuk Pengendalian Larva Nyamuk Aedes aegypti Di Sumatera Selatan. Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.

Pedro M. Gutierrez, Aubrey N A, Bryle Adrian L.,Eugenio, and Santos MFL. 2014. Larvicidal Activity of Selected Plant Extracts against the Dengue vector Aedes aegyptiMosquito. Int. Res. Journal BiologicalSci3(4), 23-32.

Pradani F. Y. 2009.Indeks Pertumbuhan Larva Aedes aegyptiL. Yang Terdedah Dalam Ekstrak Air Kulit Jengkol (Pithecellobium lobatum). Jurnal Kesehatan1(2): 81-85Widoyono. Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya,II. Jakarta: Erlangga, 2008.

Sutanto, Inge, Ismid, S., Syarifudin P., Saleha, Sungkar. 2008. Parasitologi Kedokteran. Edisi Keempat. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Widoyono. Penyakit Tropis: Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasannya, II. Jakarta: Erlangga, 2008.

World Health Organization. 2005. Guidelines for Laboratory and Field Testing of Mosquito Larvicides. Geneva.




DOI: http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.20075

Flag Counter