Pengembangan Formulasi‘Jelly Drink’ Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L. Poir)

Anni Fauziah, Amir Musadad Miftah, Hilda Aprilia

Abstract


Abstract. Purple sweet potatoes has the potential for functional food, especially as a source of carbo because of its purple color and other nutritional content. Other nutrients found in sweet potatoes are vitamin C, vitamin B6 (pyridoxine) which plays an important role in the body's immunity. The mineral content in sweet potatoes such as phosphorus, calcium, manganese, iron and soluble fiber to absorb excess fat / cholesterol in the blood. This study aims to develop a drink formula in the form of a 'jelly drink' based on purple sweet potato containing high levels of nutrition that is in accordance with Indonesian National Standards. This study uses wet sorting method. The results of the orientation of the jelly drink formula to get the best formula from the three formulas made. The parameters set to determine the best formula are the viscosity test and organoleptic evaluation include odor, taste, color and shape. At this stage, the addition of carrageenan concentration was increased by 0.5, 0.6, and 0.7%. The results of this study indicate that the best jelly drink formula is formula 2 and formula 3 with carrageenan concentrations of 0.6 and 0.7%. These preparations approach the characteristic requirements of SNI 01-3552-1994, which are semisolid, viscosity in formula 1 of 2700-4150 cP, formula 2 4250-4790 cP and formula 3 of 5500-6455 cP with 6 days of test time, but this preparation cannot be used for daily fiber needs purpose.

Keywords: Purple Sweet Potato, Jelly Drink

Abstrak. ubi jalar ungu berpotensi untuk makanan fungsional, terutama sebagai sumber karbohidrat karena warna ungu dan kandungan nutrisi lainnya. Zat gizi lain yang terdapat dalam ubi jalar adalah energi, vitamin C, vitamin B6 (piridoksin) yang berperan penting dalam kekebalan tubuh. Kandungan mineralnya dalam ubi jalar seperti fosfor, kalsium, mangan, zat besi dan serat yang larut untuk menyerap kelebihan lemak/kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan formula minuman dalam bentuk sediaan ‘jelly drink’ berbahan dasar ubi jalar ungu mengandung nutrisi yang cukup tinggi yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sortasi basah. Hasil orientasi terhadap formula jelly drink untuk mendapatkan formula terbaik dari ketiga formula yang dibuat. Parameter yang ditetapkan untuk menentukan formula terbaik adalah dengan uji viskositas dan pada evaluasi organoleptik meliputi (bau,rasa,warna dan bentuk). Pada tahap ini, dilakukan penambahan konsentrasi karagenan sebesar 0,5, 0,6, dan 0,7%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Formula jelly drink terbaik yaitu pada formula 2 dan formula 3 dengan konsentrasi karagenan sebesar 0,6 dan 0,7%. Sediaan tersebut mendekati persyaratan karakteristik SNI 01-3552-1994 yaitu semipadat, pada formula 1 sebesar 2700-4150 cP, formula 2 4250-4790 cP  dan formula 3 sebesar 5500-6455 cP dengan 6 hari waktu uji, tetapi sediaan ini tidak dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan serat sehari-hari.

Kata kunci: ubi jalar ungu, jelly drink


Keywords


ubi jalar ungu, jelly drink

Full Text:

PDF

References


Agustin, F dan P, Rukmi, D,W. (2014). Pembuatan Jelly drink (Averrhoa blimbi L) Kajian Proporsi Belimbing Wuluh:Air dan Konsentrasi Karagenan, Jurnal Pangan dan Agroindustri, Vol 2, No 3.

Defrina., (2018). Pembuatan Permen Jelly, menggunakan Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Dengan Penambahan Berbagai Konsentrasi Virgin Coconut Oil Dan Elmusifier Tween 80

Ferizal., (2005). Formulasi Jelly Drink dari Campuran Sari Buah dan Sari Sayuran [Skripsi], Program Studi Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Holiq., (2011). Pengaruh Penggunaan Rosella dan Penambahan Gula Pasir dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Mutu Organoleptik dan Kadar Vitamin C Minuman Jelly Rosella (Hibiscus sabdarrifa L.), [Skripsi], Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negri Semarang

Standar Nasional Indonesia. (1994). Syarat Mutu Jeli, Standar Nasional Indonesia, Jakarta

Winarno FG. (2008). Kimia Pangan dan Gizi. Bogor : M-Brio Press




Flag Counter