Uji Aktivitas Antifungi Ekstrak Etanol 70% Daun Srikaya (Annona Squamosa L.) Terhadap Candida Albicans

Monica Yuni Andini, Ratu Choesrina, Siti Hazar

Abstract


Abstract. Herbal therapy is a therapy that uses medicinal plants. One of the plants that can be used in medicine is sweetsop. In the community, sweetsop leaves are used to treat cough, fever, rheumatism, diarrhea, dysentery, intestinal worms, head lice, blotch, and some skin diseases. These leaves contain tannins, polyphenols, saponins, alkaloids, and flavonoids. This study was conducted to determine the activity of ethanol 70% extract of sweetsop leaves (Annona squamosa L.) on the growth of Candida albicans, find out the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) of ethanol 70% extract of sweetsop leaves (Annona squamosa L.) on the growth of Candida albicans, and find out the value of equality of ethanol 70% extract of sweetsop leaves (Annona squamosa L.) against ketoconazole as a comparison antibiotic. Antifungal activity testing was carried out using the diffusion method of well. From this study it can be seen that 70% ethanol extract of sweetsop leaves has antifungal activity against Candida albicans. The MIC value of the extract is 2%, which at the concentration is capable of producing an inhibitory diameter of 13.95 mm. Ethanol 70% extract of sweetsop leaves has an equivalent value of 1 mg extract is equivalent to 10.2 x 10-3 mg of ketoconazole.

Keywords: Antifungal, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), sweetsop leaves (Annona squamosa L.), Candida albicans

Abstrak. Terapi menggunakan herbal merupakan terapi yang memanfaatkan tanaman atau tumbuhan yang berkhasiat obat. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan dalam pengobatan adalah Srikaya. Di masyarakat, daun srikaya digunakan untuk mengatasi batuk, demam, rematik, diare, disentri, cacingan, kutu kepala, bisul, dan beberapa penyakit kulit. Daun srikaya ini mengandung tanin, polifenol, saponin, alkaloid, dan flavonoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol 70% daun srikaya (Annona squamosa L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans, mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dari ekstrak etanol 70% daun srikaya (Annona squamosa L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans, dan mengetahui nilai kesetaraan ekstrak etanol 70% daun srikaya (Annona squamosa L.) terhadap ketokonazol sebagai antibiotik pembanding. Pengujian aktivitas antifungi dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar menggunakan sumuran. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa ekstrak etanol 70% daun srikaya memiliki aktivitas antifungi terhadap Candida albicans Nilai KHM dari ekstrak tersebut adalah 2%, dimana pada konsentrasi tersebut mampu menghasilkan diameter hambat sebesar 13,95 mm. Ekstrak etanol 70% daun srikaya memiliki nilai kesetaraan 1000 mg ekstrak setara dengan 10,2 mg ketokonazol.

Kata Kunci: Antifungi, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), daun srikaya (Annona squamosa L.), Candida albicans


Keywords


Antifungal, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), sweetsop leaves (Annona squamosa L.), Candida albicans

Full Text:

PDF

References


Ajazuddin, A., dan Saraf, S. (2010). Evaluation of Physicochemical and Phytochemical properties of Safoof-E-Sana, a Unani Polyherbal Formulation. Pharmacognosy Research, vol. 02, no. 05, 318-322.

Augsburger, L. L., dan Hoag S. W. (2016). Pharmaceutical Dosage Forms: Tablet. New York: InformaBaktir, A. (2017). Antibiofilm Polimikroba Candida. Surabaya: Airlangga University Press.

Behrman, Richard E., Kliegman, R. M., dan Arvin, A. M. (2000). Ilmu Kesehatan Anak Nelson Vol. 1. Terjemahan oleh Samik Wahab. Jakarta: EGC.

Brown, R. G, dan Burns, T. (2005). Dermatologi: catatan kuliah. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Candrasari, D. S. (2014). Kajian Molekuler Resistensi Candida albicans Terhadap Antifungi. Jurnal Farmasi Sains dan Komunitas, vol. 11, no. 1: 43-47.

Crocetti, M., dan Barone, M. A. (2004). Oski’s Essential Pediatrics second edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan.

Depkes RI. (2001). Inventaris Tanaman Obat Indonesia jilid II. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Ditjen POM. (1995). Materia Medika Indonesia Jilid VI. Jakarta: Departemen Keshatan RI.

Ferri, F. F. (2015). Ferri’s Clinical Advisor 2015: 5 Books in 1. Philadelphia: Elsevier.

Kusmardiyani, S., Wandasari, F., dan Wirasutisna, K. R. (2012). Telaah Fitokimia Daun Srikaya (Annona squamosa L.) yang Berasal dari Dua Lokasi Tumbuh. Acta Pharmaceutica Indonesia, vol. XXXVII, no. 1, 9-13.

Kusrini, D., Anam, K., dan Cahyono, B. (2006). Potensi Antimikosis Beberapa Tumbuhan Obat Indonesia. Jurnal Kimia dan Sains Apl., vol. 9, no. 3, 69-73.

Menaldi, S. L. S. (2016). Skin Infection: It’s a Must Know Disease. Malang: UB Press.

Pandey, R. K., et.al. (2018). Fingerprinting Analysis and Quality Control Methods of Herbal Medicines. Boca Raton: CRC Press.

Tansil, A. Y. M., Nangoy, E., Posangi, J., dan Bara, R. A. (2016). Uji Daya Hambat Ekstrak Etanol Daun Srikaya (Annona squamosa) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal e-Biomedik, vol. 4, no.2

Xie, Y., et.al. (2014). Antibacterial Activities of Flavonoids: Structure-Activity Relationship and Mechanism. Current Medicinal Chemistry, vol. 22, no. 1, 132-149.

Xu, J. P. (2017). Cancer Inhibitors from Chinese Natural Medicines. Boca Raton: CRC Press.




Flag Counter