Uji Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya Pada Beras Putih (Oryza Sativa L.) Beras Merah (Oryza Nivara S.D.Sharma & Shastry) Beras Hitam (Oryza Sativa L) dengan Metode Spektrofotometri Uv- Sinar Tampak.

Nadila Oktaviani, Yani Lukmayani, Esti Rachmawati Sadiyah

Abstract


Abstract. Rice has antioxidants that have benefits for the skin. This study aimed to test antioxidant and sunscreen activity on white rice extract, red rice, and black rice. Extraction was conducted by the maceration method with ethanol 70%. White rice, red rice, and black rice extract antioxidant activity test were using the DPPH free radical scavenging method and vitamin C as comparison, and sunscreen activity test. antioxidant activity test was IC50 extract of white rice (42,449 ppm), extract of red rice (41 ppm), extract of black rice (42,738 ppm)  test results for white rice extract (12,446 ppm), extract red rice (9,857ppm), extract black rice (10,715ppm). Based on the results, white rice, red rice, and  black rice extract were categorized as a very strong potential antioxidant, based on the categorized results of a sunscreen activity test on white rice extract, red rice, black rice was as maximum protection. From the results of the study, it can be concluded that red rice extract had the highest antioxidant activity and white rise extract had the highest  sunscreen activity.

Keywords: Antioxidants, Sunscreen, White Rice, Red Rice, Black Rice

 

Abstrak. Beras memiliki kandungan antioksidan sehingga mempunyai manfaat baik bagi kulit. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji aktivitas antioksidan dan tabir surya pada ektrak beras putih, beras merah, dan beras hitam. Pembuatan ektrak dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70 %. Ektrak beras putih, beras merah, dan beras hitam diuji aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH dan pembanding vitamin C, serta uji aktivitas tabir surya. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukan nilai IC50 ektrak beras putih (42,449 ppm), ektrak beras merah (41 ppm), dan ektrak beras hitam (42,738 ppm). Hasil uji aktivitas tabir surya menunjukan nilai SPF estrak beras putih (12,446), ektrak beras merah (9,857), dan ektrak beras hitam (10,715). Nilai SPF berdasarkan hasil aktivitas baik ektrak beras putih, beras merah maupun beras hitam memiliki potensi sebagai antioksidan sangat kuat. Disamping itu, hasil uji aktivitas tabir surya menunjukan bahwa ektrak beras putih, beras merah maupun beras hitam memiliki kategori perlindungan maksimal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ektrak bahwa beras merah memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi  dan ekstrak beras putih memiliki aktivitas tabir surya yang paling tinggi.

Kata Kunci: Antioksidan, Tabir Surya, Beras Putih, Beras Merah, Beras Hitam

Keywords


Antioksidan, Tabir Surya, Beras Putih, Beras Merah, Beras Hitam

Full Text:

PDF

References


Adzkiya, M.A.Z. 2011. Kajian Potensi Antioksidan Beras Merah dan PemanfaatannyaPada Minuman Beras Kencur. Institut Pertanian Bogor.

Ariesty, C.P. 2013. Pengaruh Ekstrak Air Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) terhadap Jumlah Endothelial Progenitor Cell (EPC) Pada Tikus Wistar (Rattus Norvegicus L.) Diabetes Mellitus. Skripsi. Universitas Jember

Cakhyo ,Y.N.2010. Pengaruh penambahan propilenglikol terhadap sifat fisik dan akttifikas gel tabir surya ektrak kencur ( kamferia galanga L.)dalam basic CMC .Purwokerto : Universitas muhammadiyah Purwokerto

Chang, T. T. & E. A. Bardenas. 1965. The morphology and varietal characteristics of the rice plant. IRRI. Los Banos. p.6.

Damogalad, V., Edy, H.J., dan Supriati H.S. (2013). Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Kulit Nanas (Ananas Cosmosus L. Merr) dan Uji In Vitro Nilai Sun Protecting Factor (SPF). Jurnal Ilmiah Farmasi

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia.Edisi IV. Dirjen POM Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Kosasih, E.N., Setiabudhi, T., dan Heryanto, H. (2004). Peranan Antioksidan pada Lanjut Usia. Jakarta: Pusat Kajian Nasional Masalah Lanjut Usia.

Liu, X.C., Jun, C., Na, N.Z., et al. (2014). Insecticidal Activity of Essential Oil of Cinnamomum cassia and its Main Constituet, trans-Cinnamaldehyde, against the Booklice, Liposcelis bostrychophila. Tropical Journal of Pharmaceutical Research.

Petel,M., dan SN. Naik.2004. Gamma oryzanol from rice bran Oil-a review. Journal of scientific and industrial research Vol 63

Susanti,H., Alfian, R. 2012. Penetapan kadar fenolik total ekstrak metanol kelopak bunga rosella merah (Hibiscus sabdariffa Linn) dengan variasi tempat tumbuh secara spektrofometri. Jurnal Imiah Kefarmasian

Sayuti, K.; Rina Yenrina . 2015. Antioksidan Alami dan Sintetik . Andalas Univesity Press: Padang

Wihelmina, Cynthya E. 2011. Pembuatan dan Penentuan Nilai SPF Nanoemulsi Tabir Surya Menggunakan Minyak Kencur (Kaemferia galanga L.) Sebagai Fase Minyak. Depok: FMIPA Program Studi Farmasi.

Winarsih, S., 2007, Mengenal dan Membudidayakan Buah Naga, CV Aneka Ilmu, Semarang




Flag Counter