Perbandingan Aktivitas Antibakteri Bawang Putih (Allium sativum L) dengan Ekstrak Bawang Hitam terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium Acnes

R. Evia Hayatul Aliya, Indra Topik Maulana, Reza Abdul Kodir

Abstract


Abstract. Black garlic are processed products from garlic that have been heated for some time so that the color, smell and taste change. This study aims to determine whether black onion has antibacterial activity by looking at the diameter of the inhibitory zone produced compared with garlic. Antibacterial is a substance that can interfere with growth or even kill bacteria by disrupting harmful microbial metabolism. The results of this study indicate that black onions tend to have antibacterial activity when viewed from the diameter of inhibitory zones formed at concentrations at concentrations of 250000 ppm which is equal to 1.22 cm.

Keyword:Black garlic, Black Garlic Antibacterial, Propionibacterium acnes.

Abstrak. Bawang hitam adalah produk olahan dari bawang putih yang telah dipanaskan selama beberapa waktu sehingga warna, bau dan rasa nya berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bawang hitam memiliki aktivitas antibakteri dengan melihat diameter zona hambat yang dihasilkan dibandingkan dengan bawang putih. Antibakteri adalah zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bawang hitam cenderung memiliki aktivitas antibakteri jika dilihat dari diameter zona hambat yang terbentuk pada konsentrasi pada konsentrasi 250000 ppm yaitu sebesar 1,22 cm.

Kata Kunci: Bawang Hitam, Antibakteri Bawang Hitam, Propionibacterium acnes



Keywords


Bawang Hitam, Antibakteri Bawang Hitam, Propionibacterium acnes

Full Text:

PDF

References


Al-Astal, Zakaria Y. 2003. “Effect Of Storage And Temperature Of Aqueous Garlic Extract On The Growth Of Certain Pathogenic Bacteria”. Journal Of Al Azhar University, Vol. 6 (2). Hal: 11-20.

Amagase, H., B.L. Petesch, H. Matsuura, S. Kasuga, dan Y. Itakura. 2001. Intake of Garlic and its Bioacive Components. The Journal Of Nutrition 131: 955s962s.

Amagase, Harunobu. 2006. Clarifyng the Real Bioactive Constituents of Garlic. The Journal of Nutrition 136: 716S-725S. B.N, “Antimikrobial activity of essential oil extract of various onions (Allium cepa) and garlic (Allium sativum), “Leb. u. Technol, vol. 37, pp. 263-268, 2014.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979. Farmakope Indonesia Edisi III.

Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan : Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1986. Sediaan Galenik, 2&10, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000. Acuan Sediaan Herbal, Edisi I.

Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan : Jakarta

Dewi F.K., 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia, Linnaeus) terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. Universitas Sebelas Maret. Skripsi. Surakarta

Farnsworth, N.R. 1966. Biological and phytochemical Screening of Plants. Journal ofPharmaceutical Sciences. 55 : 244-265.

Jawetz, Melnick & Adelberg. (2013). Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 23. Nugroho, Edi dan Maulany, R.F., Penerjemah; Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran.

Kementerian Kesehatan Indonesia, 2010,Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2009,Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

Mustarichie, R, Musfiroh, I, dan Levita, J., 2011. Metode Penelitian Tanaman Obat :Teori dan Implementasi Penelitian Tanaman untuk Pengobatan. Widya Padjajaran, Bandung.

P. Bongiorno, Peter, B., Patrick, M.F., LoGudice, “otential health benefits of garlic (Allium sativum): A narrative review,” J. Complement Integr, Med., 2008.

Pan X, Chen F, Wu T, Tang H, Zhao Z. The acid,bile tolerance and antimicrobial property of Lactobacillus acidophilus NIT. J.Food Control. 2009; 20(6):598-602

Prayoga E. 2013. Perbandingan Efek Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) dengan Metode Difusi Disk dan Sumuran terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Skrispsi. Jakarta.

Rima Yulia Senja., dkk. 2014. Perbandingan Metode Ekstraksi dan Variasi PelarutTehadap Rendemen dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kubis Ungu(Brassica oleracea L. var. capitata f.rubra). Universitas Gadjah Mada

Saifudin, A., Rahayu & Teruna (2011). Standarisasi bahan alam obat. Yogyakarta: Graha Ilmu

Samadi, B. (2000). Usaha tani bawang putih. Yogyakarta: Kanisius.

Song, K. and J.A. Milner. 2001. “The Influence Of Healting On The Anticancer Properties Of Garlic”. Journal of Nutrition, vol. 131: 1054S-1057S.

Syamsiah, I.S., dan Tajudin. 2003. Khasiat dan Manfaat Bawang Putih Raja Antibiotik Alami. Jakarta : Agromedia Pustaka.

Vernanda, Renna Yulia., Puspitasari, Maria Revina., Satya., Hadianto Nur. (2019). Standarisasi Spesifik dan Non Spesifik Simplisia dan Ekstrak Etanol Bawang Putih Tunggal Terfermentasi (Allium sativum Linn.). Journal Of Pharmacey Science And Practice Vol 6 No 2. Surabaya . Universitas Katolik Widya Mandala.

Wardhani, L.K. Dan Nanik, D. 2012. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Daun Binahong (Anredera scandens (L.)Moq.) terhadap shigella flexneri Beserta Profil Kromatografi Lapis Tipis. Jurnal Ilmiah Kefarmasian. Vol 2(1). Hal : 1-16.




Flag Counter