Pola Swamedikasi Obat Diare pada Mahasiswa Universitas Islam Bandung

Andika Andika, Ratu Choesrina, Fetri Lestari

Abstract


Abstrak. Swamedikasi atau pengobatan sendiri merupakan cara masyarakat untuk meningkatkan keterjangkauan pengobatan. Diare merupakan salah satu penyakit ringan yang dapat diatasi dengan swamedikasi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola swamedikasi mahasiswa Universitas Islam Bandung meliputi penggunaan obat diare yang digunakan, ketepatan penggunaan untuk swamedikasi, dan informasi mengenai obat yang gunakan. Jenis penelitian ini adalah dekskriptif. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif observasional (non-eksperimental), pengambilan data dilakukan dengan teknik purposive sampling melalui wawancara dan pemberian kuesioner kepada responden. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 120 responden menunjukan, seluruh responden melakukan swamedikasi terhadap diare. Obat yang digunakan untuk swamedikasi diare adalah oralit sebanyak 35.83%, obat herbal 31.67%, norit 10.83%, kombinasi attapulgit dan pectin 7.7%, attapulgit 5%, loperamid 3.33%, antibioti 3.33%, dan probiotik 2.5%. Penggunaan obat untuk swamedikasi sebanyak 6.6% menggunakan golongan obat keras dan sebanyak 14.15% responden menggunakan obat secara tidak tepat. Berdasarkan informasi mengenai obat yang digunakan sebanyak 76.7% berasal dari rekomendasi keluarga, sebanyak 12.5% dari media elektronik/cetak, 2.5% dari buku panduan obat, sebanyak 8.3% pernah diresepkan. Berdasarkan sumber obat yang digunakan sebanyak 35.8% diperoleh dari warung, sebanyak 11.7% diperoleh dari toko obat, sebanyak 50% dari apotek, dan sebanyak 2.5% pernah diresepkan.

Kata Kunci : Swamedikasi, Diare, Mahasiswa

Abstract. Swamedikasi or self-medication is a way for the community to increase the affordability of treatment. Diarrhea is one of mild disease that can be treated by self-medication. The study aims to determine the pattern of self-medication of Bandung Islamic University students includes the use of diarrhea medication that is used for self-medication, accuracy of use for self-medication, and information about the drugs used. The type of this study is descriptive. This study used observational descriptive (non-experimental) method. Samplig was done by purposive sampling technique through interviews and giving questionnaires to respondents. Based on the results of research on 120 respondents shows, all respondents do a self-medication for diarrhea. The medicine used for swedication of diarrhea is ORS as much as 35.83%, herbal medicine 31.67%, norit 10.83%, a combination of attapulgite and pectin 7.7%, attapulgite 5%, loperamide 3.33%, antibiotics 3.33%, and probiotics 2.5%. The use of drugs for self medication is as much as 6.6% using prescription dugs, dan 14.15% of respondents use drugs incorrectly. Based on information about the drugs used, 76.7% obtained information from family recommendations, 12.5% of electronic / print media, 2.5% of drug manuals, 8.3% were prescribed. Based on the source of the drugs used, 35.8% were obtained from stalls, 11.7% were obtained from drug stores, 50% were from pharmacies store, and 2.5% had been prescribed.                                                                                                   

 Keyword : Self medication, Diarrhea, Student, Medication


Keywords


Swamedikasi, Diare, Mahasiswa

Full Text:

PDF

References


Ali, Sufriyana. (2014). Pengujian Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale Roscoe) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli [Skripsi], Fakultas Sains dan Teknologi UIN Aluddin Makasar.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2009). Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun 2009, BPS, Jakarta.

BPOM RI. (2014), Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI), Bada pengawas obat dan makanan Republik Indonesia, Jakarta.

BPOM. (2014). Menuju Swamedikasi yang Aman. Jakarta: Info POM.

BPOM. (2019), Informatorium Obat Nasional Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2007). Pedoman Penggunaan Obat Bebas Dan Terbatas, Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Pedoman Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

Dinas kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2016). Profil Kesehatan. Bandung . Dinas kesehatan Provinsi Jawa Barat.

Dipiro, J.T., (2009), Pharmacotherapy Handbook 7th Edistion, Mc Graw Hill, New York.

Fernandez, Beatrix Anna Maria. (2013). Studi Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Barat – NTT, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.2 No.2.

Fratiwi, Yolanda. (2015). The Potential Of Guajava Leaf (Psidium Guajava L.) For Diarrhea [Skripsi], Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Lampung

Handayani, Devi Tri, Sudarso, Anjar Mahardian Kusuma. (2013). Swamedikasi Pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan, Jurnal managemen dan pelayan Farmasi Vol 3 No.

Meisuri, Nidia Putri. (2019). Efek Potensial Suplementasi Madu Terhadap Penurunan Frekuensi Diare Akut Pada Anak di RSUD DR. H. Abdul Moeloek Bandar lampung [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, Lampung.

Nelintong, Nopriadi., Isnaeni., Noor Erma Nasution. (2015). Aktivitas Antibakteri Susu Probiotik Lactobacilli Terhadap Bakteri Penyebab Diare (Escerichia coli, Salmonella typhimurium, Vibrio Cholerae). Jurnal farmasi dan ilmu kefarmasian Indonesia, vol 2 No 1.

Notoatmodjo, Soekidjo. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka.




Flag Counter