Survei Pola Swamedikasi pada Radang Tenggorokan di Kalangan Mahasiswa Fmipa Universitas Islam Bandung

Veisha Insyani Putri.H, Umi Yuniarni, Fetri Lestari

Abstract


Abtract. Self-medication is a self-treatment effort done by people in order to overcome health problems. Sore throat is a disease that is often experienced by the community and is often overcome by self-medication. According to the West Java Health Office in 2012 there was an increase of 17,793 people suffering from sore throat in West Java. There hearbeen were many errors that occurred in self-medication so this study aims to find out the pattern of self-medication in sore throat were carried out by the student of Mathematics and Natural Sciences of Bandung Islamic University includes, the reasons for  self-medication, symptoms, herbal medicines that are often used, frequently used the drugs, and how to get the drugs. This is a descriptive study with observational study design and the data collection method were done through interview by questionnaires. The study sampel is a research data gathered from 93 respondents who fit the inclusion criteria. According to the conducted research’s result, it was showed that 65,59% respondents practiced self-medication because they felt that the illnes was mild. Symptoms of pain in the throat, pain during swallowing, until nausea and vomiting are symptpoms thet are felt by many respondents as much as 61,29%, 44,08% respondents used lemon juice, the most common use of  chemical drugs 33,33% is a group of antibiotics with combination active ingredients from Fradiomycin sulfate and Gramicidin S HCl, and as much as 59,13% of respondents get drugs from relatives.

Keywords: Self-Medication, Sore Throat, Drugs Used, FMIPA Students Of UNISBA. 

Abstrak. Swamedikasi adalah suatu upaya pengobatan sendiri oleh masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. Radang tenggorokan merupakan suatu penyakit yang sering dialami oleh masyarakat, sering diatasi dengan upaya swamedikasi. Menurut Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2012 terjadi penigkatan penderita radang tenggorokan di Jawa Barat yaitu mencapai 17,793 jiwa. Banyak terjadi kesalahan pada pemilihan obat untuk swamedikasi sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola swamedikasi pada radang tenggorokan yang dilakukan oleh Mahasiswa FMIPA Universitas Islam Bandung meliputi, alasan melakukan swamedikasi, gejala, obat tradisional yang sering digunakan, obat kimia yang banya digunakan, cara mendapatkan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan desain studi observasional dan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan pengisian kuesioner secara langsung. Total sampel penelitian yang digunakan yaitu sebanyak 93 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelitian didapat sebesar 65,59% responden melakukan swamedikasi karena dirasa penyakit yang diderita ringan. Gejala nyeri pada tenggorokan, nyeri pada saat menelan, hingga mual dan muntah merupakan gejala yang banyak dirasakan oleh responden yaitu sebanyak 61,29% responden, sebanyak 44,08%  responden menggunakan perasan air lemon dan penggunaan obat kimia yang terbanyak 33,33% adalah golongan obat antibiotik dengan kandungan zat aktif  kombinasi dari Fradiomycin sulfate dan Gramicidin-S HCL, sebesar 59,13% responden mendapatkan obat dari kerabat atau saudara.

Kata Kunci: Swamedikasi, Radang Tenggorokan, Obat Yang Digunakan, Kalangan Mahasiswa FMIPA UNISBA


Keywords


Swamedikasi, Radang Tenggorokan, Obat Yang Digunakan, Kalangan Mahasiswa FMIPA UNISBA

Full Text:

PDF

References


Agoes, Azwar. (2010). Tanaman Obat Indonesia. Edisi 2. Salemba Medika : Jakarta.

Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2012). Profil Kesehatan Kota Bandung Tahun 2012. Pemerintah Kota Bandung.

Elmita. 2007.Dasar-Dasar Farmasetik dan Sediaan Semi Solid. Yogyakarta: Deepubish.

Kementrian Kesehatan. (2011). Pedoman Pengendalian Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. 2011.

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2406/Menkes/Per/XII/2011 tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotika, Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Ningrum, Liza. P, Gusti N., dan Anila. I. (2014). ‘Pengaruh Pengetahuan Terhadap Perilaku Swamedikasi Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid Oral pada Etnis Thionghoa di Surabaya’, Jurnal Farmasi Komunitas Vol. 1, No. 2.

Notoatmodjo, S. (1993). Metodologi Penelitian Kesehatan . Jakarta: Rineka Cipta.

Oktaviani.I, Haryanti.S, Supriati.E.(2014). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kajian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Pada Balita di Puskesmas Garuda Kota Bandung, Vol.1,No.2.

Riset Kesehatan Dasar(Riskesda). (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan RI tahun 2013. Jakarta.

Rikomah, Setya.,E. (2016). Buku Ajar Farmasi Klinik. Deepublish : Yogyakart.

Robiyanto.,Rosmimi, M., dan Untari,K,E. (2018). Analisis Pengaruh Tingkat Pengetahan Masyarakat Terhadap Tindakan Swamedikasi Diare Akut di Kecamatan Pontianak Timur. Jurnal Pendidikan,Vol 16.,No 1.

Soepardi ,E., Iskandar,N., & Bashiruddin,J,dkk .(2010). Buku Ajar Ilmu Kesehatan.Telinga Hidung Tenggorokan Kepala dan Leher. Edisi ke-6 . Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Tan, T., dan Rahardja,K. (2010). Obat-obat Sederhana Untuk Gangguan Sehari-hari. Jakarta: Gramedia.

Tjay dan Rahardja, (2002). Obat-Obat Sederhana Untuk Gangguan Sehari-Hari. Edisi 5. Jakarta : Gramedia.

Yarza, H. L., & Irawati, L. (2015). Artikel Penelitian Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter.Jurnal.fk.unand.ac.id, 4(1).




Flag Counter