Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun, Kulit Buah Dan Biji Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) dengan Metode Peredaman Radikal Bebas Dpph

Syiffa Octariyani Sasmita, Leni Purwanti, Esti Rachmawati Sadiyah

Abstract


Abstract. Arabica coffee (Coffea arabica L.) is one of the most promising natural commodities. However, the processing of coffee fruit used is only limited to coffee beans, while the coffee pulp and coffee leaves have not been used optimally. Parts of coffee generally contain the chemical compounds of polyphenols and flavonoids which have antioxidant activity. This study aimed to compare the antioxidant activities of ethanol extracts of leaves, pulp and arabica coffee beans. Extraction was conducted by maceration using ethanol 96%. The antioxidant activity was tested using the DPPH free radical scavenging method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) using a UV-Vis spectrophotometer with vitamin C as a comparison. Based on IC50, the antioxidant activity of coffee leaves ethanol extract (35.2379 ppm) was higher than coffee bean extract (57.4484 ppm) and coffee pulp extract (IC50 175.4638 ppm). From the intensity of antioxidant strength, coffee leaves extract had a very strong antioxidant intensity (<50 ppm), followed by the intensity of coffee beans which was strong (50–100 ppm) and the coffee pulp extract was in moderate intensity (101–250 ppm). It can be concluded that parts of Arabica coffee which have the highest antioxidant activity are leaves, seeds and fruit peels.

Keywords: Leaves, Pulp, Beans, Arabica coffee, Antioxidants

Abstrak. Kopi arabika (Coffea arabica L.) merupakan salah satu komoditi bahan alam yang sangat menjanjikan. Namun, pada proses pengolahan buah kopi yang digunakan hanyalah sebatas biji kopi, sedangkan kulit buah dan daun kopi belum digunakan secara maksimal. Bagian-bagian dari kopi secara umum memiliki kandungan senyawa kimia polifenol dan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun, kulit buah dan biji kopi arabika. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan vitamin C sebagai pembanding. Berdasarkan nilai IC50 aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kopi (35,2379 ppm) lebih tinggi daripada ekstrak biji kopi (57,4484 ppm) dan ekstrak kulit buah kopi (IC50 175,4638 ppm). Dilihat dari intensitas kekuatan antioksidan, ekstrak daun kopi memiliki intensitas antioksidan sangat kuat (< 50 ppm), diikuti oleh intensitas biji kopi yaitu kuat (50–100 ppm) dan kulit buah kopi intensitasnya sedang (101–250 ppm). Dapat disimpulkan bagian kopi arabika yang memiliki aktivitas antioksidan dari yang paling tinggi yaitu daun, biji dan kulit buah.

Kata kunci: Daun, Kulit buah, Biji, Kopi arabika, Antioksidan


Keywords


Daun, Kulit buah, Biji, Kopi arabika, Antioksidan

Full Text:

PDF

References


Aak. (2006). Budidaya Tanaman Kopi, Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Amic D, Dusanka DA, Beslo D, Trinasjtic. (2003). Structure-radikal scavengingactivity relationship of flavonoids. Crotia Chemica Acta, Vol. 76, No. 1.

Cahyani, YN., Nia K., Lestyo W. (2015). Perbandingan Kadar Fenol Total Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Kopi Robusta (Coffea Canephora) Dan Arabika (Coffea Arabica) [Skripsi], Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jember.

Ciptaningsih. E. (2012). Uji Aktivitas Antioksidan Dan Karakteristik Fitokimia Pada Kopi Luwak Arabika Dan Pengaruhnya Terhadap Tekanan Darah Tikus Normal Dan Tikus Hipertensi [Tesis], Magister Ilmu Kefarmasian,Universitas Indonesia Depok.

Day, R.A, dan Underwood A.L. (1998). Analisis Kimia Kuantitatif, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat Cetakan Petama, Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Dhianawaty D, Panigoro R. (2015). Kandungan Total Polifenol dan Aktivitas Antioksidan dari Ekstrak Metanol Akar Imperata cylindrica (L) Beauv. (Alang-alang), Int J Res Pharm Sci, Vol. 4, No 2.

Eira, M.T.S., da Silva, E.A.A., de Castro, R.D., Dussert, S., Walters, C., Bewley, D.,& Hilhorst, W.M. (2006). Coffee seed physiology, Brazilian Journal of Plant Physiology, Vol. 18, No. 1.

Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Penerbit ITB, Bandung

Jun, M., Fu, H.Y., Hong, J., Wan., X., Yang, C.S., & Ho, C.T. (2006). Comparison of antioxidant activities of isoflavones from kudzu root (Pueraria lobata ohwi). The Journal of Food Science. Vol. 68.

Molyneux, P. (2004). The use of the stable free radical diphenyl-picrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity. Songklanakarin J. Sci. Technol., Vol. 26, No 2.

Prakash, A. (2001). Antioxidant Activity, Journal: Medallion Laboratories Analytical Progress, Vol. 19, No.2.

Rohman, A. (2007). Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Salgado, P. R., Favarin, J. L., Leandro, R. A., & Filho, O. F, L. (2008). Total Phenol Concentrations in Coffee Tree Leaves during Fruit Development. Journal Scientia and Agricola, Vol. 65, No. 4.

Tapan, E. (2005). Kanker, Antioksidan, dan Terapi Komplementer. Gramedia, Jakarta.

Wulandari, A. (2014). Aktivitas Antioksidan Kombucha Daun Kopi (Coffea arabica) Dengan Variasi Lama Waktu Fermentasi Dan Konsentrasi Ekstrak [Skripsi]. Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Yuslianti, ER. (2018). Pengantar Radikal Bebas dan Antioksidan. Penerbit Deepublish,Yogyakarta.




Flag Counter