Karakteristik Edible Film Berbahan Dasar Ekstrak Karagenan dari Alga Merah (Eucheuma Spinosum)

Ani Nurmilla, Nety Kurniaty, Hilda Aprilia

Abstract


Abstract. Nowadays, edible film is a food coating film that has been developed as a food wrapper. The main components for edible film include carrageenan, starch and pectin. This study aims to isolate carrageenan from red algae and find the best edible film formula from red algal carrageenan. Carrageenan was isolated using NaOH solution of various concentrations of 0.5; 1,0; 1.5 and 2.0 N. Carrageenan which has the best characteristics is then made into an edible film with the addition of glycerol as a plasticizer. Edible film formula is made with four variations of carrageenan concentration, i.e. 1; 1,5; 2 and 2.5%. The results of carrageenan isolation produced the best yield using 2N NaOH, which was 8.4%. The best edible film is edible film made from carrageenan 2.5% because it has the best percent elongation of 77%.

Keywords : Eucheuma Spinosum, Natrium Hidroksida, carragenant

Abstrak. Edible film merupakan film penyalut makanan yang banyak dikembangkan akhir-akhir ini sebagai pembungkus makanan. Komponen utama penyusun edible film diantaranya adalah karageenan, pati dan pektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi karagenan dari alga merah dan mencari formula edible film dari karagenan alga merah yang paling baik. Karagenan diisolasi dengan menggunakan larutan NaOH berbagai konsentrasi yaitu 0,5; 1,0; 1,5 dan 2,0 N. Karagenan yang memiliki karakteristik paling baik kemudian dibuat menjadi edible film dengan tambahan gliserol sebagai plastisizer. Formula edible film dibuat dengan empat variasi konsentrasi karagenan, yaitu 1; 1,5; 2 dan 2,5%. Hasil isolasi karagenan menghasilkan yield yang paling baik menggunakan NaOH 2N, yaitu sebesar 8,4%. Edible film yang paling baik adalah edible film yang dibuat dari karagenan 2,5% karena memiliki persen pemanjangan yang paling baik yaitu 77%.

Kata kunci : Eucheuma Spinosum, Natrium Hidroksida, Karagenan


Keywords


Eucheuma Spinosum, Natrium Hidroksida, Karagenan

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Ariska RE, Suyatno. (2015). Pengaruh konsentrasi karagenan terhadap sifat fisik dan mekanik edible flm dari pati bonggol pisang dan karagenan dengan plasticizer gliserol. Prosiding. Seminar Nasional Kimia Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Surabaya, 3-4 Oktober 2015.

Dangaran, L.K., Renner-Nantz Krochta, J.M., (2004). Crystallization Inhibitor Effect On Rate of Gloss Fade of Whey Protein Coating. Department of Food Science and Technology. University of California.

Ditjen POM. (2000). Paramter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Fardhyanti, D. S., and S. S. Julianur. (2015). Karakterisasi Edible Film Berbahan Dasar Ekstrak Karagenan dari Rumput Laut (Eucheuma Cottonii). Jurnal Bahan Alam Terbarukan. 4 (2): 68-73.

Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). (2007). Cultured Aquatic Species Information Programme Lates calcarifer (Block, 1790). Fisheries and Aquaculture Departement

Galus, S., Lenart, A. (2013). Development and characterization of composite edible flms based on sodium alginate and pectin. Journal of Food Engineering. 115(4): 459-465.

Harsa, P., Dyah, T.R., Boan, T.V.H., Novie, V (2015). Pembuatan Edible Film Dari Karagenan Rumput Laut Eucheuma Cottoni Untuk Mengawetkan Buah Nanas. jurnal teknik kimia ISSN 1693-4393

Hudha, M. I., Sepdwiyanti, R., Sari, S. C. (2012). Ekstraksi Karaginan dari Rumput Laut (Eucheumaspinosum) dengan Variasi Suhu Pelarut dan Waktu Operasi. Berkala Ilmiah Teknik Kimia 1(1) : 17-20.

Hakim, A. R., Wibowo, S., Arfini, F., Peranginangin, R. (2011). Pengaruh Perbandingan Air Pengekstrak, Suhu Presipitasi, dan Konsentrasi Kalium

Jouanneu, D., Boulenguer, P., Mazoyer, J., Helbert, W. (2011). Hybridity of carrageenans water- and alkali-extracted from Chondracanthus chamissoi, Mazzaella laminarioides, Sarcothalia crispata, and Sarcothalia radula. J. App. Phycol. 23(1): 105-114.

Kadi (2004). Potensi Rumput Laut Di Beberapa Perairan Pantai Indonesia. Jurnal Oseana Volume XXIX, Nomor 4, Tahun (2004) : 25 - 36 ISSN 0216-1877.

Krochta, J. M., C. De Mulder-Johnston, 1997, Edible and Biodegradable Polymer Films:Challenges and Opportunities, J. Food Tech., 51 (2), 61-74.

Lee, S. Y. Wan, V.C.H. 2006. Edible Films and Edible Coatings.In Handbook of Food Science, Technology, and Engineering Volume I. (Eds) : Hui, Y.H. CRC Press, USA.

Murdianto. 2005. Sifat Fisik dan Mekanik Edible Film Ekstrak Daun Janggelan. J. Agrosains. 18 (3) Juli 2005.

Mc Hugh, Krochta. (1994). Sorbitol vs Gliserol Plasticized Whey Protein Edible Film: Integrated Oxygen Permeability and Tensile Strength Evaluation. J. Of Agriculture and Food Chem. 42 (4)

Necas, J., Bartosikova, L. (2013).‘Carrageenan : a review, Veterinarni Medicina, pp. 187–205.

Pakidi, C. S., Suwoyo, H. S. (2017) Potensi Dan Pemanfaatan Bahan Aktif Alga Cokelat Sargassum Sp. Fakultas Pertanian, Universitas Musamus: Volume 6, Nomor 1, Juni 2017.

Sudaryati HP, Mulyani ST, Hansyah ER. (2010). Sifat fisik dan mekanis edible film dari tepung porang (Amorphopallus oncophyllus) dan karboksimetil selulosa.Jurnal Teknologi Pertanian. 11(3): 196-201.

WHO. (1999). Safety evaluation of certain food additive. International program on chemical safety. Geneva.

Wenno. MR, Thenu. JL, Lopulalan. CGC. (2012). Karakteristik Kappa Karaginan dari Kappaphycus Alvarezii pada berbagai Umur Panen. JPB Perikanan Vol. 7 No. 1: 61–67.

Wenno M. R., (2009). Karakteristik Fisko-kimia




Flag Counter